oleh

Kulit Kerang Asal Pamulang Tembus Pasar Dunia

Kabar6-Siapa sangka di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terdapat sebuah sentra kerajinan tangan dari hasil alam laut dan pantai, yang merupakan karya dari industri rumahan.

Beraneka jenis produk souvenir dibuat begitu cantik serta menarik hingga mampu memikat hati orang yang melihat. Seperti kotak tissue, kap lampu kerang, furniture, jam lobster, cermin, gantungan kunci dan lainnya.

Sri Sulastri, pemilik Citra King World Shell (KWS), mengatakan, dirinya pernah jatuh bangun mengelola bisns ini. Usaha membuat produk souvenir yang bahan dasarnya berasal dari kulit kerang ini sempat berhenti pada 2005 silam.

Pada 2007, ia kembali merintis dan akhirnya dua tahun kemudian sudah. “Pekerjaan apapun kalau kita tekuni pasti membuahkan hasil. Itu yang saya rasakan saat ini sejak awal,” ceritanya kepada kabar6.com ditemui di kediamannya, Kamis (13/3/2014).

Cici, begitu biasa warga menyapanya, mengaku memakai pola tradisional dalam memasarkan produk souvernir buatannya. Yakni menawarkan dari pintu ke pintu (door to door), dan cara itu terbukti berhasil. Harga yang ditawarkan tentunya sebanding dengan nilai seni dan keindahan (estetika) yang dihasilkan.

Menurut Cici, kini produk kerajinan tangan yang dibuatnya telah mampu mengisi sejumlah pasar domestik. Seperti di Bali, Pangandaran, Kenjeran, Tanjung Pinang, Palu, Belitung Timur, Kupang sampai Kepulauan Aru.

Sarjana Ilmu Sosial salah satu kampus di Kecamatan Ciputat Timur itu bahkan mengklaim, bila dirinya juga pernah mengikuti acara pertemuan antar sesama pengrajin handycraft. berskala internasional.

Hal itulah turut menjadi alasan produk-produk yang dijualnya telah mampu menembus ke pasar global, khususnya China, yang saat ini menjadi salah satu langganan terbesar Cici.

“Sementara pasar di Ukraina sudah ada jalinan kerjasama untuk memasarkan kap-kap lampu,” ungkap perempuan ayu asal Tasikmalaya, Jawa Barat itu.

Diakui Cici, masalah pemasaran produk  menjadi tantangan dan hambatan yang ditemui selama menggeluti bisnis ini. Tak seperti halnya menggeluti bisnis  kerajinan batik.

Cukup beralasan, tanpa perlu dijelaskan secara detail calon konsumen pun telah mengetahui produk yang ditawarkan.

Berbeda dengan produk kerajinan tangan dari kulit kerang. Konsumen perlu diberikan penjelasan lebih dan diyakini lagi. Tentu saja biar pelanggan jadi tertarik dan akhirnya mau membeli produk souvenir yang jenisnya beraneka ragam.

Atas jerih payahnya selama ini, Cici telah memperoleh Adibhakti Mina Bahari untuk kategori Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan Inovatif.

“Karena memang handycraft ini kan barang langka, unik. Bila dilihat kulitnya terlihat murah, tapi ternyata lebih mahal kulit kerangnya dari pada isinya,” utaranya di Perumahan Griya Pamulang Blok C4/11, Kelurahan Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangsel.(yud)

Berita Terbaru