oleh

Pihak Berwajib Ringkus 11 Anggota Kelompok Anonymous Malaysia yang Retas Sistem Pemerintah

Kabar6-Sebanyak 11 pria yang diyakini terlibat dalam peretasan sistem komputer pemerintah, berhasil diringkus Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM), dalam tujuh penggerebekan di seluruh negeri.

Penggerebekan tersebut, melansir thestar, dilakukan oleh tim dari Dinas Investigasi Kejahatan Komersial (JSJK) Bukit Aman, di sekitar Lembah Klang, Perak, Johor dan Pahang, setelah memata-matai dan melakukan intelijen terhadap para tersangka tersebut.

Wakil Inspektur Jenderal Polisi, Datuk Seri Acryl Sani Abdullah Sani, mengungkapkan bahwa tersangka yang ditangkap berusia antara 22-40 tahun, dan penyelidikan atas ketujuh pria tadi menemukan, beberapa dari mereka adalah administrator grup Facebook Anonymous Malaysia.

Anonymous merupakan aktivis hacker yang dibentuk pada 2003. Ciri khas mereka adalah topeng Guy Fawkes atau yang biasa dikenal V for Vendetta. Kelompok ini berawal dari forum internet bernama 4chan. ** Baca juga: Operasi Selama 11 Jam, Tangan yang Putus Akibat Kecelakaan Kerja Berhasil Disambung Kembali

Anonymous juga sangat getol dalam hak kebebasan internet. Selain itu, mereka pun memiliki beragam misi, salah satunya adalah menentang adanya sensor dalam dunia internet dan juga pengawasan dunia internet oleh pemerintah. Dalam melayangkan protesnya tersebut, Anonymous seringkali menyerbu website pemerintah.

“Penangkapan dilakukan menyusul intimidasi dan ancaman oleh kelompok tersebut untuk meretas sistem komputer pemerintah selama beberapa tahun terakhir dan sejauh ini, enam laporan polisi telah diterima secara nasional. Saat ini polisi masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi tersangka yang tersisa sebelum proses penangkapan lanjutan dilakukan,” jelas Abdullah Sani.

Ditambahkan, semua yang ditangkap diduga melakukan serangan dunia maya terorganisir terhadap situs web pemerintah dan swasta. Kasus ini tengah diselidiki berdasarkan Bagian 4 dari Computer Crime Act 1997.(ilj/bbs)

Berita Terbaru