1

Pecahkan Rekor, di Australia Ada Blueberry Terberat Sedunia

Kabar6-Blueberry yang ditanam oleh Costa Group di New South Wales, Australia, masuk dalam buku rekor setelah resmi dinobatkan sebagai blueberry terberat di dunia.

Buah seberat 20,4 g dan lebar 39,31 mm ini, melansir LatestLY, dipetik pada 13 November 2023 lalu, dan kini telah diakui oleh Guinness World Records. Blueberry yang merupakan varietas Eterna, dibudidayakan sebagai bagian dari program peningkatan varietas (VIP) Costa oleh Brad Hocking, Jessica Scalzo dan Marie-France Courtois.

Sebelumnya, untuk pemegang rekor buah blueberry terberat di dunia punya berat 16,2 gram yang ditanam di Australia Barat pada 2020. Hocking mengatakan, varietas Eterna dikenal karena ukuran buahnya yang besar, teksturnya yang renyah, dan umur simpan yang lama.

“Eterna sebagai varietas memiliki rasa yang sangat enak dan buah yang besar secara konsisten. Saat kami memetik yang ini, mungkin ada sekitar 20 buah beri lainnya dengan ukuran yang sama berat,” papar Hocking.

Namun Hocking, menekankan meski buahnya besar, sama sekali tidak ada kompromi dalam kualitas atau rasa seperti yang diharapkan ketika mengembangkan varietas blueberry premium.

Buah ini, jelas Hocking, dibudidayakan untuk memenuhi meningkatnya permintaan akan produk yang lebih besar, dengan peralihan dari penggunaan buah dalam pembuatan kue dan sereal sarapan menjadi makanan ringan.

Skema VIP Costa, yang berkantor pusat di Corindi sekira 350 km selatan Brisbane, telah beroperasi selama lebih dari 25 tahun, mengembangkan rata-rata satu atau dua varietas blueberry baru yang bernilai komersial global setiap tahunnya.

“Kami selalu berupaya mengembangkan varietas baru yang meningkatkan standar saat ini dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang,” ungkap George Jessett, manajer hortikultura internasional Costa.

Ditambahkan, “Kami juga berupaya membiakkan varietas yang lebih mudah beradaptasi terhadap iklim yang lebih panas, lebih toleran terhadap kekeringan, dan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap tekanan hama dan penyakit.” (ilj/bbs)




Bingungkan Para Ilmuwan, Sebuah Keluarga di Turki Berjalan dengan Merangkak

Kabar6-Para ilmuwan dibuat bingung setelah melihat beberapa anggota sebuah keluarga di Turki Tenggara berjalan dengan merangkak, menggunakan telapak tangan seperti ‘beruang merangkak’.

Hal ini disebut menantang pemahaman dunia tentang evolusi manusia. Melansir Khaleejtimes, sebuah keluarga bernama Ulas pertama kali diperkenalkan ke ranah publik melalui sebuah makalah ilmiah yang disusul dengan film dokumenter pada 2006 di BBC berjudul ‘Keluarga yang Berjalan dengan Empat Kaki’. Profesor Nicholas Humphrey, seorang psikolog evolusioner dari London School of Economics, menemukan bahwa dari 18 anak dalam keluarga ini, enam di antaranya dilahirkan dengan sifat yang belum pernah terlihat pada manusia dewasa modern. Sayangnya, satu dari enam orang tersebut telah meninggal.

“Saya tidak pernah menyangka bahwa bahkan di bawah fantasi ilmiah yang paling luar biasa sekalipun, manusia modern dapat kembali ke kondisi hewan,” kata Humphrey dalam ’60 Minutes Australia’. ** Baca juga: Pecahkan Rekor Baru di Mississippi, Sekelompok Pemburu Tangkap Aligator Seberat 364Kg

Para peneliti di Universitas Liverpool menemukan bahwa anak-anak yang menjadi pusat penelitian memiliki kerangka yang lebih mirip kera dibandingkan manusia dan memiliki otak kecil yang menyusut, suatu kondisi yang biasanya tidak memengaruhi kemampuan manusia lain untuk berjalan dengan kedua kakinya.

Namun, ketika kera menggunakan buku jarinya untuk bergerak, manusia menggunakan telapak tangannya, yang menunjukkan perbedaan yang signifikan. Humphrey juga mencatat bahwa karena anak-anak tidak didorong untuk berdiri setelah berusia sembilan bulan, perkembangan mereka mungkin terpengaruh.

