1

Eko Marhen Hari ini Melepas Masa Lanjang, Ijab Kabul di Masjid Baitul Tempirai Berjalan Lancar

Kabar6-Eko Marhen, seorang wartawan kabar6 telah melangsungkan prosesi akad nikah bersama sang istrinya bernama Dewi Astuti di Masjid Baitul Amanah, Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) – Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (27/1/2024) pagi.

Prosesi acara yang sangat sakral itupun berjalan dengan lancar. Para tamu undangan dan keluarga besar kedua mempelai pun begitu khusyuk melihat prosesi akad nikah kedua mempelai itu.

Iringan doa para tamu undangan dan keluarga besar kedua mempelai turut menyertai. Usai melangsungkan prosesi akad nikah, acara pun dilanjutkan dengan acara resepsi yang diselenggarakan oleh pihak perempuan.

“Syukur Alhamdullilah acara akad nikah saya dan acara resepsi dapat berjalan dengan lancar,” ujar pengantin laki-laki, Eko Marhen, usai acara resepsi pernikahan.

**Baca Juga: Penetapan Besaran Pajak Hiburan di Tangsel Masih Mengacu dalam Perda

Tentunya, kelancaran semua acara tersebut pun berkat doa dan dukungan kedua keluarga besar, para tamu undangan dan seluruh teman-teman. Baik yang ada di Desa Tempirai maupun yang berada diluar Desa Tempirai.

“Pertama, kami ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua kami (pihak laki-laki dan perempuan) yang telah merestui pernikahan kami ini. Semoga pernikahan kami ini di Ridhoi oleh Allah SWT,” katanya.

“Kemudian, saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semuanya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang telah mendukung kelancaran acara kami. Baik secara moril maupun secara materi,” sambungnya.(red)




Sachrudin: Almarhum Uyus Banyak Meninggalkan Karya Nyata Salah Satunya Banksasuci

Kabar6-Suasana di komplek TPU Curug Parigi, Desa Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu (19/11/2023) siang tampak riuh. Di tempat itu, sejumlah pria terlihat tengah menggotong jenazah seorang pria yang terbalut kain kafan putih. Perlahan-lahan jenazah tersebut dimasukan ke liang lahat. Tempat peristirahatan terakhir umat manusia. Umat muslim.

Begitulah suasana yang terekam saat prosesi pemakaman Uyus Setia Bhakti, yang dikenal sebagai sosok pejuang lingkungan di Provinsi Banten khususnya wilayah Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan).

Ya, tepat di usia 43 tahun, Uyus Setia Bhakti tutup usia setelah berjuang melawan penyakit komplikasi yang dideritanya sejak 10 hari terakhir.

Kang Uyus, demikian dia disapa- sempat mendapat perawatan medis di RS Siloam Lippo Karawaci dan RSUD Kota Tangerang, Sabtu (18/11/2023).

Namun takdir berkata lain. Pendiri sekaligus Pembina Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) tersebut menghembuskan nafas terakhirnya, tepat pukul 06.00 WIB, di RSUD Kota Tangerang.

Ayah dari Annisa Putri Wijayanti, Intan Cantika Suci dan Bima Suci Ahmad tersebut kini telah menghadap Sang Pencipta.

Isak tangis dari sejumlah keluarga hingga kerabat terdekat pun pecah kala bongkahan tanah perlahan-lahan menimbun liang lahat, tempat peristirahatan terakhir almarhum.

Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran mengiringi proses pemakaman suami dari Euis Supriatin itu.

Sosok yang Tulus dan Murni

Sebelum prosesi pemakaman, tampak sejumlah pejabat daerah dari Pemkot Tangerang turut melayat ke rumah duka. Di antaranya, Wakil Walikota Tangerang Sachrudin, Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman, Asda I Kota Tangerang Wahyudi Iskandar serta sejumlah kerabat dan sahabat dekat almarhum.

Dalam kesempatan itu, Sachrudin menyampaikan kesan-kesan sepeninggal almarhum. Menurutnya, Uyus merupakan sosok aktivis yang tulus dan murni dalam karya nyata. Almarhum, kata Sachrudin, telah banyak memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat, khususnya bidang lingkungan hidup.

“Beliau sosok yang tulus dan murni dalam karya nyata, serta beratitude, rendah hati dan santun,” ucap Sachrudin, di hadapan keluarga dan sahabat almarhum.

