1

Gudang KPU Lebak Tergenang Air Usai Diguyur Hujan Deras, Banyak Surat Suara Basah

Kabar6-Gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak di Desa Rangkasbitung Timur, tergenang air, Minggu (28/1/2024).

Genangan di gudang tempat proses penyortiran dan pelipatan surat suara terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Bukan banjir, (genangan) jadi akibat ada rembesan dari bawah,” kata Ketua KPU Lebak, Ni’matullah saat dihubungi Kabar6.com.

**Baca Juga: Partai Gelora Gelar Dua Dialog Keumatan Sekaligus di 2 Lokasi pada Hari yang Sama

Akibat genangan yang terjadi, banyak surat suara yang sudah terlipat basah. Namun KPU belum memastikan berapa jumlah surat suara yang terdampak genangan.

“Ada beberapa surat yang kecipratan, tapi berapa jumlahnya masih dipastikan, masih dihitung,” ujarnya.

Ni’matullah menjelaskan jika terdapat surat suara yang mengalami kerusakan akan dilakukan penggantian.

“Kalau rusak, misalnya sobek tentu akan dilakukan penggantian. Tapi belum ada laporan mengenai kerusakan,” pungkasnya.(Nda)




Hujan Sebentar, Jalan Raya Siliwangi di Pamulang Tergenang

Kabar6-Hujan deras yang turun sebentar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyebabkan timbul genangan air. Kondisi itu terpantau di Jalan Raya Siliwangi, Kecamatan Pamulang.

Pantauan kabar6.com, genangan air sebatas mata kaki persis terjadi di jalan depan Situ Ciledug. Pemotor yang melintas terpaksa angkat kedua kaki demi tidak kecipratan air kotor.

“Makin parah aja,” kata Sudirman, seorang pedagang di sekitar lokasi, Selasa (14/11/2023).

Sebelumnya genangan air di jalan tersebut cepat surut. Kini setelah ada pembatas ruas jalan aliran air menjadi mampet.

**Baca Juga: Musim Pemilu, Pemilik Konveksi di Tangerang Patok Uang Muka 50 Persen

“Air kepampet coran batas jalan,” singkatnya. Genangan air juga mengakibatkan antarwarga pemotor adu mulut.

Warga protes terhadap pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi. “Woi brengsek, nyiprat,” teriak seorang wanita kepada remaja pengendara motor.

Diketahui, koridor Jalan Raya Siliwangi, Pamulang, statusnya aset milik pemerintah provinsi Banten. Proyek pembatas ruas jalan baru rampung digarap pihak ketiga.

Selain ruas jalan di atas, genangan air juga terjadi persis depan gapura Taman Makam Bahagia, Kecamatan Pondok Aren.(yud)




Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Pandeglang, Dua Orang Tewas

Kabar6- Hujan deras dan angin kencang melanda wilayah perkotaan Kabupaten Pandeglang menelan korban jiwa. Dua orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Kedua korban tersebut bernama Rukman (71) dan Anasya (5). Mereka tewas setelah tertimpa pohon tumbang saat diwilayah tersebut diguyur hujan.

“Ada dua orang, yang satu umur 71, yang satu balita,” kata Kasi Pencegahan Damkar pada Badan penanggulangan bencana daerah dan pemadam kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang, Mohamad Ali Kamis (26/10/2023).

Menurutnya, Rukman warga Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karang Tanjung tewas saat berteduh di salah satu gubuk kebun saat hujan dan angin, tiba-tiba pohon kelapa tumbang hingga mengenai kepalanya.

**Baca Juga: Saat Kecil Sering Tidur di Kolong,  Menkumham Yasonna Ungkap Pengalamannya

“Dan tertimpa pohon kelapa yang tumbang tekena kepala korban hingga mengakibatkan meninggal dunia,” katanya.

Sedangkan Anasya tewas saat pohon tubang menimpa rumahnya di Perum Karang Indah, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karang Tanjung mengalami kerusakan cukup parah hingga menimpa korban.

