oleh

Kota Tangsel Jadi Pilot Project Bangunan Nol Emisi Karbon

Kabar6-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sedang mencanang daerah-daerah di seluruh Indonesia untuk didorong menyusun kebijakan dalam kaitan dengan efisien energi bangunan. Setiap daerah mesti menerbitkan rekomendasi bangunan gedung yang ramah energi dan lingkungan.

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie mengungkapkan, dari kota/kabupaten di seluruh Indonesia hanya dua yang dipilih. Yaitu Kota Balikpapan dan Kota Tangsel.

“Karena nanti endingnya persoalan kebijakan bangunan nol emisi karbon,” ungkapnya saat acara ‘Rapat Persiapan Pilot Project efisiensi Energi di Gedung, Kerjasama antara Kementerian ESDM dan Global Building Performance Network, di Balai Kota Tangsel dikutip Kamis (1/9/2022).

Ia jelaskan, dalam rangka mendorong efisiensi energi pada bangunan gedung di seluruh Indonesia, Kementerian ESDM dan GBPN menjalin kerja sama reformasi kebijakan efisiensi pada bangunan gedung. Sejalan dengan target zero emisi dimana Kota Tangsel salah satunya ditunjuk sebagai pilot projects dan selain Kota Balikpapan.

“Tentu saja kami mendukung proyek kegiatan ini karena efisiensi energi bangunan penting. Kota Tangsel sebagai daerah baru yang luas wilayahnya hanya 164 kilometer persegi,” terang Benyamin.

Nanti, ia melanjutkan, Kota Tangsel salah satu fungsi kotanya sebagai daerah hunian selain pendidikan dan lainnya. Pemerintah daerah tidak mendesain Tangsel sebagai kota industri serta kota pariwisata berbasis alam.

Tetapi dengan berdirinya tekanan pada pendidikan dan hunian, sudah serta akan banyak gedung-gedung yang berdiri di Kota Tangsel.

“Oleh karena itu sangat penting untuk menyusun kebijakan dalam kaitan dengan efisien energi bangunan di Kota Tangsel,” jelas Benyamin.

Menurutnya, hal ini penting dilakukan karena Tangerang Selatan merupakan kota yang berkembang pesat dan memiliki banyak proyek bangunan baru. Dengan naiknya harga energi, penghematan energi menjadi solusi yang sangat penting dilakukan. Selain itu, upaya efisiensi energi ini dapat mengurangi pemanasan global dan dampak negatif perubahan iklim.

“Jika biaya energi dapat dihemat, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tangerang Selatan,” papar Benyamin.

GBPN adalah organisasi non-pemerintah (NGO) global yang berfokus memberikan bantuan teknis dan masukan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan bangunan gedung yang lebih efisien dalam penggunaan energi dan sumber daya lainnya. Penasihat Senior GBPN Indonesia, Sandra Pranoto menjelaskan bahwa komitmen GBPN untuk mempercepat pencapaian berbagai target ini melalui penyediaan bantuan teknis dan reformasi kebijakan menggunakan pendekatan bottom-up.

“Kolaborasi ini dimulai pada bulan Agustus 2022 dan melalui kerja sama ini, GBPN berharap dapat membantu kota Tangerang Selatan untuk menjadi salah satu kota pertama di Indonesia yang memiliki peta jalan dalam mendorong pertumbuhan bangunan yang hemat energi. Nantinya keberhasilan program ini di Kota Tangerang Selatan akan menjadi contoh bagi kota lainnya di Indonesia,” Sandra Pranoto menjelaskan.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan dipilih sebagai kota percontohan (pilot city) dalam program Kementerian ESDM ini dikarenakan pertumbuhan kota yang cepat dan banyaknya bangunan gedung yang sedang dibangun yang berpotensi menghasilkan emisi CO2 yang cukup signifikan.

Sementara itu, Direktur Konservasi Energi EBTKE, Ni Luh Puspa Dewi menyampaikan apresiasinya kepada Pemkot Tangsel yang berkomitmen mewujudkan Net Zero Emissions. Oleh karenanya, kerja sama ini harus segera dilaksanakan dan dilakukan.

**Baca juga: Tangsel Marathon Digelar 11 September 2022

“Sektor energi memiliki kewajiban menurunkan emisi. Hal itu dilakukan dengan dua pendekatan yaitu dari sisi demand, pengguna energi dan dari sisi suply, penyedia energi,” jelasnya.

Kedua pendekatan tersebut dilakukan secara bersama melalui kebijakan transisi energi. Penggunaan energi sektor transportasi, industri, rumah tangga dan sektor komersial sangat berperan mencapai target Net Zero Emissions.(Adv)