**Baca Juga: Pembangunan Underpass Bitung Berdampak Kemacaten Panjang

Murah Senyum dan Penuh Semangat

Bambang Kurniawan, salah satu sahabat dari almarhum, mengenang sosok Uyus sebagai sosok yang bersahaja. Sosok yang murah senyum serta penuh semangat dalam menjalankan keinginan serta cita-citanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Yupentek Indonesia itu juga menyebut almarhum selalu penuh semangat meski banyak rintangan yang menghadang dalam setiap perjuangan. Utamanya, dalam memperjuangkan misi untuk menjaga kelestarian Sungai Cisadane.

“Saya ingat di suatu waktu kami berkumpul dulu, beliau menyampaikan ingin memiliki sebuah wadah yang nantinya bisa bermanfaat bagi lingkungan hidup dan banyak orang. Sekarang, semua harapan dan cita-cita sudah terwujud. Banksasuci adalah sebuah karya besar dari almarhum,” ucap Bambang, dengan lirih.

Lanjutkan Cita-cita Almarhum

Dandi, salah satu aktivis 98 yang merupakan sahabat dari mendiang Uyus, menuturkan, Uyus merupakan sosok yang selalu bersemangat dalam menyampaikan setiap ide dan gagasan. Sepeninggal almarhum, Dandi berpesan kepada pendiri dan aktivis Banksasuci agar bisa terus menjaga kekompakan.

Seluruh insan yang terlibat di Banksasuci diharapkan agar tetap menjaga kekompakan demi mewujudkan keinginan serta impian dari almarhum. Banksasuci, kata Dandi, adalah sebuah peradaban yang dibangun dari kerja-kerja ikhlas sang pejuang lingkungan.

“Saya minta, kita tetap menjaga kekompakan. Kita harus terus berjuang untuk mewujudkan cita-cita besar almarhum, menjadikan Banksasuci lebih besar dan bermanfaat bagi semua. Terutama dalam menjaga peradaban dan keseletarian Sungai Cisadane,” ujarnya sambil terisak.

Menjaga Mata Air dengan Air Mata

Sementara Ade Yunus, Ketua Banksasuci Foundation yang juga adik dari mendiang dari Uyus, mengatakan bahwa almarhum selalu berpesan kepadanya untuk terus semangat dalam memperjuangkan cita-cita. Membesarkan Banksasuci.

“Beliau selalu berpesan kepada saya, menjaga mata air dengan air mata. Artinya tidak ada perjuangan yang mudah, selalu ada pengorbanan dalam setiap perjuangan yang kita lakukan. Insha Allah, saya akan melanjutkan cita-cita beliau,” katanya.

Diketahui Banksasuci didirikan pada 2012 silam oleh sekelompok komunitas pecinta lingkungan hidup Tangerang. Salah satunya Uyus Setia Bhakti.

Pada 2019, Banksasuci ditingkatkan menjadi yayasan yang bergerak di bidang lingkungan dan memiliki nama Banksasuci Foundation.

Banksasuci dikenal luas karena aktivitasnya di bidang lingkungan. Tak sedikit karya yang dihasilkan oleh Banksasuci dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Salah satunya, di Sungai Cisadane.

Tunai sudah segala cita-cita dan impian semasa hidup Uyus Setia Bhakti. Yakni, memiliki sebuah wadah atau komunitas yang dapat berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian Sungai Cisadane.

Sungai yang menjadi sumber kehidupan seluruh mahluk hidup. Khususnya bagi masyarakat di Tangerang Raya.
Selamat jalan kang Uyus Setia Bhakti, Karya dan baktimu akan tetap lestari. (Oke)




Brigjen KH Syam’un, Sosok Bupati Pertama Kabupaten Serang

Kabar6-Brigjen KH Syam’un, merupakan sosok Bupati pertama Kabupaten Serang. Brigjen KH Syam’un menjabat sebagai Bupati Serang pada periode Januari 1946 hingga Maret 1949.

Ia berasal keluarga religius. Secara silsilah, beliau adalah cucu Kiai Wasjid, penggerak pemberontakan 1888 di Cilegon melawan penjajah Belanda. Brigjen KH Syam’un belajar di lingkungan kiai dari pesantren ke pesantren. Kemudian, pada 1905 – 1910 beliau bermukim di Mekah mendalami ilmu agama.

