oleh

Jangan Panik! Gunakan Cara Alami Saat Anak Pilek

Kabar6-Belakangan ini sering terjadi perubahan cuaca yang tidak menentu, tak jarang anak mudah terserang penyakit seperti demam dan pilek.

Penting bagi orang tua untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi pada si kecil, sebelum ia mendapat penanganan medis.

Saat mengalami pertumbuhan, daya tahan tubuh anak juga mengalami peningkatan, jadi, tak heran jika anak lebih mudah terkena penyakit salah satunya pilek.

Namun, seiring bertambah usia, anak akan membangun kekebalan tubuhnya sendiri terhadap virus.

Bahkan dalam waktu setahun, anak bisa terkena pilek rata-rata 8-10 kali terutama di dua tahun pertama anak, karena faktanya terdapat lebih dari 200 jenis virus yang bisa menyebabkan pilek.

Virus ini menular dan menyebar melalui udara, batuk, bersin, atau kontak langsung dengan penderita. Seorang ibu di Bekasi Lina Kustia Ningrum, bercerita tentang kondisi anaknya yang baru berumur 1 tahun saat terserang flu dan pilek.

“lingkungan yang kurang bersih sangat berpengaruh buat anakku, karena sembuhnya lama bisa sampai 2 minggu,” kata Lina saat diwawancarai, Jumat (30/12/22).

Pilek pada anak tidak harus selalu disembuhkan dengan obat dokter karena banyak pula anak-anak yang terbiasa rutin mengonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti tomat, menggunakan alat bantu nose cleaner, dan minyak herbal untuk memijat badan sebagai pencegahan.

Perlu diketahui, salah satu kunci lain bagi para ibu muda yang ingin menggunakan bahan alami buat anak adalah dengan mengonsumsi Fluba Anaba, di mana kandungan di dalamnya terdapat madu hutan dengan campuran ekstrak jahe merah, kencur, biji adas, dan peppermint oil.

**Baca juga: Ace Hardware QBig BSD City Gelar Donor Darah

Manfaat salah satu kandungannya yaitu ekstrak jahe merah dapat membantu menjaga imunitas si kecil yang masih belum stabil. Selain itu saat musim hujan, cara lain yang bisa digunakan adalah dengan biasakan anak rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan makan makanan yang bergizi.

Diketahui, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, 20 Desember 2022 lalu, mengatakan bahwa dari monitoring yang BMKG lakukan, akan ada cuaca yang berpotensi menjadi ekstrem di beberapa wilayah Indonesia.(eka)

Print Friendly, PDF & Email