1

Saat Lepas Landas, Muatan Emas dan Berlian Berhamburan dari Pesawat Kargo di Rusia

Kabar6-Pemandangan mencengangkan terjadi di Bandara Yakutsk, Rusia. Muatan berisi emas, platina dan berlian, yang diangkut oleh sebuah pesawat kargo (pembawa barang) tampak berhamburan sesaat setelah lepas landas.

Barang-barang berharga itu menyebar di landasan pacu hingga 27 km dari bandara. Komite Investigasi Rusia, melansir Siberiantimes, mengatakan bahwa pesawat kargo Nimbus Airlines AN-12 itu membawa muatan senilai Rp5,1 triliun. Namun entah bagaimana, bagian kargo pesawat tersebut rusak saat lepas landas.

Alhasil, pesawat kargo itu mendarat darurat di Magan. Diketahui, barang-barang berharga itu dibawa oleh pesawat milik perusahaan Chitals Mining and Geological, sebuah perusahaan swasta yang 75 persen sahamnya dimiliki oleh Canadian Kinross Gold. ** Baca juga: Bertukar Identitas dengan Saudara Kembarnya, Napi di Turki Berhasil Kabur dari Penjara

Akibat insiden ini, polisi langsung menutup landasan pacu bandara. Mereka memulai pencarian barang berharga itu dengan menyusuri jalan pesawat. Penyidik ‚Äč‚Äčmengatakan, mereka telah menahan teknisi yang menyiapkan pesawat itu saat lepas landas.

Untuk sementara waktu, landasan pacu Bandara Yakutsk jadi tempat berburu harta karun.(ilj/bbs)




Anak Anjing Berumur 18 Ribu Tahun Ditemukan dalam Kondisi Beku di Siberia

Kabar6-Para ilmuwan menemukan seekor anak anjing berusia 18 ribu tahun yang ‘terawat baik’ di Siberia. Namun mereka tidak dapat memutuskan apakah anak anjing itu keturunan anjing atau serigala.

Anjing yang diberi nama Dogor itu, melansir smithsonianmag, ditemukan dekat Yakutsk, di Siberia timur, musim panas lalu. Disebutkan bahwa hidung, gigi, dan bulu anak anjing jantan itu dalam kondisi biasa utuh. Menurut peneliti bernama Love Dalen, ini mungkin anjing tertua yang pernah ditemukan.

Dogor dijelaskan, ‘sangat terawat dengan baik bahkan sebelum mereka membersihkannya’. Dalen menambahkan, Dogor seperti hewan yang baru mati. Usia tubuh diukur dengan karbon yang berasal dari tulang rusuknya, tetapi tes DNA belum mengkonfirmasi garis keturunannya.

Seorang peneliti di Centre for Palaeogenetics di Swedia bernama David Stanton, mengatakan biasanya relatif mudah untuk membedakan antara anjing dan serigala.

“Kami sudah memiliki banyak data dari itu, dan dengan jumlah data itu, Anda akan berharap untuk mengetahui apakah itu keturunan anjing atau serigala,” katanya.

Dijelaskan lagi, “Fakta bahwa kita tidak mungkin menyarankan bahwa itu mungkin berasal dari populasi yang merupakan nenek moyang bagi anjing dan serigala.”

Dogor diduga berasal dari masa ketika anjing-anjing mulai dipelihara. Inilah yang membuat Stanton menyarankan bahwa ia mungkin setengah keturunan dari anjing dan serigala sekaligus.

Hal itu sesuai dengan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada 2017 yaitu domestikasi anjing tampaknya terjadi antara 20 ribu dan 40 ribu tahun yang lalu. ** Baca juga: Peristiwa Langka, Ann Tercatat Jadi Satu-satunya Korban yang Tertabrak Meteorit

Tahun sebelumnya, sebuah studi Universitas Oxford, yang diterbitkan dalam jurnal Science, mengatakan anjing telah mulai diperlihara atau didomestikasi di dua wilayah, yakni di Eropa dan Asia.(ilj/bbs)




Kejam! Pria Ini Bekukan Anjing Miliknya Jadi Es

Kabar6-Entah apa yang ada dalam benak pria asal Rusia ini. Bukannya menyayangi anjing peliharaannya, hewan itu malah dibekukan hingga mati. Pria tersebut menyiram anjingnya dengan air yang sangat dingin, lalu membiarkannya di luar saat kondisi suhu mencapai minus 32 derajat Celcius.

Menurut keterangan relawan aktivis hewan, dilansir Scoopwhoop, anjing itu merintih kedinginan saat masih hidup. Tubuhnya ditemukan sudah membeku seperti balok es di luar kandang yang berdekatan dengan rumah majikannya di Yakutsk, kota terdingin di dunia.

Sebuah foto yang dirilis memperlihatkan anjing betina berwarna putih itu tampak membeku dengan mata dalam keadaan masih terbuka dan kakinya bergerak sedikit seperti memberikan tanda ingin diselamatkan.

Tim relawan pun segera menyelamatkan anjing itu dan langsung membawanya ke dokter hewan. Sayang, nyawa anjing berusia satu tahun itu tidak bisa diselamatkan lagi. ** Baca juga: Agar Tetap Hidup, Marc Harus Konsumsi 20 Liter Air Sehari

Kejadian ini menggerakkan para aktivis untuk menuntut pemilik anjing tersebut melalui sebuah petisi yang sudah ditandatangani oleh lebih dari 10 ribu orang di Rusia. Selain itu, para aktivis juga mengeluhkan kinerja polisi karena lambat menangani kasus tersebut. Mereka menganggap hal ini bisa meningkatkan jumlah penyiksaan terhadap hewan.(ilj/bbs)