oleh

Soal Sampah, Kinerja DKPP Tangsel Terus Disoroti

Kabar6-Kalangan legislatif terus menyoroti kinerja Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Para Wakil Rakyat itu melihat, hingga kini penanganan sampah perkotaan diwilayah itu masih amburadul.

Penilaian atas tidak maksimalnya kinerja DKPP, bahkan sampai berkembang dan memunculkan usulan dilakukannya pemisahan atas perangkat daerah itu.

Namun, usulan itu secara tegas ditolak oleh Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Ia berpandangan hal itu bukan menjadi faktor terpenting. Sebab efektivitas dari struktural kinerja Pamong Praja di organisasi itu terus dipantau.

“Sebenarnya menurut saya tinggal hanya penempatan orang di situ saja,” tegas Airin ditemui wartawan usai menghadiri acara sidang paripurna di Gedung DPRD Kota Tangsel, Kecamatan Setu, (21/4/2014).

Menurutnya, telah ada mekanisme penilaian kinerja bagi semua Pamong Praja dan selama ini telah berjalan. Termasuk sudah tidak perlu lagi ada studi banding ke luar daerah. Sekarang  tinggal penanganannya saja secara intensif.

Sejak setahun terakhir ini, Airin bilang, telah ada efisiensi penanggulangan. Dianggap efektif karena mampu melibatkan masyarakat luas di sejumlah perumahan.

“Tahun anggaran ini alokasinya ditambah. Ditargetkan setiap RW sudah punya Bank Sampah,” terangnya.

Ia mencontohkan, seperti halnya program penanggulangan sampah pada perumahan warga di Kecamatan Pondok Aren. Lewat program Bank Sampah, warga sekitar mampu mengelolanya menjadi barang ekonomis.

Titik lokasi Bank Sampah ini dijadikan sebagai Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST)  dengan metote Reduce, Reuse, Recycle (3R). Selain ramah lingkungan, sistem itu juga mampu menekan debit volume sampah yang akan dibuang ke TPST Cipeucang, Setu. **Baca juga: Airin: Pembuangan Sampah Ilegal Terus Digempur.

“Alhamdulillah ada efisiensi setelah ada penggempuran yang melibatkan masyarakat. Tahun 2014 terus kita anggarkan untuk penggempuran itu,” tambah Airin.(yud)

Berita Terbaru