oleh

Ratusan Mahasiswa asal Tangsel Kembali Turun Aksi: Ini 30 Hari Pasca Kenaikan BBM

Kabar6-Ratusan Mahasiswa asal Kota Tangerang Selatan yang tergabung dalam Front Milenial Jabodetabek (FMJ) kembali turun aksi untuk menuntut lebih keras, atas kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang telah sebulan berlalu.

Ratusan Mahasiswa Tangsel itu berasal dari 3 kampus, yaitu Universitas Pamulang (Unpam), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat.

Hubungan Masyarakat FMJ, Rafli Atmajaya memaparkan, dalam waktu sebulan ini rakyat telah tumpah ruah menyuarakan kegelisahannya.

Hal ini, dirinya memaparkan, terbukti dari rentetan aksi yang tersebar di seluruh penjuru nusantara.

“Serangkaian aksi ini membuktikan bahwa rakyat memiliki keresahan yang sama, kegelisahan yang sama, dan kesulitan yang serupa. Bahwa kenaikan harga bahan bakar merupakan pukulan telak bagi perekonomian masyarakat yang belum selesai-selesainya terinjak-injak,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (4/10/2022).

Menurut Rafli, masyarakat saat ini belum benar-benar pulih dari Pandemi Covid-19, namun hajat hidupnya ditekan tak berhenti.

Dipaparkannya, dimulai dari kenaikan tarif listrik, bahan-bahan pokok, hingga kenaikan bahan bakar minyak yang melengkapi rangkaian nestapa ekonomi dalam negeri.

“Terbukti Bank Dunia dengan pembaruan indikator kemiskinannya mencatat sedikitnya 13 juta orang Indonesia jatuh ke jurang kemiskinan,” ungkapnya.

“Sedangkan, sebagaimana yang kita tahu, panggung elit kian gemerlap dengan kepentingan. Hal ini seolah menjawab bahwa hari ini negara mencekat leher rakyat-rakyatnya sendiri,” tambahnya.

Rafly menjelaskan, situasi saat ini tidak bisa dibiarkan, sebab, menurutnya, rakyat saat ini menumpahkan dirinya ke jalan, meski tanpa adanya tanggapan dari pemerintah.

“Maka dari itu, kami mahasiswa sebagai anak kandung bangsa kembali turun untuk memastikan kredibilitas dan empati dari pemimpin-pemimpin kami,” jelasnya.

**Baca juga: Solusi Penanganan Sampah, Wali Kota Tangsel Usulkan Pembuatan TPA Regional di Lebak

Maka dengan momen ini, diungkapkannya, ketika rakyat sedang sengsara pasca kenaikan BBM dan kemanusiaan kian berduka pasca tragedi yang menimpa Kanjuruhan, mahasiswa kembali menumpahkan kehadirannya, untuk menagih janji dan komitmen negara untuk menyelenggarakan kesejahteraan umum dan keadilan sosial yang diagungkan dengan manis di dalam konstitusi dan dasar ideologi Pancasila.

“Kami mengekspresikan kekecewaan dan kesedihan kami. Kami menuntut dan memperingatkan kepada negara bahwa hari ini negara sedang tidak baik-baik saja,” tutupnya.(eka)

Print Friendly, PDF & Email