Ia lahir di Citangkil Cilegon, Banten dan wafat di Gunung Cacaban, Cilegon, pada 2 Maret 1949, dimakamkan di Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten. Ayahnya bernama K. Alwiyan dan ibu nya adalah Hj. Siti Hajar.

Dikutip dari website, Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI), selama menjadi Bupati, beliau konsisten menjaga dan menegaskan bahwa Banten bagian dari negara RI. Ia menjadi Bupati di era transisi kemerdekaan dari masa penjajahan Belanda ke alam kemerdekaan.

Pada 23 Desember 1948, Belanda memasuki Banten. Brigjen K.H. Syam’un sebagai Bupati Serang dan para pegawainya berkurung di kantor Bupati.

Tetapi malam hari bisa meloloskan diri, dan lantas bergerak bergabung dengan tentara yang dipimpin Letnan Muda Chaidir, yang bergerilya di Gunung Cacabn Anyer hingga meninggal karena sakit di Gunung Cababan, Cilegon.

Saat menjabat, Brigjen KH Syam’un tidak dalam masa normal, tetapi dalam masa revolusi kemerdekaan, ketika bangsa Indonesia di berbagai daerah menghadapi serangan-serangan militer yang dilancarkan oleh pasukan Belanda yang kembali ke Indonesia

Atas jasanya kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 8 November 2018.

Untuk mengenang jasa KH Syam’un, Pemkab Serang rutin melakukan ziarah ke makam Brigjen KH Syam’un, hal itu bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Serang ke-497.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku rutin berziarah ke Makam Brigjend KH Syam’un sebagai rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Serang, dalam rangka mendoakan almarhum yang sudah berjuang untuk Kabupaten Serang.

Tatu menilai, Brigjend Syam’un merupakan sosok yang lengkap selaku pemimpin, karena seorang ulama dan pejuang, sehingga dirasa tidak ada lagi sosok bupati selengkap itu di Kabupaten Serang.

**Baca Juga: Selama September 2023, Terjadi 205 Kali Kebakaran di Kabupaten Tangerang

Maka dari itu, Tatu mengaku meneladani Brigjend Syam’un yang dikaruniai agama yang bagus, mempunyai sisi pejuang dan keberanian dalam hal positif yang menjadi suatu khazanah.

“Bagi kita semua penerusnya, ini menjadi motivasi seluruh jajaran Pemkab Serang untuk selalu semangat dan punya inovasi mengurus Kabupaten Serang agar tercapai masyarakat yang makmur dan sejahtera,” kata Tatu, Kamis 5 Oktober 2023.

Dengan usia daerah yang cukup tua, kata Tatu, jajarannya harus mempunyai semangat untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan dan berinovasi lebih baik lagi dalam segala hal.

Sehingga target di Kabupaten Serang dalam pembangunan setahap demi setahap tercapai. Menurut Tatu, tidak mudah membangun daerah dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang banyak.

“Dengan APBD saat ini rasanya susah untuk lari, karena di sana-sini banyak kebutuhan masyarakat. Tapi, setahap demi setahap terselesaikan, seperti infrastruktur sudah bagus, pendidikan, layanan kesehatan terus kami tingkatkan,” ujar bupati perempuan pertama di Kabupaten Serang ini.

Seperti Puskemas, menurut Tatu, membutuhkan perbaikan dan peningkatan alat penunjang. Terpenting, lanjut Tatu, mengurangi angka pengangguran, dimana jajarannya saat ini terus berupaya mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar masyarakat tidak selalu berfokus hanya kerja di pabrik. Apalagi, kata Tatu, sebagian perusahaan padat karya di Kabupaten Serang sudah pindah, sehingga harus ada inovasi lain.

“Lapangan kerja harus diupayakan oleh Pemda. Oleh karenanya, saya selaku kepala daerah meminta masyarakat agar welcome terhadap para investor yang masuk ke Kabupaten Serang supaya terekrut tenaga kerja,” tutup Ketua DPD Golkar Banten ini.(Aep)




Autobiografi Dr Tarmizi Hakim, dari Hutan Kampung Tembus Jantung Dunia

Kabar6-Mantan Direktur Rumah Sakit (RS) Harapan Kita, Dr H Tarmizi Hakim, meluncurkan buku autobiografi di Kedai Ongs, Hidden Paradise, Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan, Banten, Minggu (12/3/2023).

