oleh

Kembangkan Sayap Bisnis, Dexa Medica Ekspor Obat ke Palestina dan Yordania

Kabar6-Produk farmasi hasil karya anak bangsa yakni obat herbal modern dan obat diabetes, kembali menembus pasar ekspor baru. Produk-produk farmasi Dexa Group ini, akan diekspor secara berkelanjutan selama lima tahun mendatang ke Kerajaan Yordania dan Republik Palestina melalui penandatanganan kerjasama supply agreement antara Dexa Medica—yang merupakan bagian dari Dexa Group dan kedua partner.

Penandatanganan supply agreement ini dihadiri dan disaksikan oleh Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito dan Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah merangkap Republik Palestina Andy Rachmianto.

Ada dua kerjasama ekspor yang disepakati di acara penandatangan. Yang pertama, supply agreement antara Dexa Medica dan Al Noor Drugs Store—partner perusahaan farmasi dari Kerajaan Yordania untuk obat diabetes Metformin Sustained Release serta beberapa produk injeksi, hasil pengembangan ilmuwan dari Dexa Group.

Dan juga obat herbal modern yakni HerbaKOF untuk obat batuk, HerbaVOMITZ untuk meredakan kembung dan mual, HerbaPAIN untuk meredakan nyeri, HerbaCOLD untuk meringankan pilek dan sakit tenggorokan, serta Stimuno untuk daya tahan tubuh.

Sementara kesepakatan lainnya adalah supply agreement antara Dexa Medica dan Anajah Medical Company & Pharmaceutical Palestina untuk produk obat herbal modern (HerbaKOF, HerbaVOMITZ, HerbaPAIN, HerbaCOLD, Stimuno) hasil karya ilmuwan Dexa Laboratories Biomolecular Sciences (DLBS) di Cikarang, Jawa Barat.

Hadir dalam acara tersebut Presiden Direktur PT Ferron Par Pharmaceuticals—yang merupakan bagian dari Dexa Group, Krestijanto Pandji. Terkait kerjasama perdagangan produk farmasi antarnegara ini, Krestijanto Pandji menyampaikan ucapan terima kasih kepada Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Yordania dan Republik Palestina.

Dikatakan Krestijanto, penandatanganan yang dilakukan adalah hasil dari penjajakan yang telah berlangsung pada bulan Maret-April 2019.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari pihak pemerintah Indonesia khususnya untuk Duta Besar Bapak Andy Rachmianto dan tim KBRI di Amman atas respons yang sangat cepat ini, dan juga kepada Badan POM yang telah membina dan mendukung upaya Dexa Group,” kata Krestijanto di Kantor Dexa Medica, Titan Center Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (11/10/2019).

Krestijanto juga mengharapkan setelah penandatanganan kerjasama ini, Department of General Administration of Pharmacy, Ministry of Health Palestine yang merupakan badan pemerintah yang berwenang mengawasi peredaran obat di Palestina dan Jordan Food and Drug Administration yang merupakan badan pemerintah yang berwenang mengawasi peredaran obat di Yordania, dapat mempercepat proses registrasi sehingga produk farmasi yang disepakati dalam kerjasama tersebut dapat diekspor secepatnya ke Yordania dan Palestina.

**Baca juga: ASEAN Federation Cardiology Congress Digelar di ICE BSD.

Selain itu, kerjasama yang berlangsung antara Dexa Group dengan beberapa partner farmasi ini, salah satunya karena komitmen negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk melakukan penguatan kolaborasi dalam mencapai kemandirian obat dan vaksin sesuai kesepakatan pada akhir November 2018.

“Komitmen dengan negara yang tergabung dalam OKI, salah satunya terkait dengan kehalalan produk farmasi. Produk Metformin Sustained Release dan obat herbal modern merupakan produk yang telah mendapatkan label halal dari LPPOM MUI. Karenanya dengan langkah ini, kami berharap produk farmasi Indonesia dapat berkembang di pasar Timur Tengah sehingga hasil akhirnya dapat membantu negara dalam peningkatan devisa,” jelas Krestijanto Pandji.(fit)

Berita Terbaru