oleh

Duh, 4 Juta Pegawai di Banten Belum Ikut BPJS

Kabar6-Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) punya pekerjaan rumah cukup rumit dan mesti segera diselesaikan.

Kondisi itu menilik dari hasil kinerja perusahaan pelat merah tersebut, dalam melakoni program layanan yang secara resmi dicanangkan pada awal tahun ini. Implementasinya dianggap masih amburadul.

Demikian dikatakan Kepala Divisi.BPJS Kesehatan Regional XIII Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Mira Anggraeni di Serpong, Senin (03/11/2014).

“Hasil penelitian menunjukan, sebanyak tujuh juta warga Banten belum terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan,” katanya.

Rumitnya sistem dan birokrasi pengurusan administrasi dari warga yang mau menggunakan BPJS Kesehatan dipandang sebagai pemicunya.

Menurut Mira, mayoritas warga sebelumnya menggunakan layanan kartu Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) hingga Asuransi Kesehatan (Askes) dan ingin beralih ke BPJS.

Mira mengatakan belum sepenuhnya warga Banten yang tercover BPJS dinilainya masih wajar. Sebab bila melihat pembentukan BPJS yang baru awal 2014, hal ini masih dalam angka batas toleransi.

Ia mengatakan saat ini pihaknya masih fokus membereskan pemindahan asuransi masyarakat, mulai dari Jamsostek hingga Askes.

“Bila sudah rampung, kita langsung ngebut untuk menggarap warga yang belum punya BPJS,” katanya ditemui di sela-sela Workshop Jurnalis dengan tema “Bagaimana BPJS Bekerja”,” ujarnya.

Mira mengungkapkan, bila fokus penggarapan setelah pengalihan asuransi sudah selesai pihaknya akan menyisir badan usaha. Menurutnya, badan usaha penting untuk digarap karena mereka memiliki jumlah pekerja yang cukup banyak.

Dirinya menargetkan, penggarapan jumlah pekerja selesai pertengahan 2016. Target ini tidak terlalu muluk karena target Kementerian Kesehatan sendiri seluruh warga menjadi anggota BPJS pada 2019. **Baca juga: Soal Bayi Tewas, RSUD Tangsel Klaim Sesuai Prosedur.

Mengenai fasilitas BPJS yang banyak dikeluhkan, seperti antrean terlalu lama, dan sebagainya, Mira mengatakan saat ini masih dalam proses perbaikan. “Semua dilakukan secara bertahap,” katanya.(yud)

Berita Terbaru