oleh

Penumpang KA Protes, Commet Berlangganan Tidak Dijual di Tangerang

Kabar6-Penumpang Kereta Api (KA) mengeluhkan kartu Commet (Commuter Electronik Ticketing) berlanganan KRL yang tidak dijual di stasiun Tangerang.

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) hanya menjual kartu berlanganan itu pada 34 stasiun di Jabodetabek, mulai 1 hingga 5 November 2012.

Rahmansyah, seorang penumpang Commuterline mengatakan, sejauh ini penumpang di stasiun Tangerang belum mendapatkan kabar penjualan tiket KRL commuterline.

Khusus di Tangerang, tiket berlanganan kartu commet hanya diperjual belikan di stasiun Serpong, stasiun Pondok Ranji, stasiun Jurangmangu, stasiun Sudimara, Kota Tangerang Selatan serta Depok, Bogor dan Bekasi.

“Sampai saat ini tiket berlanganan elektronik Commuterline KRL belum dijual di stasiun Tangerang. Padahal, stasiun Tangerang memiliki ratusan penumpang setiap harinya,”kata Rahmansyah, Senin (5/11/2012).

Rahmasyah menuturkan, penjualan kartu coment bagi penumpang yang berlangganan KRL, seharusnya diberlakukan juga di loket Stasiun Tangerang, karena jumlah warga Tangerang yang bekerja di Jakarta sebanding dengan penumpang dari stasiun Serpong menuju Jakarta.

Artinya, PT KAI Commuter Jabodetabek sebagai pengelola kartu berlanganan tiket harusnya menjual kartu commet di stasiun Tangerang sebagaimana penjualan tiket berlanganan KRL diberlakukan di sejumlah stasiun.

“Di stasiun lain, penjualan tiket berlanganan sudah dilakukan mulai tanggal 1 hingga 5 November. Ada sekitar 5.000 kartu berlanganan di jual, tetapi kartu berlangan itu tidak dijual di stasiun Tangerang,”kata pria yang bekerja freelance disalah satu perusahaan Jakarta itu.

Penjaga loket tiket stasiun Tangerang, Indah, membenarkan bahwa stasiun Tangerang belum memberlakukan atau menjual tiket langganan yang sudah diberlakukan di sejumlah stasiun di Jabodetabek.

Pada dua loket stasiun Tangerang, petugas hanya menjual tiket commuterline yang biasanya dijual setiap hari dan tiap jam, tidak perbulan.

Pihaknya berharap stasiun Tangerang juga menerapkan penjualan tiket berlanganan yang sudah diberlakukan di stasiun-stasiun kereta api lainnya.

“Bagi penumpang yang ingin membeli e-tiket berlanganan, sementara ini belum bisa kami layani,” kata Indah, Senin (5/11/2012).

Kepala Stasiun Tangerang, Suhada mengatakan, belum diberlakukan penjualan tiket berlanganan di stasiun Tangerang karena tidak tersedianya peralatan perangkat penjualan elektronik tiket di stasiun tersebut.

Padahal, kebutuhan tiket berlanganan sangat dibutuhkan para penumpang stasiun Tangerang menuju Jakarta.

Karena, 34 stasiun telah menjual kartu commet untuk tiket berlanganan bervariasi dari Rp 337.000 dan Rp 377.000 perbulan.

Penjualan tiket berlanganan perbulan itu dijual sejak 1 November hingga 5 November 2012. Pembeli kartu perdana juga harus membayar harga kartu Rp 20.000.

“Kita belum ada perangkat e-ticketing dan faktanya stasiun Tangerang yang menjadi jalur pemberhentian KRL tidak difasilitasi penjualan tiket berlanganan,” kata Suhada.

Sudaha mengaku, jika kartu berlaganan dijual di stasiun Tangerang akan menekan antrian penumpang di loket penjualan.

Karena, pada pagi hari dari pukul 07.00 hingga 09.00, penumpang Comuterline terus melonjak dan antri panjang membeli tiket di stasiun Tangerang terus terjadi.

Pihaknya berharap pada tahun depan, tiket berlanganan KRL bisa diberlakukan di stasiun Tangerang untuk mengurangi antrian penumpang di loket penjualan tiket.

“Bila tiket berlanganan diberlakukan di stasiun Tangerang, harganya akan lebih rendah dari penjualan tiket berlanganan di stasiun lainnya. Sebab, tarif commuter line dari stasiun Tangerang menuju Jakarta paling rendah Rp 7.000 perorang,” kata Suhada.(rah)

 

Berita Terbaru