Saat itu korban tengah diasuh oleh Enung berhasil selamat dari peristiwa naas tersebut. Ia mengatakan pengasuh korban hanya mengalami luka ringan.

“Di halaman belakang rumah ternyata
tumbang dan menimpa atap rumah sehingga mengalami kerusakan yang cukup parah, dan menimpah korban dan pengasuhnya korban luka ringan,” katanya.(Aep)




Warga Terdampak Banjir di Teluknaga 1494 Kepala Keluarga

Kabar6-Sebanyak 1.494 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Cirumpak, Desa Tanjung Anom, Teluknaga, Kabupaten Tangerang kebanjiran akibat hujan deras mengguyur, pada Kamis, (2/3/2023) dini hari tadi.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengatakan, banjir yang merendam RT 11/06 terdampak 162 KK, sementara, RT 12/06 terdampak 166 KK, dan selanjutnya, RT 13/07 terdampak 126 KK.

“Jumlah KK Terdampak banjir sebanyak 1.494, banjir disebabkan adanya saluran air tersendat karena dataran rendah,” katanya.

**Baca Juga: Tiga Warga Korban Banjir di Teluknaga Tewas Lagi Perbaiki Pompa Air

Ia menerangkan, bermula hujan deras mengguyur wilayah Tangerang pada pukul 01:00 WIB dini hari. Banjir sedalam50-100 centimeter memasuki permukiman warga.

Saat ini, lanjut Ujat, masih dalam penanganan evakuasi warga setempat untuk diungsikan ke daratan tinggi.

“Kita memiliki kendala adanya akses jalan yang tertutup air dan saluran air tersendat karena dataran yang rendah. Kita turunian personil sebanyak 7 orang dari Pos Kosambi dan satu unit perahu keret. Untuk logistik kita menyusul,” jelasnya. (Rez)




Sebuah Mobil Terbawa Arus Akibat Hujan Deras di Kota Tangerang

Kabar6.com

Kabar6-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang membuat sejumlah wilayah mengalami kebanjiran. Akibatnya, sebuah mobil terbawa arus lantaran derasnya air yang memasuki kawasan Kavling Setiabudi, Cipadu, Larangan, Kota Tangerang. Video mobil yang terbawa arus tersebut ramai di media sosial.

Bardasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang dilaporkan peristiwa cuaca ekstrim tersebut terjadi, Kamis (13/10/2022) sekira pukul 12.50 WIB.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Gufron Falfeli mengatakan hingga pukul 17.30 WIB genangan masih terjadi di 7 titik lokasi diantaranya yakni.

1. Kavling Setiabudi, Cipadu, Larangan (±40cm 16.40 WIB)
2. Jl. Inpres 13B, Gaga, Larangan (±40cm 16.30 WIB)
3. Taman Asri, Cipadu Jaya, Larangan (±50 cm 16.25 WIB)
4. Jl. Hos Cokroaminoto, Kreo, Larangan (±10 cm 16.20 WIB)
5. Jl. SDN Cipadu 1, Cipadu, Larangan (±70 cm 16.40 WIB)
6. Jl. Nuri, Cipadu Jaya, Larangan (±60 cm 16.50 WIB)
7. Jl. H. Daiman, Cipadu Jaya, Larangan (±30 cm 17.21 WIB)

“Akibat terdampak lalulintas tersendat dan aktivitas warga terganggu. (Korban) nihil,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (13/10/2022) malam.

**Baca juga: BRI Berikan Edukasi Literasi Keuangan Masyarakat di Tangerang

Atas kejadian tersebut, kata Gufron, pihak terus melakukan koordinasi pihak terkait, melakukan monitoring ke lapangan, membantu warga dilokasi.

