oleh

Sales Freelance Asal China Ditangkap Bea Cukai Bandara

Kabar6-Sabu seberat 6,2 Kilogram (Kg) yang disembunyikan dalam 90 pcs baut (metal screw) alat berat, diamankan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Tangerang.

Barang haram itu, sedianya dikirimkan dari wilayah Hongkong dengan alamat tujuan pengiriman Gajah Mada, Jakarta, melalui Gudang Cargo Impor.

Dalam kasus itu, petugas juga berhasil meringkus 3 Warga Negara Asing (WNA), masing-masing berinisial KYT (22) asal Taiwan, serta YLW (34) dan YXP (33) asal China, yang ditenggarai sebagai penerima paket kiriman tersebut.

Kepala Bea Cukai Bandara Soetta Tangerang, Okto Irianto mengungkapkan, upaya penggagalan penyelundupan tersebut terjadi pada Jum’at 19 September 2014 lalu.

Dimana, dua hari sebelumnya, pihaknya telah berhasil membongkar modus yang sama dengan barang bukti sebanyak 7 Kg ketamine berbentuk kristal bening.

“Jadi pada pengiriman pertama di hari Rabu 17 September 2014, paket kiriman baut-baut ini berisi ketamine. Lalu kami serahkan ke pihak kepolisian Bandara, untuk dikembangkan. Kemudian dua hari kemudian, kami curiga ko ada paket kiriman baut yang sama, dan setelah dibongkar benar ada sabu didalamnya,” ungkap Okto, dalam Konfresnsi Pers, Kamis (2/10/2014).

Sementara itu, Wakasat Narkoba Polres Bandara Soeta Tangerang AKP Subekti menerangkan, bahwa ketiga tersangka yang diketahui telah lama tinggal di Indonesia ini, berhasil diamankan dalam sebuah apartemen diwilayah Jakarta.

“Kami tangkap mereka disebuah apartemen di Jakarta. Mereka sudah tinggal selama 14 tahun disini, dan fasih berbahasa Indonesia juga,” jelasnya.

Bahkan, kata Subekti, diantaranya mengaku bekerja sebagai Koki serta Sales Freelance, selama berada di negara Indonesia. “Pekerjaan mereka macam-macam, ada yang ngaku jadi koki dan sales freelance,” tukasnya.

Subekti menambahkan, para tersangka ditenggarai masuk dalam jaringan peredaran Narkotika Hongkong, yang kiranya saat ini tengah dikendalian oleh dua kelompok. **Baca juga: Kencan Ditolak, Pelayan Warem Dianiaya Pelanggannya.

“Masuk jaringan Hongkong. Dan, di Hongkong sendiri saat ini dikendalikan oleh kelompok kulit hitam dan putih,” pungkasnya.(ges)

Berita Terbaru