oleh

80 Persen Kasus Covid-19 di Tangsel Terkonfirmasi Sembuh

Kabar6-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan evaluasi sebagai upaya meningkatkan penanggulangan selama pandemi Covid-19. Per hari ini, Selasa, 24 November 2020, tercatat kasus terkonfirmasi sembuh sebanyak 2.059 orang pasien.

“Alhamdulillah tingkat kesembuhan capai 80 persen,” kata Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Tangsel, Chaeruddin, saat rapat koordinasi di kantornya kawasan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Senin kemarin.

Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong agar masyarakat sekitar terbiasa disiplin mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari pakai masker, menjaga jarak saat interaksi sosial hingga rajin mencuci tangan pakai sabun dan air bersih setiap harinya.

Chaeruddin tegaskan, bahwa cara di atas efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Bahwa penanganan Covid-19 itu dilakukan dari segi hulu dan juga hilir,” terang Chaeruddin.

Di lokasi sama, Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengungkapkan, sepanjang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga kini angka kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan masih berada di level 79 persen.

”Jadi idealnya itu ada di angka 90 persen,” ungkapnya. Airin pun menargetkan angka maksimal tersebut sudah bisa dicapai pada Desember 2020 besok.

Airin bilang, masyarakat sudah banyak yang paham mengenai penggunaan alat pelindung diri. Seperti masker dan penutup wajah (face shield) pada saat beraktivitas di ruangan maupun selama berada di luar rumah.

Ia juga mengingatkan agar Satgas Covid-19 tingkat RT dan RW bisa lebih partisipatif. “Untuk memastikan bahwa pelaksanaan PSBB ini diterapkan di tingkatan masyarakat yang paling rendah,” harap Airin.

Kabar6.com
Warga di Tangsel sembuh dari Covid-19 setelah dirawat di RLC Tandon Ciater.(yud)

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangsel sudah menfasilitasi perawatan medis bagi ratusan jiwa warganya di Rumah Lawan Covid (RLC) Tandon Ciater, Serpong. Belum lama ini bahkan 11 orang pasien yang sempat terpapar virus corona diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh.

“Awal terpapar sih karena dari mama saya sakit pertama di kasih tahu bahwa terpapar covid. Terus akhirnya di rapid test, hasilnya reaktif akhirnya satu keluarga semua di swab,” cerita Hizmi, salah satu warga pasien.

**Baca juga: Pilkada Tangsel 2020, Tugas Ekstra Pelipat Kertas Suara Diupahi Rp 100

Selama sepekan ia bersama dua anak balitanya sempat dirawat di RLC Tandon Ciater. Hizmi pun berpesan kepada masyarakat lainnya agar selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Pesan saya sih palingan cuma jangan nyepelein Covid-19. Sama selalu perhatiin protokol, karena sangat penting,” pesannya.(ADV)

Berita Terbaru