1

Marak Upaya Gusur dan Geser Suara, Mahfuz Sidik: Ini Bentuk Praktik Kecurangan Pemilu Legislatif

Kabar6-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan, Partai Gelora menemukan indikasi maraknya upaya gusur dan geser perolehan suara pemilu legislatif (pileg) partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024 selama tahapan rekapitulasi di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di berbagai wilayah di Indonesia

“Partai Gelora melalui pengurus di kabupaten/kota dan juga saksi di PPK atau kecamatan mendapatkan laporan yang cukup masif mengenai terjadinya proses gusur dan geser suara dari C-Hasil di TPS/PPS menuju D-Hasil pleno di PPK,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Senin (26/2/2024).

Menurut Mahfuz, upaya gusur dan geser perolehan suara di PPK itu, berdasarkan laporan yang diterimanya cukup merata terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

“Umumnya penggusuran terjadi terhadap suara partai-partai kecil dan calegnya. Disebut penggusuran ini, karena banyak suara yang hilang dalam jumlah yang cukup banyak,” kata Sekjen Partai Gelora ini.

Yakni, mulai dari tingkat tempat pemungutan suara (TPS) yang dilakukan panitia pemungutan suara (PPS) sampai kemudian pada tingkatan rekap dalam C-Hasil juga banyak yang menghilang ketika dihitung di PPK.

“Memang belum bisa dipastikan, ini menghilangnya kemana? Tetapi, berdasarkan laporan, kita temukan di lapangan ada partai-partai yang kemudian mengalami penambahan suara yang tidak sesuai dengan catatan atau data C-Hasilnya,” ungkap Mahfuz.

Mahfuz menegaskan, upaya penggeseran suara partai-partai ini, terutama terjadi pada partai kecil, termasuk diantaranya Partai Gelora.

Hal itu terjadi akibat adanya proses transaksi jual beli suara yang dilakukan oleh para pihak dan melibatkan penyelenggara pemilu di lapangan.

“Motif yang cukup banyak terjadi dari laporan temen-temen di lapangan, yakni akibat transaksi jual beli suara yang dilakukan oleh para pihak. Transaksi jual beli suara ini, sepertinya diberi jalan oleh oknum penyelenggara pemilu di lapangan,” jelasnya.

**Baca Juga: Berdasarkan Salinan C-Hasil, Partai Gelora Berpeluang Lolos Ke Senayan

Seharusnya, kata Mahfuz, praktik jual beli suara yang dilakukan para pihak dan oknum penyelenggara pemilu di lapangan ini bisa diantisipasi dan tutup jalannya agar tidak memberi peluang untuk terjadi.

‘Partai Gelora memberikan usulan kepada KPU Kota/Kabupaten, bahwa dalam melakukan pleno rekapitulasi suara di Kota dan Kabupaten agar diberi ruang kesempatan kepada saksi-saksi partai untuk mengajukan catatan-catatan khusus, menyampaikan komplain atas kasus-kasus penggusuran dan penggeseran suara yang cukup marak terjadi berbagai tempat,” katanya.

Jika melihat fenomena ini, maka kasus penggusuran dan penggeseran perolehan suara di PPK yang terjadi di berbagai wilayah tersebut, merupakan bagian dari bentuk kecurangan Pemilu 2024.

“Jadi kalau kita berbicara narasi kecurangan, ini juga bentuk kecurangan dalam bentuk lain. Dan yang perlu kita cermati, adalah kecurangan ini justru dilakukan oleh partai-partai besar, partai yang miliki modal besar,” katanya.(Tim K6)




Polres Lebak Selidiki Penyebab Stok Beras Langka Usai Pemilu

Kabar6-Kapolres Lebak AKBP Suyono mengaku telah memerintahkan Satreskrim untuk melakukan penyelidikan terkait kondisi stok beras yang langka usai Pemilu.

“Hasil ekspos bersama sebelum pemilu digelar stok pangan aman hingga Ramadan, tapi setelah pemilu stok pangan dinyatakan terbatas dan langka, ini yang akan kita cari tahu,” kata Suyono, Rabu (21/2/2024).

