oleh

Upah Telat, Tenaga Pelipat Surat Suara Protes

Kabar6-Proses pembayaran upah bagi tenaga pelipat kertas surat suara Pemilu 2014 di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sempat diwarnai kericuhan.

Ratusan warga yang diberdayakan lembaga komisioner kecewa, lantaran jumlah uang kompensasi yang harusnya diterima tenaga pelipat urung semuanya diberikan.

“Katanya hari Sabtu dibayar semua, tapi sampai sekarang mana buktinya,” keluh Soleh (48), salah seorang pelipat suara asal Parigi Lama, Senin (31/3/2014).

Menurutnya, proses pelipatan jutaan lembar kertas surat suara sedianya telah rampung sejak Sabtu (29/3/2014) kemarin.

Setelah selesai menjalankan tugas, kata Soleh, semua warga yang ikut membantu Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Tangsel tentunya sangat berharap bisa menerima honor.

“Buat kami orang kecil, upah selembar kertas suara dihargain Rp 115 lumayan gede. Tadinya sih mau buat kebutuhan anak sekolah, tapi kalo begini gmana coba,” kata pria yang mampu melipat 16 karton atau 16.000 lembar surat suara.

Keluhan serupa juga diutarakan Maslihah (34), warga Kelurahan Pondok Kacang Timur. Perempuan dua anak ini merasa kecewa setelah menghadapi kenyataan pembayaran upahnya harus dicicil.

“Kita mah tahunya abis kerja terus dibayar,” sungutnya. **Baca juga: Soal Limbah Kopi, LSM Somasi PT Torabika.

Maslihah mengaku tak mau tahu ihwal ada tahapan yang harus dilalui dalam proses pencairan dana kas daerah.”Apalagi sebelumnya enggak ada pemberitahuan,” ujarnya mengaku tidak puas atas keputusan tersebut.(yud)

Berita Terbaru