Nelayan Dadap Tunggu Penjelasan Pengembang Jembatan Pulau Reklamasi

kabar6.com
Nelayan Dadap.(ver)

Kabar6-Sejumlah nelayan Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, memprotes pembangunan jembatan penghubung Pulau Reklamasi di muara sungai Dadap.

Pasalnya, pembangunan jembatan tersebut tidak berkoordinasi dengan masyarakat nelayan setempat. Padahal lokasi pembangunan jembatan tersebut merupakan akses nelayan Dadap untuk melaut.

Pantauan wartawan bersama sejumlah nelayan, pembangunan jembatan di pulau reklamasi masih berlangsung. Sejumlah alat berat tampak dikerahkan di pulau reklamasi tersebut. Para pekerja juga terlihat masih beraktivitas.

Ketua forum masyarakat nelayan Dadap, Waisul Kurnia mengatakan muara sungai Dadap merupakan akses utama nelayan untuk pergi melaut.

Artinya, bila pembanguan jembatan penghubung menuju pulau reklamasi di muara sungai Dadap masih dilanjutkan, para nelayan khawatir mempengaruhi aktivitas nelayan.

“Muara Dadap akses nelayan di Kampung Dadap. Daerah yang mereka uruk dijadikan jembatan penghubung tadinya lokasi tangkapan nelayan. Sekarang nelayan, harus melaut lebih jauh lagi, harus ber mil mil sejak dilakukan pengurugan,” kata Waisul, Rabu (18/7/2018).

Menurut Waisul, kekhawatiran nelayan Dadap dengan adanya pembangunan jembatan penghubung. Seharusnya bisa dijelaskan oleh pihak pengembang agar nelayan tidak merasa resah dengan adanya proyek pembangunan jembatan.

Namun, sampai saat ini tidak ada penjelasan dari pihak pengembang kepada nelayan. Akhirnya, nelayan melakukan protes dengan cara mengusir kapal tongkang.

“Saya minta pengembang proyek pembangunan jembatan di pulau reklamasi bisa duduk bersama nelayan Dadap untuk menjelaskan apakah pembangunnan jembatan berdampak kepada nelayan atau tidak,” tuturnya.

Alwi, nelayan Dadap lainnya menambahkan, dirinya merasa kecewa terhadap pengembang proyek pembangunan jembatan di pulau reklamasi.

Sebab, nelayan sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi tentang kekhawariran nelayan tersebut ke pihak pengembang melalui mandor.**Baca juga: Pembangunan Jembatan di Kampung Dadap Dianggap Rugikan Nelayan.

“Bagaimana nelayan bisa tahu penjelasan real dampak pembangunan jembatan di pulau reklamsi sementar pengembang belum pernah menemui nelayan,” pungkasnya.(ver)