oleh

Klaster Pilkada Disebut Picu Kasus Covid-19 di Tangsel Naik Drastis

Kabar6-Pilkada serentak 2020 diduga kuat telah menimbulkan klaster baru penyebaran virus Covid-19 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Trend itu ditandai dari identifikasi warga sekitar yang terkonfirmasi positif corona maupun meninggal dunia angka kasusnya terus bertambah secara drastis.

“(klaster pilkada) Saya sepakat,” kata Direktur Eksekutif Perlindungan Pemilu untuk Demokratis (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustyati saat dikonfirmasi kabar6.com, Selasa (29/12/2020).

Hari ini tepat dua pekanpascatahapan pemungutan suara. Perkembangan Covid-19 yang dipamerkan situs resmi Pemerintah Kota Tangsel terkonfirmasi kasus positif sebanyak 3642 bertambah 17. Adapun jumlah warga korban corona yang meninggal dunia dari 173 jiwa bertambah 3 orang.

Khoirunnisa tegaskan alasan ada dan telah terbentuknya klaster pilkada. Ia pastikan karena sudah banyak penyelenggara pemilu yang terpapar Covid-19.

Tahapan pemilu berpotensi mengumpulkan banyak orang. “Dan ketika ada orang berkumpul maka ada potensi menyebarkan virus,” tegas Khoirunnisa.

**Baca juga: Warga Kecewa Kantor Kelurahan Pondok Aren Ditutup Tanpa Alternatif

Masih catatan data resmi Satgas Covid-19 Kota Tangsel per Selasa ini jumlah pasien sembuh dari 3096 bertambah 51, dan warga dirawat sebanyak 373 tambah 37 orang.

Virus corona menyerang korbannya tanpa pandang bulu. Status sosial warga yang terjangkit mulai dari pedagang sayuran hingga pejabat negara maupun daerah. Salah satunya merenggut nyawa Ketua KPU Tangsel Bambang Dwitoro.

Ia sempat lama tak muncul saat tahapan penting pilkada hingga akhirnya dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 12 Desember 2020, pagi. Bambang dinyatakan positif corona, dan almarhum dimakamkan secara protokol covid di TPU Jombang, Kecamatan Ciputat.(yud)

Berita Terbaru