Harga beras terutama jenis premium saat ini tengah melonjak. Tidak sedikit warga yang sebelumnya mengkonsumsi beras premium memilih beralih ke beras yang lebih murah.
Suyono menegaskan, pihaknya kini sedang fokus melakukan pengecekan ke pasar-pasar serta lokasi lainnya yang ada kaitannya dengan kenaikan harga pangan selain beras.

Jika harga beras terus menerus naik, maka akan dilaporkan ke Satgas Pangan Polda Banten agar ditindaklanjuti secara hukum.

“Tapi sampai saat ini kita belum menemukan adanl penimbunan pangan, namun jika nanti ditemukan kita akan tindak tegas,” jelas Suyono.

**Baca Juga: Harga Beras Premium di Lebak Tembus Rp18.000 per Liter, Warga Beralih ke Lebih Murah

Jika nantinya hasil penyelidikan di lapangan terbukti terdapat penyimpangan maka akan ditindaklanjuti secara hukum.

“Kepolisian juga mengevaluasi sejauh mana kaitan kenaikan harga dengan pelanggaran tersebut, apakah memang ada unsur kesengajaan atau tidak,” ujarnya.

“Intinya mudah-mudahan suplai pangan aman. Untuk memutus rantai spekulan, kartel penimbun perlu kekompakan sinergi karena ini bukan hanya tanggung jawab Polri tapi juga unsur terkait lain di daerah,” imbau dia.

Lebih lanjut, Suyono meminta kepada pemerintah khususnya Dinas Perdagangan dan Bulog agar segera melakukan operasi pasar (OP) untuk menekan harga pangan yang saat ini sudah sangat tinggi.

“Mudah-mudahan dengan kami bergerak bisa mengintervensi sejumlah harga bahan pokok di pasar,” harapnya.(Nda)




Kakek dan Nenek Ini Butuh Bantuan, Dibanding Kisruh Politik

Kabar6-Ditengah hingar bingar perpolitikan nasional, masyarakat dilapisan paling bawah masih banyak yang membutuhkan kerja nyata dan uluran tangan. Seperti yang dialami Ibrahim dan Jasimah, mereka tak mengerti politik, yang mereka tahu, cara bertahan hidup setiap hari dan dapur tetap ngebul untuk mengisi perutnya yang lapar.

Ibrahim sudah tak muda lagi, kini usianya 71 tahun. Kakek sepuh itu tinggal bersama istrinya yang sudah renta, Jasimah namanya dan berusia 52 tahun. Perjuangan mereka tak mudah, karena harus merawat anaknya yang mengalami gangguan jiwa.

Untuk kebutuhan hidup sehari-hari, secara bergantian mereka mengemis di sekitar Pontang maupun Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. Rumahnya pun sudah tidak layak huni, karena rusak dibanyak titik. Bahkan sempat runtuh, karena tak memiliki biaya untuk merenovasinya.

Mereka tinggal di Kampung Legon, Desa Sujung, Kecamatan Tirtayasa, sebuah permukiman di bagian Utara Kabupaten Serang, Banten.

“Rumahnya udah reot udah banyak bangunan yang rusak, karena rumahnya bangunan lama. Rumahnya juga sebagian roboh karena udah gak kuat,” ujar Jasimah, dalam bahasa Jawa Serang atau Jaseng, ditemui di kediamannya, Senin, 19 Februari 2024.

Meski di usia renta, mereka harus terus mencari sebutir beras untuk makan keluarga. Sebelum jadi pengemis, baik Ibrahim maupun Jasimah bekerja sebagai buruh serabutan, seperti menjadi kuli cuci, dengan penghasilan sekitar Rp 25 ribu per hari. Kian hari, mereka sulit mencari nafkah dengan bekerja. Sehingga memaksanya menjadi pengemis.

Bahkan hasil mengemis pun kerap tak cukup untuk makan mereka sehari-sehari. Ditambah, usia yang sudah renta, membuat gerak Jasimah dan Ibrahim terbatas, karena tenaga tak sekuat saat masih muda dulu.

