oleh

Tingkatkan Kebiasan Literasi ala SDN Bojong 4 Pandeglang

Kabar6-Sebagai upaya untuk mendukung budaya baca di sekolah yang digagas oleh USAID Prioritas, SDN Bojong 4 Pandeglang, Banten, telah merintis program baca setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis selama lima belas menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

 

“Kami sudah melaksanakan program baca untuk seluruh siswa selama lima belas menit pada hari Selasa, Rabu dan Kamis. Lewat program baca, kami berharap siswa jadi senang membaca dan dapat terus melakukannya di sela-sela waktu istirahat sekolah,” ujar Siti Aisah, S.Pd., guru kelas V SDN Bojong 4 Kecamatan Bojong Kabupaten Pandeglang, yang dijumpai usai pembelajaran.

 

“Bukan hal yang mudah untuk membangun kebiasaan membaca di sekolah kami. Oleh karena itu program membaca di sini dibuat senyaman mungkin bagi siswa sehingga mereka gemar membaca. Selain itu, siswa kelas tinggi membimbing siswa kelas awal saat kegiatan membaca tiba,” ujarnya menambahkan.

 

Siti Aisah berpendapat, motivasi membaca siswa sangat kurang sebelum ada program baca. Hal ini disebabkan karena kurangnya fasilitas dan sarana untuk membaca seperti pojok baca dan ruang baca yang nyaman untuk siswa.

 

Oleh karena itu, sekolah berinisiatif membangun ruang baca yang letaknya tak jauh dari sarana bermain siswa sehingga dapat menjadikan kebiasaan membaca dengan menyenangkan.

 

“Setelah mendapatkan hibah buku dari USAID Prioritas kini koleksi buku kami bertambah. Kemudian kami membuat pojok baca di beberapa sudut kelas sehingga memudahkan siswa untuk membaca saat sela-sela pembelajaran dan waktu istirahat,” ungkap Siti.

 

Sekolah yang memiliki siswa sekitar seratus lima puluhan ini memiliki program baca yang unik. Agar memudahkan siswa kelas awal membaca, siswa kelas tinggi dimknta untuk membimbing siswa kelas awal saat membaca, di sela-sela istirahat pembelajaran atau pulang sekolah.

 

Selain itu juga pihak sekolah memajangkan kalimat-kalimat motivasi di dinding sekolah sehingga siswa terbiasa membaca. Ini adalah upaya meningkatkan kebiasaan literasi. ** Baca juga: Sambut Lebaran, Majelis Taklim Asy Syukuriah BSD City Santuni Yatim & Dhuafa

 

Menurut Siti, di beberapa mata pelajaran, siswa kelas tinggi diminta untuk membuat “Big Book” yang dapat digunakan guru sebagai alat bantu mengajar. Big Book menjadi produk pembelajaran siswa yang berisi rangkuman materi mata pelajaran. (asri)

Berita Terbaru