“Membantu mobilisasi warga dan terus memonitoring perkembangan cuaca dan kemungkinan lainnya,” tandasnya. (Oke)




Hujan Deras, BPBD Tangsel Catat Ada 13 Titik Genangan Sementara

Kabar6.com

Kabar6-Hujan dengan intensitas tinggi membuat beberapa wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tergenang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat saat ini terdapat 13 titik genangan di wilayahnya.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel, Faridzal Gaumai kepada Kabar6.com, Kamis 6 Oktober 2022.

“Saya dapat laporan (titik genangan, red) sementara (ada, red) 13 titik,” ujarnya.

Pada laporan BPBD pukul 15.30 WIB, Gaumai menjelaskan, titik tersebut berada di wilayah Perum Bukit Pamulang Indah (BPI), Pondok Safari RW 15 Jurangmangu Barat Pondok Aren.

“Kavling Kampung Bulak, Puri Bintaro Indah, Jalan Bhakti RT 007 RW 11 Kedaung Pamulang, Jalan Wahid dan Jalan Swadaya RT 011 dan RT 009 RW 10 Kedaung Pamulang,” paparnya.

**Baca juga: Tergenang, Tol BSD Kilometer 8 Ditutup Sementara

Lanjut Gaumal, genangan juga berada di Lingkungan RT 06 RW 01 Kelurahan Bambu Apus Pamulang, Pondok Payung Mas RW 12 Cipayung.

“MTS Negeri 1 Pamulang, dan Legoso Raya Kelurahan Pisangan Ciputat,” tutupnya.(eka)




Hujan Deras, BPBD Catat Ada 7 Titik Genangan di Tangsel

Kabar6.com

Kabar6-Hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuat beberapa wilayah digenangi air, Selasa 4 Oktober 2022.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat saat ini terdapat 7 titik genangan di wilayahnya.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel, Faridzal Gaumal kepada Kabar6.com, Selasa 4 Oktober 2022.

Dipaparkan Gaumal, titik banjir pertama berasa di wilayah Perum Cipayung Mas, Kelurahan Cipayung dengan tinggi meter air kurang lebih 35 centimeter.

“Kemudian di Kampung Tembok Bolong RW 12, Rempoa tinggi meter air kurang lebih 70 centimeter, kemudian RT 11 RW 10 Kedaung Pamulang tinggi meter air kurang lebih 40 centimeter,” paparnya.

**Baca juga:Peringatan Dini Wilayah Jabodetabek, BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang

Lanjut Gaumal, di turunan Jalan Raya Bakso Titoti Eyang Agung Serua juga sempat mengalami genangan, lalu di Perum Puri Bintaro Indah Jombang Ciputat tinggi meter air kurang lebih 40 centimeter.

“Perum Pondok Maharta Pondok Kacang Timur, tinggi meter air kurang lebih 35 centimeter, terakhir di Kavling Bulak RT 004 RW 02 Pondok Kacang Timur tinggi meter air kurang lebih 15 centimeter,” tutupnya.(eka)




Peringatan Dini Wilayah Jabodetabek, BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang

Kabar6.com

Kabar6-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) keluarkan peringatan dini cuaca wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan (Tangsel), Yanuar Henry Pribadi menerangkan, peringatan dini tersebut berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Dipaparkannya, peringatan dini tersebut diprakirakan akan terjadi di Kota Jakarta Barat yaitu Kalideres, Kota Jakarta Selatan yaitu Pesanggrahan, Kota Jakarta Timur yaitu Duren Sawit, Kabupaten Bogor yaitu Cibinong, Sukaraja, Babakan Madang, Cariu, Sukamakmur, Bojong Gede, Leuwiliang, Cibungbulang, Pamijahan, Rumpin, Jasinga, Cigudeg, Ciawi, Cisarua, Megamendung, Caringin, Cijeruk, Ciomas, Tamansari, Sukajaya, Tanjungsari, Cigombong, Leuwisadeng, Tenjolaya, Kabupaten Bekasi: Bojongmangu.

