oleh

Buntut Madu Palsu di Banten, Jika Dikonsumsi Sebabkan Diabetes

Kabar6-Pelaku sekaligus pemilik rumah produksi madu palsu berinisial MS (47) mengaku sudah membuat madu palsu selama 11 bulan terakhir dan permintaan terus meningkat sejak corona menjadi pandemi di Indonesia. Dia belajar membuat madu palsu secara otodidak dari melihat di internet dan youtube.

“Keuntungan dibagi-bagi. Untuk keperluan sehari-hari. Soal cara membuat madu palsu dari internet. Udah 11 bulan di rumah kontrakan. Sekali pesan ada yang 300 kg, ada 800 kg, setiap pesanan saja,” kata tersangka MS di Mapolda Banten, Selasa (10/11/2020).

Sebelumnya diberitakan Polda Banten membongkar pembuatan madu palsu yang pabriknya ada di Jakarta. Peredarannya hampir keseluruh Indonesia. Jika madu palsu dikonsumi masyarakat, bisa menyebabkan diabetes, kencing manis dan kegemukkan.

Pasalnya, kandungan yang ada di madu palsu sangat mudah diserap tubuh dan mengganggu kesehatan manusia. Kemudian dikenakan juga Pasal 198 juncto 108 dan Undang-undang 36 tentang kesehatan, ancamannya 5 tahun kurungan penjara.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, satu sendok makan gula mengandung 600 kalori dan mudah diserap tubuh. Sedangkan madu palsu, hanya 22 kalori dan tidak mudah diserap tubuh, sehingga aman bagi kesehatan.

“Satu sendok gula itu 600 kalori, madu asli satu sendok 22 kalori. Madu itu lambat dikonsumsi tubuh, sehingga aman. Kalau ini (madu palsu) bahaya, bisa menyebabkan jantung, diabetes, kencing manis, kegemukkan, keracunan dan kematian,” kata Nahrul Apriyanto, Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) dan Farmasi pada Dinkes Banten, Selasa (10/11/2020).

**Baca juga: Setahun Beroperasi, Pemalsu Madu Bisa Produksi Satu Ton per Hari dengan Omset Rp8 Miliar

Pelaku ada tiga orang, MS (46) pemilik rumah produksi, TM (34) peracik dan AS (24) sebagai pengedar. Pelaku dikenakan pasal berlapis, yakni Undang-undang (UU) nomor 18 tahun 2012, tentang pangan, dengan ancaman 2 tahun penjara atau denda Rp 4 miliar. (dhi)

Berita Terbaru