oleh

Khotib Shalat Ied Jangan Khotbah Bernuasa Politik

Kabar6-Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Agus Salim, mengimbau kepada para khatib untuk tidak mensyiarkan khotbah berbau politik saat pelaksanaan ibadah shalat Ied nanti. Lantaran bulan Ramadhan kali ini bertepatan dengan tahun politik.

“Kegiatan politik merupakan salah satu kompetisi saling memperebutkan kursi kekuasaan. Untuk itu materi politik sangatlah tidak pantas disampaikan dalam khotbah,” tegas Agus, Selasa (6/8/2013).

Menurut Agus, pada dasarnya pemberian materi khotbah bertujuan untuk memberikan penyejukan serta pembekalan rohani kepada umat. Oleh karena itu, ia tidak sepakat kalau kegiatan rohani tersebut dimanfaatkan satu pihak dijadikan panggung politik.

Ia menekankan, dalam memberikan ceramah shalat Ied nanti khatib yang bertugas diminta mengedepankan pesan kedamaian, persaudaraan, serta membangun umat. Terlebih, mayoritas warga Kota Tangsel memeluk agama Islam.

“Jangan sampai semua yang sudah terjalin terpecah karena adanya kepentingan satu pihak,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel Abdul Rozak memaparkan, terkait pelaksanaan ibadah shalat Ied di wilayahnya akan dilaksanakan di 50 titik. Sebagian besar berlangsung di masjid yang tersebar di tujuh Kecamatan yang ada di Kota Tangsel.

“Berdasarkan laporan yang masuk, cuma dua tempat yang pelaksanaannya (shalat Ied) di lapangan terbuka. Pertama di kantor Wali Kota Pamulang dan di Ciputat,” terangnya.

Ditambahkannya, terkait dengan persiapan pelaksanaan Shalat Ied, Rozak mengatakan setiap titik akan dijaga oleh dua petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dua petugas kepolisian. Termasuk juga penempatan bak sampah di lokasi-lokasi Shalat Ied yang disediakan Pemerintah Kota Tangsel.

“Secara teknis sudah dalam kondisi siap. Tinggal pelaksanaannya saja di seluruh wilayah Tangsel. Kami serahkan kepada masing-masing panitia pelaksana Shalat Ied dimasing-masing masjid,” tandas Rozak.(yud)

Berita Terbaru