Pusat Layanan Hemodialisa RS Medika BSD Tampung Pasien BPJS

Wakil Walikota Tangsel, H. Benyamin Davnie, kunjungi pasien hemodialisa.(asri)
Wakil Walikota Tangsel, H. Benyamin Davnie, kunjungi pasien hemodialisa.(asri)
Wakil Walikota Tangsel, H. Benyamin Davnie, kunjungi pasien hemodialisa.(asri)
Benyamin Davnie, kunjungi pasien hemodialisa.(asri)

Kabar6-Terus meningkatnya jumlah pasien gagal ginjal di Rumah Sakit Medika BSD, kian membulatkan pihak rumah sakit untuk membuka pusat layanan Hemodialisa atau cuci darah bagi penderita gagal ginjal.

Dan, pusat Hemodialisa RS. Medika BSD pun secara resmi sudah dibuka oleh Wakil Walikota Tangerang Selatan, H. Benyamin Davnie.

“Dari tahun 2010 hingga 2015, pasien gagal ginjal di RS. Medika naik hingga tiga kali lipat, yakni dari 200 pasien mencapai¬† 700 pasien. Beranjak dari hal itu, akhirnya manajemen RS. Medika memutuskan untuk menambah kapasitas mesin cuci darah, yang tadinya hanya ada delapan unit saat ini sudah tersedia 16 unit,” jelas DR.dr. Bimanesh Sutarjo, SpPD KGH Finasim, konsultasi ginjal dan hipertensi RS. Medika BSD.

Per hari, pasien cuci darah RS. Medika BSD mencapai 24 orang.

“Kami bagi dalam dua shif per hari, dengan waktu cuci darah masing-masing empat jam per pasien, tambah Yusmah Salleh, Director PT. KPJM Medika, manajemen RS. Medika BSD.

Menurut Yusmah, 98 persen pasien yang melakukan cuci darah di RS. Medika menggunakan fasilitas BPJS.

“Hanya dua persen saja yang membayar secara pribadi. Untuk pasien BPJS mereka dapat melakukan cuci darah dua kali dalam satu minggu tanpa dikenakan biaya. Sementara biaya cuci darah per sekali datang di RS. Medika BSD adalah Rp960 ribu,” ungkap Yusmah.

Ucapan terimakasih dan apresiasi diberikan pemerintahan Kota Tangsel kepada RS. Medika BSD, yang turut menjaga kesehatan masyarakat dengan membuka pusat layanan pengobatan ginjal, hipertensi dan diabetes. ** Baca juga: Fakta yang Harus Anda Ketahui Tentang Psikopat

“Kita tahu bahwa pola hidup megapolitan masyarakat Tangsel akan berdampak buruk bagi kesehatan. Untuk itu, peran serta rumah sakit dalam mensosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan menjadi sangat penting. Semoga dengan adanya pusat layanan ginjal, hipertensi dan diabetes RS. Medika akan semakin mempermudah masyarakat yang membutuhkan perawatan,” ucap Benyamin.(asri)