oleh

Seorang Pria di Jerman Jadi Orang Pertama yang Dapat Ubah Ukuran Pupil Mata Sesuai Perintah

Kabar6-Seorang pria Jerman berusia 23 tahun yang disebut berinisial DW, memiliki kelebihan tak biasa yaitu dapat mengubah ukuran pupil dengan mengontrol otot-otot kecil.

Ya, DW dapat secara langsung menontrol otot sfingter di mata untuk menyesuaikan ukuran pupil. DW diketahui menyadari kemampuan tersebut sejak menginjak usia 16 tahun. Melansir Livescience, DW sendiri mulai menyadari dapat menyesuaikan pupil mata saat tengah bermain komputer bersama teman-temannya. Ia telah mengasah kemampuan tersebut sehingga bisa dikontrol dengan lebih baik.

“Saya menunjukkan kepada seorang teman bahwa saya bisa ‘gemetar’ dengan bola mata saya, dan dia memperhatikan bahwa pupil saya menjadi kecil,” kata DW. ** Baca juga: Jadi Viral, Pria Menikah ke-37 Kali di Hadapan 28 Istri Sah dan 135 Anak

Karena kemampuan ini, para ilmuwan melakukan pengujian secara ilmiah terhadap DW, dengan menggunakan teknik sifat listrik kulit untuk mengetahui apakah DW mengandalkan upaya mental untuk mengontrol ukuran pupil tersebut. Hasilnya, para ilmuwan tidak menemukan hal tersebut.

DW disebut-sebut dapat melebarkan pupilnya hingga berdiameter 2,4 milimeter dan menyempitkan hingga 0,88 milimeter. Tak hanya itu, ia juga mampu menyempitkan pupil di luar tingkat maksimum seseorang saat memfokuskan mata pada objek terdekat.

Para ilmuwan menyebutkan, DW mampu untuk melihat objek dengan jelas dalam jarak dua kali lebih dekat tanpa harus mengendalikan pupil. DW juga dapat mengontrol ukuran pupil meski tengah dalam kondisi santai serta mengobrol dengan peneliti. DW, menurut para peneliti, disebut menjadi orang pertama yang dapat secara langsung mengontol ukuran pupil sesuai perintah dan keinginan.

Pria ini menggunakan resonansi magnetik fungsional untuk peningkatan aktivitas bagian-bagian tertentu dari otak, sesuai dengan kemauan yang menunjukkan gerakan otot sukarela.

Kasus DW ini membuat Christoph Strauch, penulis senior laporan kasus baru dan asisten profesor di departemen psikologi eksperimental di Universitas Utrecht Belanda, meyakini ada lebih banyak orang dengan kemampuan unik dan luar biasa.(ilj/bbs)

Berita Terbaru