oleh

GIB Land dan Bank UOB Garap Sektor Hunian di Tangsel

image_pdfimage_print
Ilustrasi. (Ist)

Kabar6-Meski hanya memiliki wilayah dengan luas 210,49 kilometer persegi, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kiranya masih cukup menjanjikan bagi sektor bisnis hunian.

Faktanya, PT Graha Invesment Bersama (GIB Land) menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Bank UOB (UOB Indonesia) dalam rangka pengembangan kawasan hunian vertikal, Urban Heights Residences (UHR) yang berlokasi di jantung kota Tangsel.
 
Bentuk kesepahaman kerjasama itu ditandatangani oleh Presiden Direktur GIB Land, Hanifa Cokrodihardjo dan Head of Transaction Banking Bank UOB Indonesia, Wong .

Dalam MoU tersebut, GIB Land memberikan kepercayaan kepada UOB Indonesia untuk mengelola dana pembelian hunian vertikal UHR selama masa konstruksi berlangsung. Dalam penawaran pembelian UHR, GIB Land menawarkan passive income kepada para konsumen pembeli properti Urban Heights.**Baca Juga: Motivasi Pebisnis Baru Kemenristekdikti Gelar Pelatihan IBT

“Passive income bagi konsumen merupakan sebuah program inovasi dari GIB Land untuk meningkatkan kepercayaan konsumen kepada GIB Land. Terobosan ini pertama kali di Indonesia. Saat ini, properti dipandang sebagai produk investasi di samping investasi emas, saham, reksadana. Hal Inilah yang menjadi alasan manajemen GIB Land menawarkan passive income bagi para konsumen,” kata Hanifa Cokrodihardjo dalam keterangan persnya Selasa (15/8/2017) di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan dengan passive income, konsumen GIB Land memperoleh dua keuntungan. Pertama, konsumen mendapatkan pendapatan per bulan setara dengan bunga deposito. Kedua, konsumen mendapatkan capital gain dari kenaikan harga properti.

Passive income ini tidak hanya dinikmati oleh konsumen yang telah melunasi pembayaran unit yang dibeli, namun juga bagi konsumen yang melakukan pembayaran secara mencicil sebanyak 12 kali.**Baca Juga:

Dimana mereka akan menerima passive income setiap bulan. Pembayaran passive income dilakukan melalui cara transfer ke masing-masing rekening konsumen GIB Land.

“Program passive income ini cukup menjanjikan di tengah penurunan investasi emas, pasar modal, dan reksadana. Dengan memiliki hunian vertikal UHR, para konsumen mendapat jaminan keamanan dan keuntungan. Jika tidak ada halangan, serah terima unit hunian vertikal kepada konsumen dilakukan pada Maret 2019”, ujar Hanifa.

Kawasan hunian vertikal UHR dibangun untuk menjadi The Next South of Jakarta City. Para konsumen UHR, 45 persen berasal dari wilayah Tangerang dan sekitarnya. Minat masyarakat DKI juga cukup tinggi, sebesar 40 persen, sedangkan sisanya berasal dari luar dua wilayah tersebut.

“Kami menyakini, permintaan akan hunian vertikal UHR di tahun 2017 akan naik karena UHR memiliki keunggulan dari sisi lokasi yang strategis, akses yang mudah, tersedianya kawasan bisnis, transportasi publik. Selain itu, kami memberikan kemudahan dalam cara pembayaran dari mulai cicilan bertahap hingga KPA setara 2 persen”, ujar Hanifa.

Sementara itu, Wong Kartyono selaku Transaction Banking Head Bank UOB Indonesia mengatakan bahwa kerja sama dengan pengembang GIB Land merupakan sebuah kepercayaan kepada Bank UOB Indonesia untuk mengelola dana konsumen GIB Land.

“Kami menawarkan produk Payment Collection Management, sebuah produk yang dirancang khusus untuk mendukung pertumbuhan bisnis GIB Land. UOB Indonesia berkomitmen tinggi untuk menyediakan solusi keuangan yang tepat bagi para nasabah sesuai dengan kebutuhan mereka,” tukasnya.(BL/tmn)

Print Friendly, PDF & Email