oleh

Siloam Hospitals Ingatkan Faktor Stroke yang Dapat Dicegah

Kabar6-Komitmen dan konsisten dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya kesehatan merupakan visi misi Siloam Hospitals Lippo Village Tangerang dan Siloam Hospital seluruh Indonesia untuk semua lapisan masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah stroke.

Dalam webinar yang belum lama ini digelar Siloam Hospital Lippo Village Tangerang, dr Gilbert Tangkudung, Sp.S(K) FINS., dokter Spesialis Neurologi dan konsultan neuroIntervensi menjelaskan faktor resiko stroke dapat digambarkan menjadi dua. Dapat diubah dan tidak dapat diubah.

“Tidak dapat diubah. Yakni gender pria umur diatas 55 tahun serta faktor genetic atau keturunan. Dan dapat diubah yakni obesitas, diabetes, hipertensi, kelainan jantung, kurang gerak, penyalahgunaan obat, merokok serta mengkonsumsi alcohol,” kata dr Gilbert dalam webinarnya.

Jadi, kata Gilbert, masih ada kesempatan sehat bagi pasien penderita stroke. “Karena faktor resiko stroke yang dapat diubah dapat ditangani terlebih dengan metode deteksi dini yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan apabila beberapa gejala stroke mulai dirasakan maka pilihan utama adalah segera ke rumah sakit.

“Gejala umumnya adalah salah satu sisi mulut dan wajah terlihat turun. Lengan atau kaki mengalami kelumpuhan atau sulit diangkat atau digerakan. Tidak mampu bicara normal atau tidak jelas dan kehilangan keseimbangan. Itu tanda utama stroke menyerang sistem tubuh. Segera bawa ke rumah sakit,” imbuh Gilbert mengingatkan kepada 100 peserta yang bergabung dalam Webinar tersebut.

Melanjutkan pemaparannya, Dokter Spesialis Neurologi yang bertugas di Siloam Hospitals Manado dalam webinarnya memberi pemahaman akan pemeriksaan pada stroke yang dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu : Pemeriksaan Klinis yang dapat menentukan “derajat” keparahan. Dan Pemeriksaan Penunjang yaitu berupa CT Scan kepala dan atau MRI kepala.

“Melanjutkan pengobatan untuk Stroke Penyumbatan yang harus diberikan kurang dari 4 jam, Trombolisis Intravena adalah obat melarutkan pembekuan darah. Dan TrombektomiMekanikal yang dapat dilakukan kurang dari 24 jam, yaitu adalah alat medis yang menarik pembekuan darah. Serta, Konservatif yang dilakukan apabila sudah lebih dari 24 jam,” papar Gilbert Tangkudung.

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada area otak yang terdampak akan segera mati.

Stroke merupakan keadaan darurat medis karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. Matinya sel otak menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik. Penanganan yang cepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan pada otak dan kemungkinan munculnya komplikasi.

**Baca juga: 2021, Siloam Comprehensive Cleft Center Tingkatkan Layanan Cangkok Tulang

Sementara itu berkaitan dengan vertigo, dikatakan dr Gilbert Tangkudung,Sp.S (k) FINS., Vertigo jika sering kambuh,terlebih disertai gejala lain seperti, kelemahan pada satu sisi tubuh atau kesulitan untuk mengontrol gerakan tubuh, Vertigo bisa menjadi tanda gangguan pada sistem syaraf, berindikasi stoke.(fit)

Berita Terbaru