“Kota Bogor yaitu Bogor Selatan, Bogor Tengah, Bogor Barat, Bogor Utara, Kota Bekasi yaitu Bekasi Barat, Bekasi Selatan, Medan Satria, Pondok Gede, Jatiasih, Kota Depok yaitu Beji, Kabupaten Tangerang yaitu Kresek, Teluknaga, Kosambi, Gunung Kaler, Mekar Baru, Kota Tangerang yaitu Batuceper, Benda, Ciledug, Pinang, Karang Tengah,” ujarnya kepada Kabar6.com, Selasa (4/10/2022).

Menurutnya, hal itu dapat meluas ke wilayah Kota Jakarta Pusat yaitu wilayah Gambir, Sawah Besar, Kemayoran, Senen, Cempaka Putih, Menteng, Tanah Abang, Johar Baru, Kota Jakarta Utara yaitu di wilayah Penjaringan, Tanjung Priok, Koja, Cilincing, Pademangan, Kelapa Gading.

“Kota Jakarta Barat yaitu Cengkareng, Grogol Petamburan, Taman Sari, Tambora, Kebon Jeruk, Pal Merah, Kembangan, Kota Jakarta Selatan: Tebet, Setiabudi, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Cilandak, Kebayoran Baru, Pancoran, Jagakarsa, Kota Jakarta Timur yaitu Matraman, Pulogadung, Jatinegara, Kramatjati, Pasar Rebo, Cakung, Makasar, Ciracas, Cipayung,” jelasnya.

Kemudian, Kabupaten Bogor yaitu Gunung Putri, Citeureup, Jonggol, Cileungsi, Parung, Gunung Sindur, Kemang, Ciampea, Parung Panjang, Nanggung, Tenjo, Dramaga, Klapanunggal, Ciseeng, Ranca Bungur, Tajurhalang, Kabupaten Bekasi yaitu Tarumajaya, Babelan, Tambun Utara, Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Utara, Cikarang Timur, Kedung Waringin, Setu, Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Serang Baru, Cibarusah, Kota Bogor yaitu Bogor Timur, Tanah Sareal.

**Baca juga: Ratusan Mahasiswa asal Tangsel Kembali Turun Aksi: Ini 30 Hari Pasca Kenaikan BBM

Lanjutnya, Kota Bekasi yaitu Bekasi Timur, Bekasi Utara, Rawa Lumbu, Bantar Gebang, Jati Sempurna, Mustika Jaya, Pondok Melati, Kota Depok yaitu Pancoran Mas, Cimanggis, Sawangan, Limo, Sukmajaya, Cipayung, Cilodong, Cinere, Tapos, Bojongsari, Kabupaten Tangerang yaitu di wilayah Balaraja, Jayanti, Tigaraksa, Jambe, Cisoka, Kronjo, Mauk, Kemiri, Sukadiri, Rajeg, Pasar Kemis, Pakuhaji, Sepatan, Curug, Cikupa, Panongan, Legok, Pagedangan, Cisauk, Sukamulya, Kelapa Dua, Sindang Jaya, Sepatan Timur, Solear.

“Kota Tangerang yaitu di wilayah Tangerang, Jatiuwung, Cipondoh, Karawaci, Periuk, Cibodas, Neglasari, Larangan, Kota Tangerang Selatan yaitu Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Setu,” paparnya.

“Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 16.00 WIB,” tutupnya.(eka)




Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Sukajaya Lebak

Kabar6.com

Kabar6-Hujan deras yang menerjang Kabupaten Lebak, menyebabkan banjir dan longsor. Bahkan akibat derasnya aliran sungai, jembatan juga nyaris ambruk.

Akibat longsor, akses Jalan Warunglame-Sukajaya sempat terputus. Hingga delapan rumah rumah terancam ambruk.

“Sawah di wilayah Sukajaya kurang lebih 1 hektar terendam, 2 rumah dapur dan isinya jebol terbawa banjir, 8 rumah terancam roboh, jembatan Cimadur penghubung antar desa terancam roboh,” kata Kepala Desa (Kades) Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, melalui pesan elektroniknya, Jumat (23/09/2022).

