oleh

Keluh Kesah Warga Belakang Puspemkot Tangsel, Was-was Banjir Saat Hujan Deras

Kabar6-Warga belakang Pusat Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Puspemkot Tangsel), di Jalan Adi Sengkong, Serua, Ciputat, selalu was-was saat hujan deras tiba.

Pasalnya, setiap kali hujan deras tiba, wilayah tersebut sering terendam banjir, seperti yang terjadi pada pagi hari tadi, Sabtu 28 Mei 2022.

Para warga mengaku sudah lelah dengan banjir yang menerpa wilayahnya, terlebih jalanan tersebut selalu menjadi kubangan air, dimana air tidak mengalir atau menetap karena drainase yang kecil.

Indra selaku warga setempat menerangkan, pada bulan Mei 2022 saja terhitung sudah 3 kali dirinya membersihkan rumahnya dari lumpur bekas air yang menggenangi tempat tinggalnya.

Menurutnya, hujan yang berlangsung selama 1 setengah jam pagi tadi, membuat air meninggi setinggi pinggang orang dewasa, dan kedalam rumah setinggi betis orang dewasa.

“3 kali banjir bulan ini, pokoknya setiap ujan gede masuk (air kedalam rumah, red), didalem rumah sampe sebetis, air sampe masuk ke lemari. Dari lobang mesin air malah penuh, (air jadi, red) naik (kerumah, red),” ujarnya kepada Kabar6.com di lokasi, Sabtu (28/5/2022).

Diakuinya, daerahnya sebelum didirikan Puspemkot Tangsel tidak pernah merasakan banjir seperti saat ini.

Sedangkan, keadaan saat ini dirinya mengaku bahwa daerahnya selalu menjadi pusat dan kubangan air, dimana air tidak bergerak sama sekali karena drainase yang kecil.

“Jadi air itu nampungnya disini, soalnya aliran yang seharusnya ke kiri malah berbalik karena berbeda ketinggian, begitu juga air dari Puspemkot Tangsel. Dulu sebelum dibangun ini (Puspemkot Tangsel, red), gak pernah banjir,” jelasnya.

Warga lainnya, Bu Joko mengaku, setiap kali hujan deras tiba, selalu merasa was-was dan khawatir air masuk kedalam rumah. Bahkan waktu lebaran saat dirinya pulang kampung, air merendam seisi lemari serta kasur.

“Itu baju-baju yang terendam jadi dibuang, itu juga kasur waktu lebaran. Pulang kampung jadi kerendem semua. Ya pokoknya kalau hujan deras kita jadi was-was,” ungkapnya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu wilayahnya pernah di survey oleh seseorang dan menanyakan keadaan saat hujan deras. Namun, dirinya mengatakan, sampai saat ini tidak ada tindakan solusi.

“Dulu ada yang survey, tapi cuman nanya aja, tapi sampe sekarang gak ada tindakan,” paparnya.

**Baca juga: Tujuh Titik Banjir di Tangsel, Sekitar 752 KK Terdampak

Bu Joko saat ini hanya berharap kepada Pemerintah Kota Tangsel, khususnya Wali Kota Tangsel untuk menindak lanjuti banjir ini. Karena dirinya hanya ingin jika hujan deras, tidak lagi banjir.

“Ibu berharap ke Pemerintah dan wali kota kalau hujan (disini, red) gak banjir gimana caranya,” tutupnya.(eka)