“Jangankan buat bangun rumah, buat makan sehari-hari aja mengandalkan pemberian dari orang dermawan, ibu juga kadang kuli cuci di rumah tetangga itu pun kalo ada yang minta,” terangnya.

Sebuah kisah dan perjuangan hidup yang harus mereka perjuangkan di masa tua, agar dapur tetap ngebul dan perut terisi meski dengan segala keterbatasan yang ada.

**Baca Juga: Jokowi Sebut Harga Beras Naik Akibat Gagal

“Kepaksa minta bantuan untuk nyambung idup,” tuturnya perlahan.

Kisah hidup Jasimah dan Ibrahim pun sampai ke telinga Pemuda Desa Bersatu, dengan ala kadarnya, mereka memberikan sedikit bantuan berupa beras dan uang tunai. Anak muda ini berharap, sedikitnya bisa meringankan beban kakek dan nenek tersebut.

Sebagai kaum milenial di Serang Utara, mereka sengaja memberikan bantuan setelah pemilu selesai, agar tidak ada motif politik dan terkena semprit pengawas pemilu.

“Kami Pemuda Desa Bersatu melihat kondisi keluarga Bapak Ibrahim, kami berinisiatif dapat mengurangi sedikit beban yang di alami oleh keluarga beliau,” ujar Dadang Sudisman, Koordinator Pemuda Desa Bersatu, Senin, 19 Februari 2024.

Dadang bercerita santunan yang dilakukan Pemuda Desa Bersatu bukan hanya kepada Kakek Ibrahim dan Nenek Jasimah saja. Namun ke sejumlah orang yang memang membutuhkan bantuan di wilayah Serang Utara, Kabupaten Serang, Banten.

“Kami mengetuk pintu sejumlah rumah yang kami anggap pantas kami bantu, khususnya orangtua,” jelasnya.

Proses penghitungan suara sedang dilakukan oleh penyelenggara pemilu. Pemuda Desa Bersatu berharap semua lapisan masyarakat, para capres cawapres, partai politik maupun berbagai masyarakat tidak membuat gaduh. Karena masyarakat dilapisan terbawah yang tidak mengerti politik, bisa menjadi korban.

“Kami harap semua menjaga kedamaian Pemilu 2024. Lebih baik turun kebawah, melihat kondisi masyarakat yang membutuhkan uluran tangan kita semua,” tuturnya.(Dhi)




Perumahan Maharta di Tangsel Masih Dikepung Banjir, Rencana Tambah 2 Pompa

Kabar6-Perumahan Pondok Maharta, Pondok Kacang Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih rawan dikepung banjir. Kepala dinas sumber daya air setempat, Robby Cahyadi sebelumnya bilang wilayah tersebut bakal bebas banjir.

Banjir terakhir pada Rabu, 14 Februari 2024 kemarin bertepatan dengan hari penyoblosan Pemilu serentak. Sebanyak 14 tempat pemungutan suara harus digelar pemungutan suara susulan karena terendam banjir.

“Sekarang tujuh pompa yang kita pasang di wilayah Maharta ini. Mungkin nanti kita tambah dua lagi,” kata Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie di TPS 74 menjawab pertanyaan kabar6.com, Minggu (18/2/2024).

**Baca Juga: Lebak Ditunjuk Jadi Pilot Project Implementasi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa

Ia bersama forum komunikasi pimpinan daerah meninjau pemungutan suara susulan di sekitar perumahan Pondok Maharta.

Benyamin jelaskan, beberapa titik rawan banjir juga bakal dilakukan peninggian tanggul. Banjir yang terjadi saat hari H pemilu kemarin juga mungkin kiriman dari daerah hulu.

“Karena arus air sih lancar ya. Seperti itu,” jelasnya. Benyamin bersama Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan sempat keliling perumahan warga.

Kepala daerah tersebut melihat langsung titik-titik lokasi banjir yang terjadi pada hari penyoblosan kemarin.(yud)




Kapolres Pastikan Kawal Pemilu Susulan di Kecamatan Larangan Lancar

Kabar6-Empat lokasi TPS (Tempat Pemungutan Suara) terdampak banjir di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang Banten akan melaksanakan Pemungutan Suara Susulan (PSS). Sabtu 17 Februari 2024 Besok.

