oleh

Pemegang Saham Bank Banten Gelar RUPST

Kabar6-PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk. (Bank Banten) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Rapat yang dilaksanakan di Hotel Le Semar, Kota Serang, Senin (25/3). Rapat RUPS juga dihadiri oleh pemegang saham mewakili 67.5996 dari seluruh jumlah saham yaitu 64.109.430.357 lembar saham yang dikeluarkan.

Hadir pada RUPST Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Banten Mahdani sebagai perwakilan Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban, Pemegang Saham Pengendali PT Banten Global Development (860) serta Pemegang saham dan undangan lainnya.

Rapat dipimpin oleh Plt Komisaris Utama/Komisaris lndependen Bank Banten Media Warman dan pemaparan. Laporan Tahunan Tahun Buku 2018 dilakukan oleh Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa.**Baca Juga: Parkir Sembarangan, 3 Mobil Diderek Jelang Pembukaan MTQ.

Di dalam RUPST Bank Banten itu akhirnya menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2018. Laporan Tahunan menyajikan kinerja keuangan Bank Banten tahun 2018 serta Iangkah strategis untuk melakukan penguatan permodalan, pembenahan proses bisnis, peningkatan kualitas jaringan dan layanan, pengembangan produk dengan dukungan SDM yang profesional, serta penguatan teknologi informasi untuk mendukung perbaikan kinerja.

Sejumlah indikator kinerja keuangan Bank Banten menunjukan perlambatan walaupun tetap tumbuh. Hal ini dipengaruhi dari dampak ekonomi global dan kondisi industri perbankan nasional yang terpengaruh dari normalisasi kebijaksanaan moneter Amerika Serikat dan situasi geopolitik. Pertumbuhan Total Aset meningkat sebesar 23,80 persen secara year on year dari Rp7,66 triliun pada 2017 menjadi Rp9,48 triliun.

Serupa pada pertumbuhan kredit yang diberikan juga mengalami meningkatkan sebesar 7,99 persen secara year on year dari Rp5,11 triliun pada 2017 menjadi Rp5,51 triliun pada 2018. Pertumbuhan penghimpunan Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 19,84 persen secara year on year dari Rp5,55 triliun pada 2017 menjadi Rp6,66 triliun pada 2018. Sedangkan rugi bersih pada 2018 menjadi sebesar Rp100 miliar.

Strategi telah dipersiapkan oleh Perseroan untuk terus menjalankan komitmen dalam memberikan layanan yang sejalan dengan kebutuhan nasabah. Memasuki era digitaIisasi perbankan, Perseroan terus berupaya untuk meningkatkan sistem teknologi dan menciptakan inovasi demi memberikan kemudahan kepada nasabah serta pengembangan Internet Banking dan pengembangan produk.

Perseroan terus mengembangkan integrated payment system untuk meningkatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah pemerintahan atau institusi dan berperan aktif dalam perseroan terus mengembangkan integrated payment system untuk meningkatkan Iayanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah pemerintahan/institusi dan berperan aktif dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Banten.

Seperti halnya pengembangan penerimaan Pembayaran e-Samsat Provinsi Banten. Untuk membantu para wajib pajak melakukan kewajibannya, saat ini tengah dikembangkan pembayaran PKB Tahunan melalui berbagai Payment Point Online Bank (PPOB) Seperti FastPay, Toko Retail (Indomaret dan Alfamart), DANA, dan Tokopedia. Selain itu kedepannya Bank Banten diharapkan dapat menjadi bank penerima PBB, BPHTB dan Pajak Iainnya yang menjadi sumber penerimaan daerah di Kabupaten dan Kotamadya di Wilayah Banten. Layanan yang saat ini telah berjalan dan terus dilakukan pengembangan adalah Penerimaan Pembayaran e-Samsat Nasional, SP2D Online, MPN G-2, SPAN dan Perseroan telah ditunjuk oleh PT Taspen (Persero) dalam kerja sama pembayaran pensiun.

Selain membahas kinerja Bank Banten Tahun 2018, rapat juga memutuskan untuk melakukan perubahan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Banten dan efektif setelah mendapat persetujuan Uji Kemampuan dan Kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemegang saham telah menyetujui perubahan Dewan Komisaris dan Direksi, sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Banten adalah sebagai berikut.(Den)

Berita Terbaru