oleh

Pariwisata Dipukul Pandemi, Kadin PB Optimis Visi Lebak Bisa Terwujud

Kabar6-Pariwisata menjadi salah satu sektor yang ambruk dihantam pandemi Covid-19. Selama setahun sepanjang tahun 2020, sektor ini mengalami keterpurukan dengan anjloknya kunjungan wisatawan.

Salah satunya dialami oleh Kabupaten Lebak. Daerah di Provinsi Banten yang punya banyak obyek wisatawan yang pada tahun 2019 dikunjungi oleh 1 juta lebih wisatawan baik domestik maupun mancanegara tersebut hanya dikunjungi 200 ribu wisatawan pada tahun 2020.

Padahal, di periode kedua kepemimpinan Bupati Iti Octavia Jayabaya (2019-2024), visinya adalah menjadikan Lebak sebagai destinasi wisata unggulan Nasional berbasis potensi lokal. Maka tak heran, visi ini pun dipertanyakan apakah bisa terwujud lantaran sektor pariwisata yang jatuh dipukul pandemi.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Paradigma Baru Kabupaten Lebak Hera Komaratullah justru optimis, visi besar tersebut dapat terwujud.

“Saya justru optimis visi Lebak menjadi destinasi wisata unggulan Nasional akan bisa terwujud walaupun setahun ini terdampak karena pandemi,” kata Hera saat berbincang dengan Kabar6.com, Rabu (24/3/2021).

Bukan tanpa alasan, karena menurut Hera, Lebak adalah daerah dengan banyak keunggulan dengan ditunjang berbagai sarana. Mulai dari akses transportasi kereta api maupun jalan tol.

“Saya percaya ke depan Lebak juga akan ditopang dengan berbagai askes lainnya karena Lebak sangat luar biasa potensinya,” ujar Hera.

Hera mengatakan, dengan berbagai potensi yang ada di Lebak, Kadin PB terus meyakinkan kepada para pengusaha di luar daerah untuk mau berinvestasi.

“Kami selalu berusaha meyakinkan dan bisa membawa investor ke sini. Kami yakinkan mereka Lebak adalah daerah yang tepat untuk berinvestasi tentunya juga dengan aturan-aturan yang harus dipatuhi tanpa merugikan masyarakat,” papar Hera.

**Baca juga: Pedagang Subuh Pasar Rangkasbitung Akan Ditata.

Kembali ke pariwisata, sambung Hera, sayangnya dengan potensi yang luar biasa besar dimiliki Lebak, banyak dalam industri wisata yang belum dikelola secara maksimal.

“Ini menjadi PR kita bersama, termasuk masyarakatnya yang harus benar-benar mencintai wisata di daerahnya sendiri dan mampu menangkap peluang-peluangnya,” harapnya.(Nda)

 

Berita Terbaru