Keputusan KPU Kota Tangerang tersebut mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 25 Tahun 2023. Lanjutnya, KPU Kota Tangerang menjelaskan terdapat 1.130 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akan mengikuti pemungutan suara ulang.

Untuk menjamin terselenggaranya PSS secara jurdil, aman dan damai, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan akan mengawal pelaksanaannya dengan melibatkan anggota Polres Metro Tangerang Kota dan Kodim 0506/TGR yang telah di Ploting sebelumnya.

“Personel yang kemarin di 4 TPS itu akan kami tugaskan kembali, bahkan mungkin akan ditambah saat penjadwalan pemilihan susulan (PSS) nanti,” kata Zain.

**Baca Juga: Bolos Sekolah, Pelajar di Pondok Aren Kabur Lihat Polisi Tinggalkan 39 Motor

Adapun sebanyak 1.130 pemilih yang akan melaksanakan PSS itu tercatat berada di 4 TPS, Kecamatan Larangan. Dengan rincian TPS 01 sebanyak 275 DPT, di TPS 02  sebanyak 274 DPT, lalu di TPS 05 sebanyak 292 DPT dan TPS 06 sebanyak 289 DPT.

“Yang jelas, pada pelaksanaannya, kami (TNI-Polri) akan terus berkoordinasi dengan KPU Kota Tangerang. Sampai saat ini logistik masih dalam kondisi aman dan dijaga oleh petugas,” tuturnya.

Sebelumnya, KPU Kota Tangerang juga telah memastikan keamanan logistik Pemilihan Umum (Pemilu) setelah mengevakuasi logistik tersebut ke lokasi yang tidak terdampak genangan banjir.

“Semoga masyarakat di 4 TPS di kecamatan Larangan tersebut dapat berpartisipasi dalam pesta demokrasi ini secara maksimal,” pungkasnya.(Red)




Pemilu Usai, Bulog Kembali Salurkan Bantuan Pangan Beras

Kabar6-Pemerintah melalui Perum Bulog kembali menyalurkan Bantuan Pangan Beras ke Keluarga Penerima Manfaat setelah sebelumnya sempat dihentikan sementara pada masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu) sebagai upaya untuk menghindari adanya politisasi terhadap program pemerintah ini.

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurth mengatakan penyaluran bantuan pangan beras kali ini dilaksanakan di Kantor Pos mengingat saat ini kantor-kantor kelurahan tengah digunakan guna keperluan pemilu.

**Baca Juga:Kejagung Periksa 2 Saksi Korupsi Impor Gula

“Pagi ini kita mulai lagi penyaluran Bantuan Pangan 10 kg ke masyarakat yang dilaksanakan di Kantor Pos Sukasari, Bogor yang kebetulan jaraknya kurang lebih 2 kilometer dari rumah saya. Khusus hari ini pelaksanaannya dibagikan maelalui Kantor Pos karena sebagian kelurahan-kelurahan tempat penyaluran Bantuan Pangan ini masih menangani kotak-kotak suara setelah pemilu kemarin dan selanjutnya pelaksanaanya akan kembali lagi di kelurahan,” ujar Bayu dalam siaran persnya, dikutip Jumat (16/02/2024).

Dirinya juga menegaskan bahwa dengan disalurkannya kembali Bantuan Pangan beras pasca Pemilu ini merupakan bukti nyata program bantuan pangan beras ini tidak memiliki keterkaitan dengan agenda politik tertentu, sehingga dapat dipastikan tujuannya adalah membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan Pangan Beras ini merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas harga beras yang sedikit mengalami kenaikan karena belum masuk musim panen.(red)




Usai Nyoblos, Buronan Terpidana Penggelapan Digelandang Kejari Tangsel ke Lapas Tangerang

Kabar6-Roland Yahya, 44 tahun, pelariannya selama tiga tahun berakhir. Terpidana kasus penggelapan itu akhirnya berhasil diciduk aparat Korps Adhyaksa.

“Bahwa terpidana pada masa pemilu ini ditangkap setelah menyoblos pemilu,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan, Silpia Rosalia di kantornya, Rabu (14/2/2024).

