oleh

30 April, Masa Tugas Direksi BUMD Tangsel Selesai

Sistem pembayaran layanan parkir meter di Tangsel masih manual.(yud)

Kabar6-Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie memastikan, masih mempertimbangkan pengelolaan layanan parkir meter pada badan jalan atau on street dialihkan.

Kebijakan itu diutarakan, meski saat ini sistem yang dikelola oleh PT Pan Satria Sakti menuai masalah.

“Ini yang masih tarik ulur, (rencana mengganti vendor) belum ya,” kata Bang Ben, sapaan akrab Benyamin Davnie menjawab pertanyaan kabar6.com di Puspiptek, Kecamatan Setu, kemarin.‎

Menurutnya, sampai kini masih dalam tahapan uji coba. Sehingga, Pemerintah Kota Tangsel belum berencana mendelegasikan kepada induk perusahaan atau holding company di Badan Usaha Milik Daerah menjadi operator parkir meter.

Bang Ben menegaskan, saat ini PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS) pun masih dalam tahap pembenahan.

Hal mendasar itulah yang jadi alasan paling mendasar berikan kewenangan menjadi operator parkir meter on street sedikitnya di delapan titik lokasi.

“30 April ini BUMD akan habis masa jabatan direksinya. Dan kita akan melakukan evaluasi dan melakukan pemilihan kembali,” tegasnya.

Disinggung perihal apakah ideal bila uji coba terhadap mesin lebih dari tujuh bulan pascapeluncuran di samping area Teraskota, Kecamatan Serpong pada Minggu (10/8/2015) lalu. Bang Ben mengaku, jika bicara soal waktu itu relatif. **Baca juga: Soal Parkir Meter, Pemkot Tangsel Pesimis Kejari Keluarkan LO.

Namun saat disodorkan pertanyaan ihwal praktek di lapangan proses transaksi masih manual, dan operator  mengklaim mesin‎ parkir meter bisa untuk transaksi bayar tagihan rekening listrik, air bersih, beli tiket kereta api dan lain sebagainya. **Baca juga: Gagal Beraksi, Pria Jambret Nyaris Dibakar Warga Tangerang.

“Belum mendelegasikan ke BUMD, belum sampai kesana. Kita mendapat kabar kalau (parkir meter) ini inovasi bagus diapresiasi oleh berbagai pihak. Mudah-mudahan semuanya lancar,” klaimnya.(yud)

Berita Terbaru