“Sejak kecil, membaca buku adalah hobi saya, terutama biografi yang banyak mewariskan tentang motivasi dan nilai-nilai kehidupan. Karena itu, saya juga ingin menuliskan hal-hal yang bisa menjadi pelajaran bagi generasi sekarang dan di masa mendatang,” ungkap Tarmizi di sela acara yang dihadiri sekitar 150-an tamu undangan dari dalam dan luar negeri.

Buku Ketua Ikatan Alumni (Iluni) Fakultas Kedokteran (FKUI) Universitas Indonesia Angkatan 1972 ini, berkisah tentang perjalanan anak kampung pinggir hutan pedalaman Bukit Barisan di Sumatera, menembus belantara menuju pusat-pusat “jantung” dunia.

“Keberanian dalam mengejar mimpi, kerja keras dalam mengejar cita-cita dan ketulusan dalam hidup beliau curahkan dengan sangat menyentuh dalam buku ini,” kata Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dante Saksono Harbuwono.

Hal sama disampaikan Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno melalui rekaman video.

“Dokter Tarmizi Hakim adalah dokter berdedikasi tinggi yang mengabdi pada bangsa selama 40 tahun. Saya sangat terkesan pada beliau, karena di masa pensiun masih aktif menjadi entrepreneur, seperti punya klinik, kafe, restoran, properti dan banyak bidang bisnis lainnya. Ini membuktikan bahwa tidak ada batasan usia untuk menjadi seorang entrepreneur,” ujar Sandiaga sambil mengutip pepatah “di mana ada kemauan di situ ada jalan”.

Buku Tarmizi bisa menjadi inspirasi karena berkisah tentang sosok pemuda dari desa yang dengan gigih, susah payah dan penuh perjuangan merantau ke Jakarta hingga menjadi dokter ahli bedah jantung kelas dunia.

Inilah sebuah “catatan panjang” bergaya novel tentang seorang dokter dengan wawasan luas, tidak hanya sukses di meja operasi, tetapi juga dalam memimpin organisasi. Mulai dari level ASEAN sampai Asia, dari level nasional hingga internasional, termasuk pengalaman menekuni bisnis di hari tua.

**Baca Juga: Polisi Tangkap Seorang Remaja di Lebak, Ratusan Butir Tramadol-Hexymer Diamankan

Buku ini tidak hanya untuk memotivasi para dokter dalam usaha mewujudkan mimpi, tetapi bermanfaat bagi semua kalangan dalam membangun karakter dan kepribadian. Juga dalam kemampuan mengelola waktu, keberanian mengambil keputusan yang berisiko, kerja keras-kerja cerdas-kerja ikhlas, jaringan luas dan impian dan cita-cita yang besar, semua terekam di buku ini.

Momen tersebut sekaligus menjadi kado ulang tahun pernikahan Dokter Tarmizi dengan sang istri, Burlini Hakim.

Pada kesempatan itu, Dr. Tarmizi menyumbangkan sedekah Rp 10 juta untuk korban gempa Turki-Suriah melalui Badan Amil Zakat Nasional. Secara simbolis diterima Adhi Kelvianto dari Direktorat Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI.(yud)




Ini Dia Sosok Yutanti Tan, Ahli Akupunktur Medis Beken di BSD

Kabar6

Kabar6-Sosok Yutanti Tan dikalangan masyarakat BSD, Tangerang Selatan maupun Tangerang Raya sudah tak asing lagi. Khususnya bagi para pasien-pasien yang sudah pernah melakuan terapi akupuntur medis padanya. Jadwalnya begitu padat, membuat Tanti, begitulah ia disapa tetap selalu menyempatkan diri untuk tetap bersepeda dan jogging setiap harinya.

Sejak pandemi covid-19, ia rutin bersepeda dan jogging di komplek rumahnya. Setelah itu ia baru aktif dengan jarum-jarum akupunturnya. Setiap Senin-Jumat, jadwalnya melakukan terapi pada pasiennya.

“Tiap hari jadwal terapi full, semua saya kasih jadwal pada pasien yang mau diterapi, karena membuka medical akupuntur ini awalnya sebuah niat baik untuk menolong orang yang beriktiar sembuh dari penyakit,” ujar dr. Yutanti Tan pada Kabar6 yang  berkunjung di prateknya di Jalan White Diamond V Nomer 1 Residence One, BSD, Tangerang Selatan belum lama ini.