Roland tidak berkutik usai keluar dari tempat pemungutan suara menggunakan hak pilihnya di Jakarta langsung disergap oleh tim tangkap buronan.

Silpia menjelaskan, bahwa penangkapan terpidana dilakukan untuk melakukan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 872K/PIT/2021 tanggal 6 Oktober Tahun 2021 yang menyatakan terdakwa Roland Yahya terbukti secara sah melakukan tindak pidana penggelapan dan menjatuhkan pidana terhadapnya satu tahun penjara.

**Baca Juga: Begini Perjuangan Aparat Kawal Logistik Pemilu di Desa Batu Hideng 

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Tangerang melalui putusan Nomor 2404/PITB/2020 PN Tangerang tertanggal 1 April Tahun 2021 menyatakan terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan.

“Bahwa terpidana telah masuk DPO sejak tahun 2021 dan saat ini terpidana telah kami amankan,” jelaskan.

Silpia bilang, untuk selanjutnya akan dilakukan eksekusi oleh jaksa eksekutor Kejari Tangsel untuk menjalani hukuman di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang sebagaimana putusan Mahkamah Agung.(yud)




Penyoblosan Pemilu, 16 TPS di Pondok Aren Terendam Banjir

Kabar6-Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie meninjau langsung lokasi tempat pemungutan suara (TPS) yang terendam banjir. Hari ini bertepatan dengan penyoblosan Pemilu serentak 2024.

“Saya mendapatkan laporan di wilayah Pondok Aren ada kurang lebih 16 TPS yang harus ditunda,” katanya di Kampung Bulak, Rabu (14/2/2024).

Benyamin pastikan bahwa keputusan nyoblos ditunda atau tidak merupakan kewenangan KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara pemilu. Namun informasi dari panitia pemungutan kecamatan nyoblos ditunda.

Baca Juga:Warga Terdampak Banjir di Tangsel Berharap Nyoblos Tetap Hari Ini

Menurutnya, genangan banjir meluap dari aliran kali yang berada di belakang pemukiman sekitar. Ada satu sisi sungai belum diturap itu segera diprogramkan di Tahun Anggaran 2024 ini.

“Kurang lebih 200 meter tapi di luar itu saya minta perbaikan pondasi-pondasi dari tanggul karena dikhawatirkan terjadi rembesan-rembesan air,” ujar Benyamin.

Di titik lokasi banjir, tambahnya, dikerahkan mesin pompa penyedot air. “Ada pompa mobile dari dinas PU,” tambah Benyamin.

Diketahui, pada Pemilu serentak 2024 ini di Kota Tangsel terdapat 3.824 TPS. Jumlah daftar pemilih tetap mencapai 1,2 juta lebih.(yud)




Simulasi Pengamanan TPS Pemilu Digelar Polres Cilegon dan Kodim 0623 Cilegon 

Kabar6-Sebanyak 520 Personel Polres Cilegon Polda Banten bersama personel Kodim 0623 Cilegon melaksanakan simulasi pengamanan TPS Pemilu 2024. Dalam kegiatan ini juga dilakukan Simulasi Pelaksanaan Pemungutan, Penghitungan, dan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara (Tungsura), bertempat di Stadion Krakatu Steel Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta pada Minggu (11/02/2024).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kabidkum Polda Banten Kombes Pol Yuliani selaku Pamatwil didampingi Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahyo Untoro, Dandim 0623 Cilegon Letkol. Inf. Aryo Priyo Utomo, Ketua Bawaslu Kota Cilegon Alam Arcy Ashari dan diikuti oleh para personel Pengamanan PAM TPS Polres Cilegon serta Bhabinsa Kodim 0623 Cilegon.

Dalam kesempatannya Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Eko Tjahyo Untoro menyampaikan arahannya. “Terhitung dari tanggal 10 Februari 2024 semua rekan-rekan yang ada di sini sudah melaksanakan pengenalan lokasi TPS, kenali karaktersitik dan perangkat petugas TPS bantu dan jalin komunikasi dengan mereka, bantu dalam pelaksaan pemungutan suara agar kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif,” katanya.

