oleh

Kemenkumham Catat 5 Ribu TKA Bekerja di Wilayah Banten

Kabar6 – Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Banten, mencatat sebanyak 5 ribu tenaga kerja asing (TKA) beraktivitas diwilayah tersebut.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Banten, Agus Toyib mengatakan, meski di tengah pandemi, aktifitas Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia, terutama di Banten masih tetap berlangsung. Bahkan, aktifitas WNA di Tangerang paling banyak se Provinsi Banten.

“Terbanyak memang di kawasan Tangerang ini. Pertama, karena memang ada bandara internasional, dekat dengan Jakarta, dan ada beberapa perusahaan, pabrik, yang memakai tenaga ahlinya dari orang asing,” katanya, Kamis (7/10/2021).

Kemudian, dari 5 ribu WNA itu, sekitar 1.600 WNA nya berada di kawasan Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Jumlah tersebut adalah mereka yang memiliki visa dinas dan pemegang visa diplomatik, pemegang izin tinggal dinas dan pemegang izin tinggal diplomatik, pemegang izin tinggal terbatas dan pemegang izin tinggal tetap, dan awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.

“Makanya, dengan adanya Timpora Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, mengajak bersinergi stakeholder terkait untuk bersama mengawasi keberadaan mereka. Ada dari TNI/Polri, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan sebagainya,” ujarnya.

Dengan sinergitas ini diharapkan, tidak ada aktifitas orang asing yang tidak terpantau. Sehingga, keberadaannya tidak mengganggu ketertiban umum, tidak menganggu keberlangsungan bernegara, apalagi menjadi ancaman di dalam negeri.

Sementara, pada periode 15 September hingga 4 Oktober 2021, terdapat belasan ribu WNA melakukan perlintasan di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

**Baca juga: Pelaku Curanmor Diciduk Polisi, Barang Bukti Ini Juga Diamankan

Dari informasi yang dihimpun terdapat 11.401 WNA yang datang melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, lalu 7.207 WNA lainnya meninggalkan Indonesia melalui bandara tersebut.

Jumlah terbanyak dalam perlintasan kedatangan terbanyak berasal dari negara Jepang, lalu disusul Korea Selatan, Cina, Amerika Serikat dan Perancis.(vee)

Berita Terbaru