Seiring waktu, minat masyarakat untuk mencari kesembuhan lewat akupuntur semakin tinggi. Ia pun kebajiran pasien yang setiap hari menghubung whatsapp-nya. Kini tempat prakteknya lebih luas dan bisa menterapi orang lebih banyak dari sebelumnya. Baca Juga :Tangan Dingin Yutanti Tan Sembuhkan Penderita Stroke Lewat Akupunktur Medis

“Saya bersyukur kini kondisi klinik lebih luas dan bisa menampung lebih banyak pasien, sehingga saya bisa lebih banyak menolong orang sakit,”imbuhnya.

Mencapai kesuksesan seperti sekarang ini, tentunya tak semudah mengedipkan mata, butuh doa, usaha, dukungan, ketekunan, dan hal yang utama adalah niat.

dr.Yutanti Tan (ir)

Bahkan ia bercerita saat kelulusan dokter, ia tak membayangkan akan berurusan dengan jarum-jarum akupuntur. Selama bertugas di Bali ia bertemu dengan ahli akupuntur, yang ia sebut master akupuntur.

Dari sang master ini awalnya ia menseriusin akupuntur. Ia pun meninggalkan Bali dan menjalani pendidikan akupuntur di RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo dan lulus uji kompetensi pada April 2017. Sejak itu terdaftar di Kolegium Ilmu Akupuntur Indonesia serta mulai buka praktek 30 November 2017 dan dijadikan tanggal berdirinya Medical Acupuncture.

Berprofesi sebagai dokter dan kini menjadi serorang ahli akupunktur, ia sempat menetap 15 tahun di pulau Bali. Sebelum membidangi akupuntur, wanita ini menamatkan pedidikan kedokteran. Lulus kedokteran 2002 dari Universitas Kristen Indonesia.

Ditahun 2002 sempat praktek di Klinik Dharma Asih Medika Bekasi. Tahun 2003-2006 Dokter PTT di Puskesmas Penebel 1, Tabanan, Bali. Kemudian 2007-2012 Praktek di Klinik Dokter Kita, Denpasar, Bali.
Ada yang melatarbelakangi, mengapa ia lebih tertarik mengambil study akupuntur. Ini Tak lepas dari anak kedua yang berumur 10 tahun bermasalah dengan tulang belikat kiri yang agak menonjol dengan diagnosis skoliosis ringan tipe c.

Secara medis, skoliosis ringan ini hanya dilakukan observasi setiap 6 bulan untuk melihat perkembangannya dan dianjurkan untuk berenang, yoga, ataupun fisioterapi.

“Anak saya mendapatkan terapi akupuntur secara rutin selama 4 bulan, seminggu 2 kali, akhirnya sekarang terbebas dari masalah tersebut. Sejak itu saya mulai tertarik dengan ilmu akupuntur dan ikut belajar kira-kira 2 tahun dari sinshe yang saya kenal di Bali,” ujar wanita yang hoby berpetualang .

Baginya, akupuntur sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan ataupun sedang mengalami sakit baik ringan maupun berat. Untuk melihat pasien-pasiennya bisa berkunjung ke IG medicalacupuncturemedicalacupuncture atau pun FB akupunkturmedis dr. Yutanti Tan. ir




Mizz Parhadiba, Kartini Tangsel Penuh Wawasan

kabar6.com

Kabar6-Wanita ini berperawakan supel dan berwawasan, percaya diri serta penuh dengan ide cemerlang. Sosok satu ini merupakan pengusaha sukses yang memiliki beberapa jenis usaha di Tangerang Selatan (Tangsel). Ya, siapa lagi kalau bukan Mizz Parhadiba.

Mizz (sapaan akrabnya), merupakan perintis sekaligus pelaku UKM sejak terbentuknya Kota Tangsel. Dan, Mizz memiliki visi misi untuk meningkatkan perekonomian di kota termuda se-Provinsi Banten itu.

“Sebagai pelaku UKM, saya pernah menjadi juara tiga lomba logo produk tingkat Tangerang Selatan (Tangsel),” kata Mizz, Kamis (19/7/2018) di Café Citata, Jalan Siliwangi 55, Pondok Benda, Pamulang.

Politisi Nasdem yang aktif berorganisasi ini mengaku sudah memiliki program-program dalam rangka meningkatkan kesejahteraan perekonomian tersebut. “Saya sangat peduli perkembangan ekonomi di Tangsel,” paparnya.

Dan saat ini, Mizz Parhadiba sudah menyepakati kerjasama dengan beberapa perusahaan besar seperti Telkom, PLN, Kimia Farma dan perusahaan lainnya.**Baca juga: IKEA hadirkan Penawaran Terbatas Mingguan.

