oleh

Benarkah Netizen Indonesia tidak Sopan?

Oleh: Purnomohari Kuncoro ,S.Pd
Guru SDN larangan 11 kota Tangerang

Kabar6-Raksasa teknologi dunia, Microsoft, mengumumkan hasil survey yang menghebohkan. Yakni bahwa masyarakat Internet Indonesia adalah yang paling tidak sopan di Asia Tenggara, bahkan sedunia bersama beberapa negara lain. Rilis ini membuat netizen ‘marah’ dan protes keras, yang dilampiaskan dengan cara ‘menyerang’ dan mengolok akun perusahaan pembuat Windows itu.

Mengapa hal ini terjadi? Bagaimana bisa kita dinilai sebagai pengguna Internet yang tak beradab? Walaupun mungkin kita tak perlu terlalu risau, namun jika tidak dicermati, hal ini tentu bakal membuat generasi penerus bangsa akan semakin tak terkendali tanpa etika dalam media sosial dan Internet. Tentu saja kita tak ingin itu terjadi.

Lalu bagaimana memperbaiki kesan buruk itu? DCI adalah peringkat atau indeks kesopanan warganet saat mereka menggunakan Internet untuk berinteraksi.

Yang heboh adalah bahwa ternyata kita (Indonesia), peringkatnya sangat ‘buruk’.Peringkatnya /indeksnya nyaris paling bawah.Dengan kata lain, warganet Indonesia itu dianggap PALING TIDAK SOPAN di Internet.

Dalam upaya untuk mempromosikan interaksi online yang lebih aman, lebih sehat, dan lebih saling menghormati di antara semua orang sejak 2016, Microsoft telah melakukan survei pada remaja dan orang dewasa di seluruh dunia tentang keadaan kesopanan digital.

Survei terbaru ini menandai tahun kelima berturut-turut penelitian itu, di mana kami kembali bertanya kepada responden tentang keterpaparan mereka terhadap 21 risiko online yang berbeda dalam empat kategori: perilaku, seksual, reputasi, dan pribadi / mengganggu. Secara total, lebih dari 16.000 responden di 32 geografi berpartisipasi (503 di Indonesia), terbagi rata antara remaja dan dewasa. Penelitian selesai pada bulan April dan Mei 2020.

HASILNYA: Dibandingkan tahun sebelumnya, Keadaban Digital memburuk 8 poin menjadi 76.Terendah sedunia adalah Afrika Selatan (peringkat ke 32).Sementara itu kita di peringkat ke 29.Dan ini kalah jauh dari Singapura, terbaik di Asia Tenggara. Dan kita yang paling buruk di Asia Tenggara.

Gara-gara pengumuman ini, warganet Indonesia jadi marah,lalu ‘menyerang’ Microsoft dengan mengolok mereka di Internet.Karena banjir komentar negatif dari netizen, terpaksa Microsoft menutup kolom komentarnya. Dan ini adalah BUKTI BAHWA NETIZEN INDONESIA BENAR2 TAK SOPAN. Banyaknya berita HOAKS,PERUNDUNGAN dan lain sebagainya.

DCI mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya.Survei berlangsung April dan Mei 2020, terbit Februari 2021.

Ada lebih dari 16 ribu responden dari 32 negara, 503 di antaranya berasal dari Indonesia.Indonesia urutan ke-29, sekaligus menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara (paling tidak sopan). Vietnam peringkat 24, Thailand ke-19, Filipina ke-13, Malaysia dan Singapura dan sebagai negara teladan di Asia Tenggara.

Kemunduran tingkat kesopanan paling banyak didorong 3 faktor yang mempengaruhi risiko kesopanan:

– hoaks dan penipuan naik 13 poin ke angka 47%.

– ujaran kebencian naik 5 poin menjadi 27%.

– diskriminasi turun 2 poin menjadi 13%.

Anonim meningkat pesat ke 48%

5 dari 10 responden mengaku terlibat dalam perundungan digital; dengan 47% responden terlibat dalam insiden itu, sedangkan 19% mengaku sebagai target perundungan.

Namun disisi lain dikatakan Orang Indonesia paling murah senyum (The Smiling Report)Orang Indonesia paling religius (survei Gallup dan Abt Associate 2019)Orang Indonesia paling murah hati sedunia (survei Charities Aid Foundation tahun 2018). Dengan sampel 150 ribu orang dari 146 negara. 78% orang Indonesia senang mendonasikan hartanya pada orang lain, dan 53% penduduk Indonesia gemar menjadi relawan alias bekerja tanpa dibayar, meluangkan waktu untuk banyak pertemuan sosial, gotong royong, dan lain-lain.

**Baca juga: Berikan Wajah Baru, SDN Karawaci Baru 6 Siap Sambut Tahun Ajaran Baru 2021/2022

Mestinya memang kita berkaca diri. Apa yang dibilang dalam DCI itu harus kita renungkan dan ambil langkah yang pasti untuk memperbaikinya.Setidaknya ini adalah yang terjadi di sekitar kita saat ini.

Mari bersama kita lawan pembuktian DCI dengan memperbaiki diri. Kita sebagai guru bisa ajarkan cara berinternet yang baik.(*/oke)

Berita Terbaru