oleh

Satpol PP Tangsel Berjanji Venesia Ditutup Hingga Tempat Hiburan Boleh Buka

Kabar6-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan berjanji akan menutup Karaoke and Executive Lounge Venesia BSD Serpong, hingga ada putusan tempat hiburan boleh dibuka.

Hal itu diungkapkan oleh, Kepala Bidang Penegakan Hukum Perundang-undangan (Gakumda) Satpol PP Kota Tangsel, Sapta Mulyana saat menyegel Venesia, Selasa 14 September 2021.

“Ini (Venesia, red) kita tutup, sampe ada putusan bahwa tempat hiburan boleh buka. Ini kita tutup bukan sandiwara. Kita tutup. Karena saya nyegel saya punya hak punya kewenangan mengecek sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Sapta menjelaskan, tujuan utama penyegelan kali ini adalah tempat karaoke, kemudian pihaknya menyita beberapa botol minuman keras (miras) saat penyegelan Venesia.**Baca Juga: Latah, Satpol PP Tangsel Segel Karaoke Venesia

Menurutnya, pihaknya tidak akan bosan melakukan penindakan-penindakan seperti ini, jika itu ditemukan indikasi pelanggaran.

Menurutnya, jika mereka yang disegel sudah menyelesaikan problematika yang dilakukan, maka yang bersangkutan punya hak kembali untuk membuka usaha nya.

“Kita menindak bukan membunuh. Dimanapun berada kita menindak untuk memberikan pelajaran dan rasa jera dan juga kaitannya dengan situasi pandemi ini kita perketat,” terangnya.

Saat ditanya terkait rekomendasi dari Polda Metro Jaya untuk melakukan sanksi berdasarkan Undang-undang Kekarantinaan, Sapta mengatakan, pihaknya sudah melakukan sesuai dengan prosedur yang ada.

“Maka keterangan kejelasan dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan, red) sangat penting. Tidak gegabah dalam memproses setiap permasalahan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan (Tangsel) gelar seremonial penyegelan Karaoke and Executive Lounge Venesia BSD, Serpong. Padahal kegiatan serupa sudah dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada Sabtu dinihari kemarin.

Kepala Bidang Penegakan Hukum Perundang-undangan (Gakumda) Satpol PP Kota Tangsel, Sapta Mulyana menerangkan, disegelnya Venesia BSD itu tidaklah baru.

Dirinya menegaskan, setiap pergerakan seperti penyegelan itu belum tentu melibatkan semua jajaran, seperti penyegelan yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya beberapa hari lalu.

“Polisi nangkep teroris misalnya di tingkat RW, mau polsek dilangkahi dan itu prosedur bagaimana pergerakan itu cepat dan sasaran tercapai, tetapi tetap ada koordinasi, jadi pergerakan (penangkapan, red) tidak tercium, kegagalan dan bagian dari proses penindakan,” ujarnya kepada wartawan dilokasi, Selasa (14/9/2021).(eka)
_____

Berita Terbaru