oleh

Penyimpangan Seksual, Manajer Restoran AS Diduga Buang Air Kecil dalam Minuman Anak-anak

Kabar6-Polisi tengah menyelidiki Stephen Sharp, manajer sebuah restoran fast food Amerika Serikat (AS), atas dugaan kepemilikan foto-foto pelecehan seksual anak. Hal ini terkait dengan dugaan bahwa Sharp buang air kecil (BAK) dalam minuman milkshake.

Menurut keterangan polisi, melansir Mashed, Sharp diduga BAK dalam adonan milkshake setidaknya dua kali untuk ‘kepuasan seksualnya’. Padahal, sekira 30 hingga 40 orang telah mengonsumsi milkshake itu. Ada dua insiden milkshake yang dilaporkan di Vancouver, Washington, lokasi Sharp bekerja.

Sharp yang telah diringkus polisi Vancouver dilaporkan mengaku mengunduh dan mendistribusikan foto-foto pelecehan seksual terhadap anak. Selama pengakuan itu, polisi mengklaim dirinya juga mengaku memiliki ‘ketertarikan seksual pada anak-anak’.

Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan dan menemukan Sharp diduga memiliki puluhan foto dan video pelecehan seksual terhadap anak. Di antaranya, ditemukan video yang diduga dirinya BAK pada milkshake di restoran fast food Arby’s.

Menurut Sharp, dirinya ‘hampir yakin’ sudah membuang kantong milkshake setelah BAK ke dalamnya, tetapi pernyataan ini masih belum jelas. Sharp mengatakan jika ia tidak membuang tas itu, hampir pasti tas itu akan digunakan untuk membuat minuman di restoran.

Tim penyelidik tidak percaya bahwa pekerja lain tahu tentang perilaku aneh manajer mereka. Sharp akhirnya dijatuhi empat tuntutan kepemilikan foto-foto pelecehan seksual dan empat tuntutan memperjualbelikan sejumlah gambar itu.

“Unit Bukti Digital Kejahatan Dunia Maya Bukti belum menemukan bukti bahwa Arby’s atau pemegang franchise mengetahui tindakan keji Stephen Sharp,” ungkap Julie Ballou, sersan polisi Vancouver. ** Baca juga: Hueek, Ada Kepala Ular dalam Makanan Pesawat

Sementara itu perwakilan Arby’s mengecam dugaan tindakan yang dilakukan Sharp. “Dugaan tindakan mantan karyawan franchise itu menjijikkan dan tidak dapat diterima,” demikian pernyataan juru bicara Arby’s.

“Kami telah mengambil tindakan segera dengan kelompok franchise yang memberhentikan mantan karyawan tersebut dan sepenuhnya bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan mereka,” tambah juru bicara tadi.

Saat ini Sharp ditahan dalam Penjara Clark County, dan biaya jaminannya meningkat dari sekira Rp73 juta menjadi sekira Rp585 juta.(ilj/bbs)