oleh

Bantahan Angka Putus Sekolah di Kabupaten Tangerang Harus Pakai Data

Kabar6-Pusat data dan informasi kementerian pendidikan melansir angka jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Tangerang tertinggi se-Banten. Nasrullah Ahmad, Ketua Komisi II DPRD setempat menyatakan dinas pendidikan bisa membantah angka dengan data.

Demikian hal tersebut disampaikan saat rapat dengar pendapat dengan dinas pendidikan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa. “Tanpa data penjelasan dinas pendidikan itu cuma cerita atau omong kosong,” katanya, Kamis (11/8/2022).

Menurutnya, untuk dapat menjelaskan data tersebut seharusnya seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Tangerang terkait dapat saling bersinergi. Bukan saling melempar tanggung jawab.

Nasrullah menuturkan, desakan komisi II untuk dapat menjelaskan data tingginya putus sekolah ini merupakan bentuk langkah upaya bersama dalam memperbaiki kualitas pendidikan yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Ya maka itu, semua hari ini dalam hearing kita kumpulkan agar kedepannya kualitas pendidikan jauh lebih baik,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kabupaten Tangerang, Fahrudin mengaku telah membentuk tim khusus Dapodik untuk menelusuri tingginya angka putus sekolah yang tercatat di Pusdatin Kemendikbud.

“Kita akan melakukan edukasi kepada operator Dapodik pada tiap satuan pendidikan agar kedepannya tidak kehilangan data,” tuturnya.

Sebab, kata Fahrudin berhentinya anak usia sekolah memiliki beberapa instrumen. Diantaranya, mutasi, pengunduran diri, berhenti dan hilang.

**Baca juga: Sambut HUT RI ke-77, Warga Melia Residence Gelar Lomba Gowes Berhadiah Kambing

Maka itu, lanjutnya pihaknya akan bersinergi dengan kementerian agama guna mencocokan data pokok pendidikan (Dapodik) dengan EMIS (Education Management Information System).

“Kita sudah melakukan MoU dengan Kemenag, bahkan Dukcapil untuk menelusuri data angka putus sekolah ini,” tukasnya. (Rez)