oleh

Pemkab Tangerang Fasilitasi Beasiswa Sekolah Masyarakat Ekonomi Rendah

Kabar6-Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melansir jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Tangerang tertinggi se-Banten. Tercatat angkanya mencapai 22,194 orang.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Fahrudin menjelaskan, pemerintah daerah setempat sebenarnya memiliki program yaitu beasiswa bagi anak yang berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Seharusnya, ia lanjutkan , sesuai dengan program nasional wajib belajar 12 Tahun ini, di wilayah Kabupaten Tangerang tidak lagi ditemukan anak yang mengalami putus sekolah. Namun, apabila memang ditemukan anak yang mengalami putus sekolah karena faktor ekonomi, maka pihaknya akan langsung memfasilitasi untuk sekolah.

“Andai kata ada yang putus sekolah, kami akan fasilitasi. Berapa jumlahnya. Dan harus dari keluarga yang tidak mampu atau berpenghasilan rendah,” kata Fahrudin.

Tentunya, hal ini juga sejalan dengan visi Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, dalam menciptakan generasi cerdas dan religius di Kabupaten Tangerang.

Fahrudin pun mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang bilamana di lingkungan sekitarnya ditemukan anak yang mengalami putus sekolah.

“Kami akan segera eksekusi, kami akan sisipkan ke sekolah – sekolah negeri sesuai ketentuan zonasi,” terangnya.

**Baca juga: Kementerian Pendidikan Catat 22.194 Anak di Kabupaten Tangerang Putus Sekolah

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail menambahkan, pihak pemerintah daerah harus mencari tahu terlebih dahulu, terkait faktor penyebab anak-anak mengalami putus sekolah.

“Kita lihat dulu, faktor putus sekolahnya, karena memang saat Covid-19, ekonomi masyarakat sangat terdampak sekali,” tambahnya.(Rez)