oleh

KPN Ungkap Bahtiar Layak Jadi Pj Gubernur DKI Jakarta

Kabar6-Kajian Politik Nasional (KPN) melakukan survei Evaluasi Kerja Gubernur DKI Jakarta dan Harapan Publik Terhadap Penjabat Gubernur masa tugas 2022-2024. DPRD DKI Jakarta pun telah mengusulkan tiga nama sebagai calon Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan yang akan berakhir pada 16 Oktober 2022 mendatang.

Ketiga nama terpilih yakni Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Marullah Matali, serta Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar.

Dalam survei KPN yang digelar 20-24 September 2022, melibatkan responden: 600 responden dengan margin of error +/- 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

**Baca Juga: Pimpinan DPRD Meradang Soal Minim Kontribusi Pemprov Banten ke Kota Tangerang

Wawancara penelitian dilakukan melalui sambungan telepon dan pengisian kuesioner digital kepada responden, dengan metode Multistage Random Sampling. Dalam hasil survei tersebut Bahtiar unggul dan mendapatkan respon yang tinggi dari publik sebesar 42 persen.

Direktur Eksekutif KPN, Adib Miftahul mengatakan survei tentang Pj tersebut siapa sebenarnya yang pantas dinilai oleh publik dapat menggantikan Anies. Ia mengatakan kuncinya adalah bahwa netralitas dari kepentingan politik mendominasi 26 persen dan netralitas dari politisasi masa lalu sebanyak 12 persen.

“Dari itu tergambarlah 42 persen pak Bahtiar itu leading didamping Heru Budi Hartono Kepala Sekretariat Presiden dan Sekda DKI Marullah. Karena gambaran ini politik itu jelas, bahwa publik DKI tidak menginginkan pembelahan, polarisasi yang sedemikian tajam di DKI. Jadi pemetaan dalam survei itu kata kucinya ada disitu,” ujar Adib saat jumpa pers di salah satu hotel di Kota Tangerang, Selasa (4/10/2022).

Menurutnya dari dua kata kunci tersebut yakni netral dari kepentingan politik dan netral dari polarisasi politik. Bahtiar unggul 42 persen dibandingkan Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta sebanyak 26 persen, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono 7 sebanyak persen.

“Gambaran ini juga melandasi kenapa Bahtiar itu leading, ya tadi itu saya sebutkan bahwa Heru Budi Hartono bisa di cap jokowi karena memang politis banget ini kepentingan pemerintah pusat, ketika diajukan Marullah Matali publik DKI khawatir ini kepentingan dari Anies,” katanya.

Adib berpendapat unggulnya nama Bahtiar dalam rilis surveinya tersebut menjadi jalan tengah untuk publik DKI sebagaimana kata kunci yang disampaikan.

“Makanya ketika ditawarkan nama Bahtiar menjadi jalan tengah ini adalah pilihan lintas warga DKI dalam soal perpolitikan atau Pj Gubernur DKI nanti,” katanya.

“Makanya, saya kira ruang-ruang apatisme publik DKI soal dalam “polarisasi politik” ini yang mendasari Bahtiar terpilih,” tandasnya. (Oke)