oleh

Pasar Anyar Kota Tangerang Kumuh

Kabar6-Kumuh. Begitulah kondisi Pasar Anyar, di Kota Tangerang saat ini. Kesemrawutan yang terjadi setiap hari, tak urung menuai keluhan, baik dari pedagang maupun dari warga sendiri.

Ibrohim, salah seorang pemilik kios di Pasar Anyar mengatakan, kekumuhan terjadi akibat dibiarkannya pedagang yang membuka lapak dipinggir jalan diluar gedung Pasar.

Selain memicu kesemrawutan, keberadaan lapak pedagang di pinggir jalan sekaligus memicu anjloknya omset pedagang yang berada di dalam gedung pasar.

“Jelas pedagang di pinggir jalan membuat pasar anyar menjadi terlihat kumuh. Dan, omset kami yang berjualan di dalam pasar, menjadi anjlok. Betapa tidak, umumnya pembeli enggan masuk ke dalam pasar, karena harus melewati jalan yang sempit oleh lapak pedagang,” ujar Ibrohim.

Terpisah, Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia Propinsi Banten, Iman Fauzi justru mengklaim bila pasar-pasar tradisional di Kota Tangerang kini hanya tinggal kenangan.

Kondisinya yang semerawut, kumuh dan kotor, terlanjur menjadi ikon negatif bagi pasar tradisional, yang dikelola oleh PD Pasar. Kondisi itu sekaligus membuat pasar tradisional tidak mampu bersaing dengan pasar modern.

“Kian hari kondisinya kian memprihatinkan. Dan, perlahan pasar tradisional mulai ditinggalkan konsumennya. Apalagi PD. Pasar yang mengelola pasar tradisional cenderung stagnan dan tidak memiliki terobosan untuk mengembang pasar tradisional,” ujarnya. **Baca juga: Pelaku Rumsong Dikepung Warga Cipondoh.

Imam mengingatkan, agar kondisi pasar tradisional saat ini menjadi perhatian serius para stakeholder. Karena bila dibiarkan, pasar tradisional dan BUMD pengelolanya bakal jadi pemanis dan tinggal kenangan.(arsa)

Berita Terbaru