**Baca juga: Demo Buruh di Gedung DPRD Lebak, Tolak Harga BBM Naik-Omnibus Law

Masyarakat bergotong royong membersihkan material lumpur agar akses jalan bisa dilalui kendaraan. Sedangkan warga yang rumahnya rusak, kini mengungsi terlebih dulu ke tetangga dan saudaranya.

Banjir yang disebabkan curah hujan tinggi pada Jumat sore, 23 September 2022 berangsur surut.

“Banjir parah, tapi alhamdulillah udah surut,” jelasnya. (Dhi)




Keluh Kesah Warga Belakang Puspemkot Tangsel, Was-was Banjir Saat Hujan Deras

Kabar6.com

Kabar6-Warga belakang Pusat Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Puspemkot Tangsel), di Jalan Adi Sengkong, Serua, Ciputat, selalu was-was saat hujan deras tiba.

Pasalnya, setiap kali hujan deras tiba, wilayah tersebut sering terendam banjir, seperti yang terjadi pada pagi hari tadi, Sabtu 28 Mei 2022.

Para warga mengaku sudah lelah dengan banjir yang menerpa wilayahnya, terlebih jalanan tersebut selalu menjadi kubangan air, dimana air tidak mengalir atau menetap karena drainase yang kecil.

Indra selaku warga setempat menerangkan, pada bulan Mei 2022 saja terhitung sudah 3 kali dirinya membersihkan rumahnya dari lumpur bekas air yang menggenangi tempat tinggalnya.

Menurutnya, hujan yang berlangsung selama 1 setengah jam pagi tadi, membuat air meninggi setinggi pinggang orang dewasa, dan kedalam rumah setinggi betis orang dewasa.

“3 kali banjir bulan ini, pokoknya setiap ujan gede masuk (air kedalam rumah, red), didalem rumah sampe sebetis, air sampe masuk ke lemari. Dari lobang mesin air malah penuh, (air jadi, red) naik (kerumah, red),” ujarnya kepada Kabar6.com di lokasi, Sabtu (28/5/2022).

Diakuinya, daerahnya sebelum didirikan Puspemkot Tangsel tidak pernah merasakan banjir seperti saat ini.

Sedangkan, keadaan saat ini dirinya mengaku bahwa daerahnya selalu menjadi pusat dan kubangan air, dimana air tidak bergerak sama sekali karena drainase yang kecil.

“Jadi air itu nampungnya disini, soalnya aliran yang seharusnya ke kiri malah berbalik karena berbeda ketinggian, begitu juga air dari Puspemkot Tangsel. Dulu sebelum dibangun ini (Puspemkot Tangsel, red), gak pernah banjir,” jelasnya.

Warga lainnya, Bu Joko mengaku, setiap kali hujan deras tiba, selalu merasa was-was dan khawatir air masuk kedalam rumah. Bahkan waktu lebaran saat dirinya pulang kampung, air merendam seisi lemari serta kasur.

“Itu baju-baju yang terendam jadi dibuang, itu juga kasur waktu lebaran. Pulang kampung jadi kerendem semua. Ya pokoknya kalau hujan deras kita jadi was-was,” ungkapnya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu wilayahnya pernah di survey oleh seseorang dan menanyakan keadaan saat hujan deras. Namun, dirinya mengatakan, sampai saat ini tidak ada tindakan solusi.

“Dulu ada yang survey, tapi cuman nanya aja, tapi sampe sekarang gak ada tindakan,” paparnya.

**Baca juga: Tujuh Titik Banjir di Tangsel, Sekitar 752 KK Terdampak

Bu Joko saat ini hanya berharap kepada Pemerintah Kota Tangsel, khususnya Wali Kota Tangsel untuk menindak lanjuti banjir ini. Karena dirinya hanya ingin jika hujan deras, tidak lagi banjir.

“Ibu berharap ke Pemerintah dan wali kota kalau hujan (disini, red) gak banjir gimana caranya,” tutupnya.(eka)