“MoU-nya nanti kita lakukan setelah pengukuhan. Dan, masih banyak lagi program dan kerjasama yang akan kita jalankan setelah itu,” ungkap Mizz yang menjabat sebagai Ketua Kadin Paradigma Baru (PB) Tangerang Selatan (Tangsel) dan akan dikukuhkan pada 29 Juli 2018 mendatang di BSD. (fit)




Aktivitas Pelayanan di Kecamatan Serpong Tak Kenal Waktu

Kabar6-Salut untuk aktivitas pemerintahan di Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Seolah tak mengenal waktu, meski di luar jam kerja, staf sampai Camat masih tetap terlihat memberikan pelayanan.

Camat Serpong, Mursinah menyatakan, dirinya kerap menyelesaikan pekerjaan di luar jam kantor, karena banyak kegiatan yang dilakukan dari pagi sampai sore hari di luar kantor.

“Biasanya undangan rapat dengan Walikota, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi terkait lainnya kan di berbagai tempat sehingga pekerjaan yang menumpuk akan diselesaikan ketika saya tiba di kantor, walaupun itu malam hari juga saya berusaha selesaikan agar tidak ada Pekerjaan Rumah (PR) lagi,” terang mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ciputat Timur ini saat ditemui Kabar6.com di ruang kerjanya, Senin (21/12/2015).

Selain itu, tambah mantan Lurah Pondok Ranji, Kecamatan Ciptim ini, dirinya juga memanfaatkan hari libur untuk melakukan rapat, baik itu perencanaan maupun evaluasi dengan mengundang para lurah di Kecamatan Serpong.

“Alhamdulillah respon para lurah sangat baik dan selalu hadir bila saya undang untuk rapat meskipun itu di hari libur karena bagi saya hal tersebut menjadi kebiasaan yang dilakukan sejak menjadi lurah di Pondok Ranji,” pungkas Mursinah.(ard)?




Begini Sisi Lain Peringatan Hari Pahlawan Ala Airin

Kabar6-Hari Pahlawan yang diperingati pada 10 November setiap tahun, pastinya punya arti penting bagi setiap orang di Tanah Air. Termasuk bagi pribadi Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany.

 

Biasanya, pada hari tersebut, mayoritas beragam elemen masyarakat di berbagai daerah kompak, mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih dan tabur bunga, sebagai tanda penghormatan kepada para pahlawan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

“Rela angkat senjata dan bambu runcing, mengorbankan nyawa untuk mengusir penjajah. Karena mereka ingin Indonesia jadi bangsa yang bisa diperhitungkan di dunia internasional,” ungkap Airin, di Taman Makam Pahlawan Serebu, Kecamatan Setu, Selasa (10/11/2015).

 

Sedianya, ada makna sarat pesan moral dari ulasan di atas. Pesan ini tentunya diperuntukkan bagi para generasi penerus bangsa Indonesia. Tentunya agar bisa berbuat sesuatu yang positif bagi Ibu Pertiwi.

 

“Bisa bermanfaat positif bagi bangsa Indonesia dari berbagai bidang keahlian disiplin ilmu. Seperti Anda semua para wartawan pun bisa menjadi pahlawan,” terang Airin.

 

Menurut Airin, wartawan bisa menjadi pahlawan dengan mengawal dan mendorong daerah tempat bertugas, agar mampu berkembang.

 

Seperti warga lainnya, pada momen Hari Pahlawan kali ini, Airin juga mengikuti ritual tabur bunga, setelah sebelumnya juga mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih di Lapangan Cilenggang, Kecamatan Serpong.

 

Sedianya, upacara Hari Pahlawan di Tangsel, bertindak sebagai pemimpin upacara yakni, Komandan Rayon Militer 19 Pondon Aren, Kapten (Arh) Didik Wahyudi. Upacara itu sedikitnya diikuti tiga ribuan orang.

 

Sedangkan peserta upacara terdiri dari aparatur Pamong Praja di lingkungan Pemerintah Kota Tangsel, anggota TNI/Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, dan lain sebagainya.

