oleh

Ngaku Dipukul Oknum Polantas di Ciputat, Warga “Curhat” di Facebook

Isi curhat dan foto polantas terposting pada salah satu akun facebook warga.(tom migran)

Kabar6-Insiden robohnya konstruksi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di tol BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ramai diperbincangkan lewat viral situs jejaring sosial facebook.

Imbasnya bukan karena macet ataupun terganggunya kegiatan perekonomian, tapi juga pengakuan adanya tiga oknum polisi yang ringan tangan.

Pengakuan itu sedianya tertuang dalam akun facebook bernama Wisnuhandy Widyoastono, yang juga ditautkan ke sejumlah akun facebook lainnya. Ya, dia mengklaim telah dipukul oleh oknum polisi lalu lintas atau polantas.

“Hati-hati terhadap tiga petugas ini. Sangat ringan tangan,” tulis Wisnuhandy dengan emotion senyum pada akun facebook yang terpantaukabar6.com, Selasa (17/5/2016).

Pada akun facebook itu tertulis, insiden pemukulan terjadi di Perempatan Duren, Kelurahan Kampung Sawah, Ciputat, ketika dirinya sedang mengendarai sepeda motor berhenti menunggu giliran.

Ketika itu situasi arus lalu lintas disegala arah macet. Tiba-tiba saja ada polisi yang memerintahkan dirinya (Wisnuhandy) menepi sambil menanyakan kelengkapan surat resmi kendaraan bermotor miliknya.

Wishuhandy menyebutkan di lokasi sekitar tidak ada papan informasi kegiatan razia ataupun penertiban. “Saya menepi dan bertanya kepada petugas tersebut untuk melihat surat tugasnya secara baik-baik,” tulisnya.

Kemudian, seorang polisi berinisial N (pada akun facebook Wisnuhandy tertulis lengkap) tiba-tiba membentak, dan kemudian membawa Wisnuhandy ke komandannya. Saat bertemu dengan perwira unit berinisial AS, tulis Wisnuhandy, dia bertanya alasan dirinya diperiksa.

“Tapi pelaku N masih bicara emosi tinggi. Jelas saya tidak terima, saya bicara baik-baik,” tulis Wisnuhandy lagi.

Kemudian, tiba-tiba N bersama seorang temannya yang berkulit gelap memukulinya. Seorang polantas lainnya dari jauh datang juga ikut memukul. Total jumlah aparat polantas yang dianggap telah ringan tangan ada tiga orang.

‎Wishuhandy merasa beruntung ketika dipukuli masih menggunakan helm. Bahkan insiden pemukulan dilihat langsung oleh sang komandan, AS. Setelah dirinya terpojok perwira unit itu baru melerai.

“Jelas saya tidak terima dengan kejadian ini. Saya langsung mengambil handphone untuk menfoto para pelaku pemukulan tersebut,” ujarnya.

‎Wishuhandy melanjutkan, sat difoto ketiga polantas menutupi badge nama di pakaian dinasnya. Mereka selalu mengelak saat di foto. Setelah itu kua pelaku yang tua dan yang berkulit gelap tiba-tiba menghilang. Hanya tersisa pelaku berinisial N.

“Saya tanya ke komandannya nama-nama mereka dan dia hanya menjawab “GAK TAU”. Kembali saya tegaskan ke komandannya untuk memberitahukan nama-nama anak buahnya dan jawabannya tetap sama “GAK TAU”,” tulisnya. **Baca juga: Jelang Ramadhan, Bawang Merah di Tangerang Naik 100 Persen.

Wisnuhandy kemudian bilang ke AS untuk memperkarakan kasus pemukulan ini. Kemudian komandan tersebut mengajak Wisnuhandy ke warung untuk minum kopi, namun ditolaknya. **Baca juga: Polisi Olah TKP JPO Roboh di Tol BSD.

“Saya tetap memperkarakan pemukulan ini. Komandannya hanya blg “iya iya”. Saya tanya dari kepolisian mana dan dia menjawab “TANGERANG”,” tambahnya.

Penelusuran kabar6.com melalui akun facebook Ikhrar Marajo, yang turut ditautkan postingan berisi “curhat” Wisnuhandy Widyoastono tersebut, terlihat bila postingan itu sudah berlangsung sejak 23 jam lalu.

Bahkan, pada akun Ikhrar Marajo, terlihat sudah ada belasan komentar atas postingan itu dengan beragam pendapat.(yud)

Berita Terbaru