Anak-anak tersebut diberikan fisioterapis serta peralatan yang digunakan untuk membantu mereka berjalan hanya dengan dua kaki, yang menghasilkan peningkatan mobilitas yang signifikan ketika Humphrey kembali ke Turki.(ilj/bbs)




Begini Etika Batuk yang Benar Agar Tidak Menulari Orang di Sekitar

Kabar6-Cuaca yang tak menentu membuat tubuh rentan mengalami berbagai penyakit infeksi. Belum lagi segudang aktivitas harian yang membuat Anda mau tak mau harus bertemu banyak orang sehingga membuat penularan penyakit mudah terjadi.

Tak heran, Anda gampang tertular antara lain batuk dan flu. Nah, saat mengalami batuk, Anda sebaiknya mengetahui etika batuk yang benar.

Batuk merupakan gejala penyakit yang cukup umum. Ada banyak penyakit yang memiliki gejala batuk, yang paling sering adalah infeksi saluran pernapasan. Saat batuk, seseorang akan mengeluarkan droplet (titik air) yang berasal dari saluran pernapasan dan di dalamnya ada banyak kuman.

Studi ilmiah, melansir Klikdokter, menemukan bahwa dalam satu kali bersin ataupun batuk akan keluar hingga 100 ribu kuman yang tersebar ke udara sekitarnya. Kuman tersebut dapat berupa virus (seperti virus influenza, RSV, dan adenovirus) ataupun bakteri (seperti Streptococcus pneumoniae).

Kuman dalam droplet tersebut dapat bertahan selama beberapa menit di udara setelah batuk. Jika terhirup oleh orang-orang di sekitarnya, maka penularan batuk pun akan terjadi.

Selain disebabkan oleh infeksi, batuk pun dapat terjadi karena alergi, iritasi, benda asing di hidung dan saluran pernapasan. Meski demikian, terlepas dari apa pun penyebab batuk, Anda tetap wajib tahu etika batuk yang baik dan benar.

Karena bila Anda melakukan berbagai kesalahan di bawah ini, aneka penyakit akan tertular dengan mudah dan cepat sekali Anda batuk. Apa saja kesalahan yang kerap dilakukan beberapa orang saat batuk?

1. Tidak menutup mulut saat batuk
Kebiasaan tidak menutup mulut saat batuk, akan membuat droplet yang berisi kuman dengan mudahnya menyebar ke orang di sekitar Anda.

2. Menutup mulut dengan telapak tangan
Banyak orang menyangka menutup mulut dengan telapak tangan adalah hal yang benar. Nyatanya, hal tersebut tidaklah tepat.

Menutup mulut dengan telapak tangan hanya akan memindahkan kuman dari saluran pernapasan ke telapak tangan Anda dan mempermudah kuman menyebar ke berbagai tempat yang Anda sentuh atau ke orang lain saat Anda bersalaman.

3. Menggunakan saputangan berulang kali
Saputangan tak lagi disarankan untuk digunakan menutup mulut saat batuk. Pasalnya, banyak orang menggunakan saputangan berulangkali sehingga kuman di dalam sapu tangan tersebut menetap dan akhirnya berpotensi menularkan ke orang lain.

4. Tidak mencuci tangan
Kesalahan kecil tetapi sifatnya fatal adalah tidak mencuci tangan setelah batuk atau saat sedang sakit. Hal ini membuat kuman dengan mudah menetap dan berkembang di telapak tangan Anda dan dengan mudah menular ke orang lain.

Etika batuk yang baik dan benar tak hanya menghindari penularan penyakit. Dengan melakukan ini, berarti Anda juga berperan dalam mencegah penyebaran wabah penyakit.

Lantas, bagaimana etika batuk agar tidak menularkan penyakit ke orang lain?

1. Menjauhkan wajah ketika akan batuk
2. Menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk
3. Segera buang tisu ke dalam tempat sampah, bila perlu bungkus tisu dengan plastik sebelum dibuang
4. Bila tidak sempat mengambil tisu, arahkan mulut dan hidung ke lengan atas baju Anda saat batuk
5. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara rutin
6. Bila tidak tersedia air mengalir dan sabun, gunakan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol (hand sanitizer). ** Baca juga: Apakah Penularan COVID-19 Bisa Lewat Toilet dan Benda yang Berkontak dengan Pasien?

Penting mengetahui etika batuk yang tepat untuk mencegah penularan penyakit sekaligus mencegah penyebaran wabah penyakit.(ilj/bbs)