Diterjang Angin, Hektaran Padi Siap Panen di Cilegon Rusak

Sejumlah perangkat wilayah di Pamulang tinjau rumah janda yang roboh.(yud)
Padi yang roboh akibat diterjang hujan disertai angin kencang di Cilegon.(sus)

Kabar6-Hektaran tanaman padi milik petani di Kota Cilegon, roboh setelah diguyur hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah itu sepanjang Selasa (22/3/2016). Padahal, hektaran lahan pertanian itu sebentar lagi bakal memasuki masa panen.

Para petani terancam merugi, lantaran tanaman padinya yang belum berisi seluruhnya, rusak dan terpaksa harus dipanen lebih awal. Kondisi ini, dialami sejumlah petani yang berada di wilayah Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.

Muniran, salah seorang pemilik lahan pertanian di sekitar area pesawahan menuturkan, tanaman padi miliknya baru memasuki usia 70 hari, sehingga masih membutuhkan waktu 45 hari untuk dipanen.

“Kalau sudah begini (roboh-red) mau tidak mau kami harus memanennya lebih awal. Kalau dibiarkan akan membusuk, apalagi ini musim hujan sementara padi belum semuanya berisi. Paling nanti yang didahulukan yang roboh,” kata Munir di areal persawahan miliknya.

Petani lainnya, Ahrusi mengaku merugi karena selain kurang isi, harga penerimaan pembelian gabah kepada para petani juga cukup rendah akibat kualitas padi yang menurun.

“Rugi ini mah, apalagi belum berisi. Biasanya sepetak dapet lima kwintal, sekarang paling juga dapet tiga kwintal. Itu jug sudah bagus,” katanya.

Para petani mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi pertanian saat ini. Mereka berharap cuaca buruk tidak menimpa tanaman padinya menjelang masa panen, agar tidak mempengaruhi  kualitas dan harga jual gabah saat panen berlangsung.(sus)