 

Bahkan, tak ketinggalan pula dihadirkan sejumlah warga lanjut usia di Kota Tangsel yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

 

Mereka merupakan saksi sejarah dan pelaku peristiwa bersejarah perebutan Monumen Lengkong di Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara

 

Semua veteran pejuang yang hingga kini masih berumur panjang, setiap tahun rutin mendapatkan bantuan sosial secara langsung dari Pemerintah Kota Tangsel. Jenis bantuan sosial yang disalurkan pun ada beragam.

 

Misalnya, program bantuan bedah rumah, bingkisan sembako dan uang tunai tiap Hari Raya Idul Fitri, bantuan pemberian modal serta pengembangan wirausaha ekonomi kerakyatan.

 

Selain itu, veteran juga memperoleh jaminan kesehatan, model bantuannya berupa rekomendasi secara prioritas bagi  warga LVRI yang sakit dan ingin berobat. ** Baca juga: Tokoh Cantik Ini Harapkan Kemajuan di Kota Tangerang Terwujud

 

Pada saat veteran membutuhkan penanganan medis, maka seluruh rumah sakit swasta di Kota Tangsel wajib mendahulukan.(yud)




Tokoh Cantik Ini Harapkan Kemajuan di Kota Tangerang Terwujud

Kabar6-Kemajuan sebuah daerah, merupakan harapan besar bagi setiap warganya. Terlebih, wilayah itu memiliki banyak potensi yang dapat mendukung langkah kemajuan itu sendiri, seperti layaknya adalah Kota Tangerang, di mana letak kedudukannya berada tepat berdampingan dengan Ibu Kota DKI Jakarta.

 

Ya, demikian pula cita dan harapan itu pun ternyata menjadi motivasi besar bagi Imas Hilatunnisyah, SH, MM, MSi, salah seorang tokoh wanita asli Kota Tangerang, yang hingga kini masih terus aktif berkarir di banyak bidang kemasyarakatan.

 

Mulai dari eksistensinya di politik (sebagai Wakil Ketua DPC Partai Hanura Kota Tangerang), hukum (sebagai Advokasi) hingga sosial kemasyarakatan (aktif dalam LSM & Pimpinan Perusahaan sebuah media).

 

Sosok perempuan berparas cantik ini pun memiliki pandangan terhadap laju perkembangan kotanya saat ini. Secara objektif, dirinya pun memaparkan satu per satu persoalan yang masih nampak terilihat dan dirasakan, kurang maksimal, terutama menyangkut kebutuhan vital masyarakat.

 

“Saya pribadi, sebagai warga asli Kota Tangerang, tentunya memiliki harapan besar terhadap kemajuan kota ini. Hanya, terkadang beberapa persoalan justru membuat saya dan pastinya juga dirasakan warga Kota Tangerang lainnya, di mana hal-hal vital dan menjadi kebutuhan masyarakat, malah seperti kurang diperhatikan. Contoh dan faktanya adalah, kebutuhan air bersih yang hingga sekarang masih banyak dikeluhkan,” ungkap Imas, saat berbincang santai bersama kabar6.com, di sebuah rumah makan dekat kawasan Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Minggu (8/11/2015) sore tadi.

 

Persoalan yang dirasa kurang baik lainnya adalah, lanjut Imas, mengenai buruknya rencana tata lalu lintas di tengah kondisi pengerjaan fisik pembangunan/perbaikan jalan, yang saat ini tengah dilakukan di sejumlah titik di wilayah tersebut. Sehingga, dampak kemacetan yang ditimbulkannya pun sangatlah besar.

 

“Persoalan-persoalan tersebut, bagi kami selaku masyarakat, adalah vital. Kemacetan di mana-mana, tentu berdampak negatif, karena akan merugikan warga. Kerugian waktu, kesehatan, yang pada akhirnya akan merugikan sisi ekonomi warga juga. Kemudian, saya juga melihat kekurangan di pengelolaan parkir. Sekarang ini, kita melihat parkir di sejumlah wilayah Kota Tangerang semakin semrawut. Kalau mau contoh nyata di lapangan, bisa lihat di area dekat stasiun pasar lama. Masa parkir kendaraan malah di dekat area Masjid Agung-nya, khan malah mengganggu masyarakat beribadah,” kritik dia.

 

Kendati demikian, ibu tiga anak yang tinggal di kawasan Grendeng, Kecamatan Karawaci ini pun mengapresiasi sejumlah upaya baik, yang telah dan tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

 

Di antaranya adalah mengenai dunia pendidikan, rencana pembedahan rumah kepada yang belum layak, rencana standarisasi toilet bersih (jamban) serta rencana pemasangan penerangan jalan umu (PJU).