Kapolres mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Pemilu yang digelar 5 tahun sekali, terdapat personel yang sudah merasakan pengamanan dan terdapat pula personel yang baru pertama kali melaksaan pengamanan. “Kegiatan simulasi ini merupakan gambaran situasi dan kondisi saat pemungutan suara, agar personel bisa memperhatikan dan memahami kegiatan yang akan dilaksanakan,” ujar Eko.

Ditempat yang sama, Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf. Aryo Priyo utomo menerangkan, kegiatan simulasi hari ini merupakan kegiatan mekanisme pemungutan suara maka dari itu tujuannya agar personel mengerti dan memahami tugasnya.

“Dengan melaksanakan kegiatan simulasi secara langsung diharapkan para personel bisa lebih paham dalam pelaksaan pengamanan, apabila terjadi kendala segera laporkan kepada pimpinan agar selama kegiatan tidak ada kendala dan dapat segera menyelesaikan permasalahan,” ucap Dandim 0623 Cilegon.

**Baca Juga: Kibo Siap Maju di Konferensi PWI Banten, Ini Program Unggulannya

Selanjutnya, Ketua Bawaslu Cilegon Alam Arcy Ashari juga menyampaikan bahwa peran Kepolisian dan TNI sangat penting di massa ini.

“Tiga hari kedepan kita memasuki masa tenang, peran Kepolisian dan TNI sangat penting di massa ini dan nanti saat pemungutan suara karena bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memberikan hak suaranya, saya meminta kerjasamanya dari pihak Kepolisian dan TNI, agar dapat membantu rekan-rekan Panwascam untuk mengawasi kegiatan Pemilu 2024, semoga selama kegiatan pemilu berjalan dengan aman kondusif,” ungkap Ketua Bawaslu Cilegon.

Terakhir, Kabidkum Polda Banten Kombes Pol Yuliani selaku Pamatwil mengapresiasi langkah Polres Cilegon dan Kodim 0623 Cilegon yang telah melaksanakan kegiatan simulasi Pam TPS.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Polres Cilegon Polda Banten bersama Kodim 0623 Cilegon yang sudah melaksanakan kegiatan simulasi pengamanan dan pemungutan suara. Tentunya ini sebagai bentuk keseriusan dan kesiapan kami selaku pihak pengamanan untuk melaksaanakan pengamanan selama pemungutan suara berlangsung,” tuturnya. (Red)




Amankan Pemilu 2024, Ini Bekal Personel Polresta Tangerang 

Kabar6-Personel Polresta Tangerang yang ditugaskan pada Operasi Mantap Brata (OMB) siap mengamankan gelaran Pemilu 2024. Guna menunjang para personel dalam pelaksanaan, para personel pun dibekali suplemen khusus.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono menerangkan, pata personel yang bertugas pada Operasi Mantap Brata dibekali dukungan operasi, dukungan logistik, hingga dukungan perorangan.

“Dukungan operasi untuk Personel Polresta Tangerang meliputi bekal anggaran. Untuk perwira menengah mendapat Rp. 437.000 per personel; untuk perwira pertama mendapat Rp. 489.000 per personel, dan untuk Bintara mendapat Rp. 515.000 per personel,” kata Baktiar, Sabtu, (10/2/2024).

**Baca Juga: Jelang Pencoblosan, Slankers Cilegon dan Serang Dukung Sarifah Ainun Jariyah Menuju Senayan

Baktiar menambahkan, selain bekal anggaran, juga ada bekal kesehatan yakni suplemen atau vitamin dan obat-obatan. Kemudian bekal ban lengan pengamanan TPS dan buku saku.

Kemudian, lanjut Baktiar, juga ada dukungan logistik yaitu sepatu PDL, baju PDL, celana PDL, tas ransel, dan kaus kaki. Serta dukungan perorangan yaitu senter, Tumbler, handuk, peralatan mandi, dan paket camilan.

“Dukungan itu untuk menunjang tugas  pengamanan selama 5 hari sejak tanggal 11 Februari hingga 15 Februari 2024,” tandas Baktiar.(Red)