oleh

Sejumlah Ruas Jalan Protokol di Tangsel Minim Drainase

Kabar6-Minimnya draninase di sepanjang jalan protokol di Tangerang Selatan (Tangsel), seperti Jalan Raya Ciputat, Serpong, dan Pamulang disebut sebagai biang utama macet setiap kali hujan lebat mengguyuri kawasan tersebut.

Sebab, genangan air tinggi akan lama bertahan dan menghambat kendaraan melintas.

Pantauan kabar6.com di sepanjang jalan Raya Ciputat, hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak dinihari hingga subuh tadi membuat sejumlah ruas jalan tergenang air.

Tak hanya itu arus lalu lintas pun jadi tersendat. “Kalau saja drainasenya bagus, pasti tidak separah ini genangannya,” ucap Sarwani, warga Pamulang yang terjebak macet di depan Ramayana Ciputat.

Bukan hanya itu, genangan air hujan yang cukup tinggi menyebabkan kemacetan parah terjadi di sepanjang Ciputat. Kemacetan sudah mulai terasa sejak perempatan Gaplek, Pamulang.

Saking parahnya, jarak tempuh antara Gaplek-Ciputat sampai dua jam padahal biasanya hanya dalam hitungan menit. “Macetnya parah banget dari keluar rumah di Jalan Raya sudah tidak bergerak,” tutur Dini, warga Ciputat yang tinggal di Legoso, belakang Polsek Ciputat.

Serupa dengan warga Ciputat, warga di Serpong, mengeluhkan minimnya drainase di sepanjang Jalan Makam Pahlawan Seribu. Di sepanjang jalur ini, kerap terjadi genangan air setinggi betis orang dewasa, yang menyebabkan macet panjang.

“Khususnya di Rawa Buntu, genangan tinggi sekali saat hujan,” imbuh Daniel, pemilik salah satu rumah makan di Rawa Buntu.

Menurutnya, tidak adanya drainase yang memadai menjadi penyebab utama jalan tersebut tergenang air. Bahkan, sekaing tingginya intensitas genangan, setiap kali hujan turun, membuat jalan yang baru saja diaspal langsung rusak karena tergerus air hujan.

“Lihat saja jalannya, baru 4-5 hari diperbaiki langsung hancur, itu karena tergenang air,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Tangsel Retno Pratiwi mengatakan, pihaknya akan konsolidasikan soal pembangunan drainase di jalan tersebut kepada pihak Provinsi Banten.

Sebab, jalan itu sebagain milik provinsi dan jalan nasional. “Saya akan koordinasikan dengan provinsi, nanti kami tindaklanjuti,” ucapnya melalui pesan singkat kepada wartawan.(iqmar)

Berita Terbaru