 

“Semua itu saya apresiasi dan sebagai warga kita harus mendukung langkah positif itu. Namun, yang terpenting hal tersebut jangan hanya sekadar wacana belaka, karena masyarakat mengharapkan realisasinya. Dan, karena saya aktif juga di dunia advokasi atau hukum, saya pun melihat memang sekarang ini sudah ada terlihat sebuah sinergitas yang baik, antara Pemerintah dengan pihak Penegak Hukum. Mudah-mudahan, dari situ kita semua dapatkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat, sesuai dengan kandungan isi dari Pancasila, sebagai lambang negara ini,” paparnya.

 

Kemudian, tambah Imas, perhatian khusus terkait dengan sosialisasi tentang pemahaman hukum, secara utuh, kepada mereka warga/masyarakat umum, tentunya menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk adalah menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintah setempat, sebagai fasilitatornya.

 

“Ini tanggung jawab kita semua. Semoga Pemerintah juga mau memfasilitasi, dengan memberikan atau membuatkan wadah untuk itu. Jangan sampai nanti mereka (warga/masyarakat) tidak dapat menerima hak-hak hukum yang memang seharusnya mereka dapatkan. Hukum itu tidak boleh seperti mata pisau yang tajamnya hanya kebawah, sedangkan ke atasnya tumpul,” tegasnya.

 

Sorotan terakhir yang diakui telah lama juga sebenarnya dirasakan adalah ketidakmaksimalannya para Anggota DPRD setempat, dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Atas dasar itu pun kemudian, dirinya selalu bertekad dan siap untuk mencalonkan diri sebagai bagian dari perwakilan rakyat itu.

 

Sayangnya, niatan itu memang belum sejalan dengan takdir dan kenyataan di lapangan. Namun, Imas tak pernah patah arang dan berjanji akan terus berbuat untuk banyak orang, meski tanpa melalui kursi parlemen. ** Baca juga: Polsek Cipondoh Berdayakan Penganggur Jadi Juru Parkir

 

“Yang terpenting adalah, bagaimana kita bisa membahagian banyak orang. Dan pendapat saya tentang teman-teman anggota dewan hanya sederhana, ini juga bisa sebagai pesan, bahwa mereka harus menjadi dewan untuk masyarakat Kota Tangerang secara keseluruhan, jangan hanya menjadi anggota dewan di dapil saja,” pungkasnya. (ges)




Polsek Cipondoh Berdayakan Penganggur Jadi Juru Parkir

Kabar6-Meningkatnya tindak kriminalitas, khususnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kiranya menjadi motivasi bagi pihak Kepolisian untuk terus berinovasi guna meningkatkan pengamanan wilayah.

 

 

Begitu pun dengan jajaran petugas di Kepolisian Sektor Cipondoh, yang menaungi wilayah hukum Kecamatan Cipondoh dan Pinang di Kota Tangerang.

 

Ya, salah satu titik rawan kriminalitas curanmor yang teridentifikasi di wilayah tersebut berada dalam kawasan minimarket, khususnya yang tidak memiliki juru parkir.

 

“Selain minimnya pengamanan kendaraan, juga ketiadaan juru parkir di minimarket juga bisa memicu terjadinya gangguan Kamtibmas. Terlebih sekarang kondisi ekonomi sedang lesu dan banyaknya PHK yang berakibat pengangguran,” ujar Kapolsek Cipondoh, Kompol Paryanto, Selasa (20/10/2015).

 

Untuk itu, sebagai penanggungjawab Kamtibmas, Polsek Cipondoh bekerja sama dengan RT/RW di wilayahnya, kini tengah menginventarisir minimarket yang belum memiliki tukang parkir.

 

Selanjutnya, warga sekitar yang diketahui sebagai pengangguran, akan ditempatkan sebagai juru parkir di minimarket dimaksud. ** Baca juga: Hasudungan Damanik: Polisi Harus Dekat Dengan Masyarakat

 

“Nantinya, setiap juru parkir akan diberi arahan dan bekal cara menjaga keamanan, sekaligus cara menyikapi adanya gangguan Kamtibmas,” jelas Kompol Paryanto, sembari menambahkan bila program tersebut masih terus dievaluasi untuk penyempurnaan.

 

Lewat program tersebut, Paryanto berharap bisa lebih mengefektifkan sistem pengamanan dan keamanan di wilayahnya.(arsa)