oleh

Bagaimana Memilih Minyak Goreng Terbaik?

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Selain menyangkut makanan, menerapkan gaya hidup sehat salah satunya adalah cerdas memilih minyak goreng yang tepat. Ya, jika ingin hidup lebih sehat, Anda tentu perlu mengganti minyak goreng dengan yang lebih sehat juga. Misalnya minyak zaitun, minyak jagung, atau minyak kanola.

Apa dan bagaimana kelebihan dan kekurangan ketiga jenis minyak goreng tersebut? Dikutip dari Klikdokter, berikut uraiannya:

1. Minyak zaitun
Selain tinggi lemak tak jenuh tunggal, minyak zaitun juga kaya antioksidan (polifenol) yang baik untuk kesehatan jantung. Dalam satu sdm (sendok makan) minyak zaitun, mengandung lemak total 14 gr dengan proporsi lemak jenuh 1.9 gr, lemak tak jenuh rantai ganda 1.4 gr, dan lemak tak jenuh rantai tunggal 10 gr.

Minyak zaitun memiliki titik didih yang rendah, sehingga tidak cocok digunakan untuk menggoreng deep-fry atau memasak makanan dalam rendaman minyak yang banyak.

Bila digunakan untuk menggoreng deep-fry, minyak dapat teroksidasi dan justru berbahaya untuk kesehatan. Minyak zaitun cocok digunakan untuk memanggang, menumis dengan minyak sedikit, atau sebagai tambahan saus pada salad.

2. Minyak jagung
Dalam satu sdm minyak jagung, terkandung lemak total 14 gr dengan proporsi lemak jenuh 1.8 gr, lemak tak jenuh rantai ganda 7 gr, dan lemak tak jenuh rantai tunggal 3.8 gr.

Minyak jagung tinggi akan vitamin E dan dapat memenuhi 15 persen kebutuhan harian vitamin E Anda hanya dengan mengonsumsi satu sdm saja. Vitamin E merupakan antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dari tubuh. Minyak jagung memiliki titik didih yang lebih tinggi sehingga cocok digunakan untuk menggoreng.

3. Minyak kanola
Memiliki lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan dengan minyak zaitun atau minyak jagung. Dalam satu sdm minyak kanola terdapat 14 gr total lemak dengan proporsi lemak jenuh 1 gr, lemak tak jenuh rantai ganda 3.9 gr, dan lemak tak jenuh rantai tunggal 9 gr.

Minyak kanola memiliki rasa yang relatif netral serta titik didih yang tinggi. Vocok digunakan untuk berbagai metode masak, seperti menumis, memanggang, atau sebagai saus pada salad.

Nah, ketiga minyak ini memiliki keunggulan masing-masing. Jika dilihat dari kandungan lemak jenuhnya, minyak kanola memiliki kandungan lemak jenuh yang paling rendah dibanding minyak zaitun dan minyak jagung. Mengurangi konsumsi lemak jenuh tentu baik untuk menurunkan kolesterol sekaligus risiko penyakit jantung.

Minyak jagung dan minyak kanola sama-sama bisa digunakan pada banyak teknik memasak seperti menggoreng, menumis, memanggang atau sekadar tambahan saus pada salad.

Meskipun tidak cocok untuk teknik menggoreng dengan minyak yang banyak, minyak zaitun memiliki tekstur rasa yang khas, sehingga rasa masakan pun lebih lezat. ** Baca juga: Yuk, Mulai Kurangi Konsumsi Garam Sekarang

Memilih minyak untuk memasak bergantung dari teknik masak yang akan Anda gunakan. Masing-masing minyak goreng mengandung proporsi kandungan gizi yang berbeda. Jadi, sangat dianjurkan untuk lebih teliti memilih minyak goreng.(ilj/bbs)

Berita Terbaru