oleh

Ribuan Seragam Sekolah Diberikan Untuk Korban Tsunami Pandeglang

Kabar6-Ribuan seragam sekolah diberikan pemerintah Provinsi Banten untuk korban bencana tsunami di Kecamatan Labuan dan Panimbang.

Bantuan yang diberikan untuk Kecamatan Labuan kurang lebih sebanyak 8000 stel seragam Sekolah Dasar (SD) ,400 stel Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 200 stel Sekolah Menengah Atas (SMA), sedangkan Kecamatan Panimbang sebanyak 2.948 stel untuk seragam sekolah SD, SMP, dan SMA.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, bantuan ini untuk para korban bencana tsunami, kususnya anak sekolah.

“Duka masyarakat adalah duka kami, luka masyarakat adalah luka kami. Masalah Ini tanggung jawab bersama, mudah mudahan ini memberikan manfaat dan semoga masyarakat diberi ketabahan dan dijauhkan dari bencana,” kata Wahidin saat memberikan seragam sekolah secara simbolis di SMAN 3 Pandeglang, Rabu (16/1/2018).

WH meyakini, jika beban yang harus dipikul masyarakat dengan adanya bencana terlalu berat, oleh sebab itu, kata WH, masalah bencana ini harus disikapi oleh semua pihak baik provinsi, Daerah, dan pusat.

“Mari kita tetap semangat, dengan semangat dapat meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, karena dibalik sebuah musibah ada hikmah yang dapat diambil,” terangnya.

“Selain seragam kami juga memberikan untuk kantor desa terdampak masing – masing 50 juta secara simbolis Desa Panimbangjaya, Desa Mekarjaya, Desa Gombong, Desa Mekarsari, Desa Citeureup, Desa Tanjungjaya,” imbuhnya

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengucapkan terimakasih atas dukungan dan bantuan dari Provinsi Banten kepada korban bencana tsunami di Pandeglang.

Kata Irna, rumah yang rusak hasil validasi sebanyak 1033, terdiri dari 209 rusak ringan, 115 rusak sedang, rusak berat 162, dan rusak total sebanyak 547.

“Bantuan dari Provinsi banten bukan kali ini saja, dari awal bencana juga sudah hadir bersama kami di lapangan. Dan untuk rumah rusak ringan nanti akan dibantu juga oleh Pemerintah Provinsi Banten,” kata Irna

Masih kata Irna, data pengungsi korban tsunami saat ini 2.645 jiwa dari 33 ribu pengungsi dari awal kejadian. Jumlah ini, merupakan update update tanggal 10 Januari.

“Mereka saat ini memang ada yang berdiam di ponpes, peribadatan, dan keluarganya. Mereka sudah tidak sabar, agar huntara segera selesai. 100 unit huntara di Kecamatan Sumur sudah hampir terbangun, selanjutnya akan beralih ke Labuan, kami sudah mengusulkan, ” imbuhnya

Terpisah, Engkos Kosasih Kepala SMAN 3 Pandeglang mengatakan ada 252 siswa yang rumahnya terdampak bencana. Kata dia, 69 akibat tsunami, sisanya karena banjir.

“Saat ini saja masih ada siswa yang mengungsi baik dipengungsian maupun dirumah sodaranya,” terangnya.

Lebih lanjut Engkos mengatakan, dengan adanya bantuan ini, untuk sementara seragam sekolah sudah tercukupi. Selain itu, menurut Engkos, hal yang perlu diperhatikan sosial terapi bagi para siswa.

“Mereka (para siswa) perlu diberi pendampingan khusus, karena akan betdampak kepada kelangsungan belajar,” ujarnya

Pasca terjadinya bencana, Engkos juga mengaku, kecemasan wali murid semakin tinggi, hal ini tetbukti dari banyaknya siswa yang mengajukan pindah.

“Secara teknis memang tidak dapat pindah karena untuk daftar ujian nasional ditutup. Itu bisa disiasati dititipkan di sekolah lain, nanti kalau UAN bisa ujian disini,” tegasnya.**Baca juga: Suami Bacok Istri Siri Hingga Kritis Di Karawaci.

Hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Sekda Provinsi Banten Ino S Rawita, Komandan Kodim 0601 Pandeglang Letkol Inf Denny Juwon Pranata, Asda Pemerintahan Pandeglang Agus Priyadi Mustika, Kadinsos Tati Suwagiharti, Kadindikbud Pandeglang Olis Solihin, dan jajaran terkait lainnya.(Aep)

Berita Terbaru