oleh

Pelecehan Seks Meningkat, KDRT Menurun

Kabar6-Angka Pelecehan seksual terhadap anak di Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kabupaten Tangerang selama Bulan September meningkat.

Data unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kota Tangerang, setidaknya sudah terjadi 6 kasus pelecehan seks terhadap anak dibawah 18 tahun sepanjang Bulan September.

JUmlah itu mengalami peningkatan bila dibandingkan pada Bulan Agustus, yang hanya berjumlah 4 kasus.

Kanit PPA Polres Kota Tangerang, Iptu Wawan menjelaskan, kasus asusila yang menimpa anak biasanya meningkat selama liburan sekolah, masa lebaran dan setelah musim kelulusan sekolah.

“Minimnya pengawasan orang tua menjadi faktor utama terjadinya asusila terhadap anak. Dengan memberikan kebebasan untuk pacaran semakin meningkat asusila itu terjadi,” terang wawan.

Karenanya, lanjut wawan, dihimbau kepada anak suai sekolah untuk tidak pecaran. “Kepada orang tua juga harus selalu mengawasi. Dan, mulailah bangun komunikasi dengan anak, sehingga anak tidak broken home,” papar Wawan.

Berbanding terbalik dengan kasus pelecehan seks terhadap anak, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) justru cenderung mengalami penurunan selama Bulan September.

Terjadi 9 kasus KDRT selama Bulan Agustus. Dan, hingga melewati pertengahan September, laporan kasus KDRT yang masuk ke polisi baru 6 kasus.

Menurut Wawan, banyak faktor yang menjadi penyebab kekerasan dalam runah tangga. Mulai dari faktor ekonomi, faktor keluarga dan faktor orang ketiga.

“Yang paling mendominasi persoalan ekonomi. Namun yang menjadi penyebab utama adalah minimnya pemahaman agama. Bila saja pelaku KDRT itu mengerti agama, pastinya akan mengurungkan niatnya untuk menyakiti pasangannya karena hal sepele,” terang Wawan. **Baca juga: 2014, Kejahatan Seksual Anak di Tangsel Meningkat.

Demi menekan angka asusila dan KDRT, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan stakeholder diwilayah untuk terus melakukan sosialisasi door to door, termasuk melalui ceramah keagamaan.(agm)

Berita Terbaru