oleh

Ini Lho Usia Ideal Jadi Ayah

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Jika wanita memiliki batasan usia ideal yang disarankan untuk memiliki anak, tidak demikian halnya dengan pria. Ya, kaum adam tidak memiliki batas umur untuk memiliki anak, karena mereka tidak mengalami menopause.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, dikutip dari lifestyle.analisadaily.com, usia bagi pria yang paling baik untuk menikah adalah di atas 25 tahun.

Antara tahun 1980-2014, telah terjadi peningkatan sebesar 58 persen, di mana pria di atas 35 tahun baru memiliki anak.

Memang tidak ada kaitan umur pria dengan kesehatan bayi. Tapi, itu tidak berarti menunda menjadi ayah 100 persen terbebas dari risiko ya.

Masalahnya, pria di atas 30 tahun sudah mulai mengalami berbagai penyakit. Semakin bertambah tua, maka faktor-faktor kesehatan semakin banyak.

Pria akan kehilangan sel-sel leydig, yaitu sel yang memproduksi testoteron dan selalu berhubungan dengan sistem saraf, di testisnya yang membuat sel-sel testosterone dan sertoli sebagai pendukung, serta memelihara sperma baru.

“Akibatnya, sperma yang dihasilkan mulai tidak baik. Sperma bisa saja mengandung mutasi DNA yang membahayakan bayi,” kata Dr. Ranjith Ramasamy, direktur pengobatan reproduksi pria dan operasi di University of Miami Miller School of Medicine.

Penelitian lainnya menyebutkan, wanita dengan pasangan berusia di atas 35 tahun, 27 persen meningkat risikonya mengalami keguguran dibandingkan dengan pasangan lebih muda dari umur tersebut.

Dilaporkan dari Fox News, risiko skizofrenia ( gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah) empat kali lipat terjadi pada pria yang memiliki anak di atas 35 tahun.

Terlebih lagi, angka autisme meningkat dari satu berbanding 1.000, menjadi satu banding 174 anak karena menikah di umur yang tidak muda lagi. ** Baca juga: Teliti, Bisa Jadi Anda Pernah Menyantap Salmon Depresi

Tingkatan risiko kanker di kalangan anak juga tampak meningkat dikarenakan ayah mereka bertambah tua, yang kemungkinan dikarenakan beberapa mutasi DNA yang  berkontribusi terhadap tumbuh kembang sang bayi.(ilj/bbs)

Berita Terbaru