1

Orang Tua Pelajar Binus School di Tangsel Korban Pengeroyokan Tolak Diversi

Kabar6-Berbagai pihak coba upayakan diversi dalam penanganan kasus pengeroyokan pelajar Binus School di Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kasus itu menjerat empat orang orang sebagai tersangka dan delapan anak berstatus konflik dengan hukum.

Kuasa hukum korban dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tangsel, Muhamad Rizki Firdaus mengungkapkan, kliennya menolak upaya damai. Orang tua korban tetap ngotot ingin mencari keadilan lewat pengadila .

“Kami sampaikan bahwa diversi itu adalah cara yang terbaik di luar mekanisme pidana yang tidak ada satu katapun mengatakan sebagai perdamaian,” ungkapnya dikutip Minggu (3/3/2024).

Rizki menjelaskan, publik jangan salah tafsir terhadap peradilan kasus anak yang berkonflik dengan hukum. Undang-undang mengatur bahwa diversi bukan tentang perdamaian.

“Diversi hanya berlaku anak dengan anak. Ketika ada terduga pelaku bukan anak maka tidak ada diversi,” jelasnya.

**Baca Juga: Rumah di Ciputat Digerebek Warga, Ada Banyak Foto Ditusuk Jarum dan Coretan Spidol Merah

Aturan serupa juga termaktub dalam keadilan restoratif. Payung hukum tidak mengatur soal keadilan restoratif berlaku bagi orang dewasa yang melakukan tindakan kejahatan kepada anak.

“Nah tadi saya sudah berbincang bahwa sampai detik ini klien kami akan fight (tarung) sampai pemeriksaan hingga putusan di pengadilan,” tegas Rizki.

“Kewajiban formil perintah undang-undang di kepolisian harus dilakukan, di kejaksaan sampai pengadilan pun akan kami hadapi,” tambahnya.

Perlu diketahui, diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara pidana anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana yang bertujuan mencapai perdamaian antara korban dan anak.

Penyelesaian pidana anak melalui diversi dilakukan dengan pendekatan restoratif. Sehingga diperlukan suatu musyawarah dan melibatkan semua pihak orang tua/wali, korban dan atau orang tua/walinya, pekerja sosial dan tokoh masyarakat.(yud)




Suara Ibu Pelajar Binus School Tangsel Korban Pengeroyokan

Kabar6-Orang tua korban pengeroyokan pelajar Binus School di Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya muncul dan bersuara. Widiawati terkejut atas hasil gelar perkara polisi yang menyeret pelajar senior sekolah bertaraf internasional tersebut.

“Jadi pas saya dengar tadi luar biasa. Saya kaget. Yaa Allah terima kasih Alhamdulillah terbuka semua ini,” ungkapnya di kantor UPTD PPA Tangsel, Serpong dikutip Sabtu (23/3/2024).

Polres Tangsel telah menetapkan 12 orang terlibat pengeroyokan. Empat di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dan delapan anak berkonflik dengan hukum.

Widiawati mengatakan, kelompok pelajar tongkrongan Warung Ibu Gaul (WIG) tersebut sudah lama ada. Penataran senior terhadap junior yang ingin bergabung dalam WIG setiap tahun terjadi.

Diyakini pelajar yang melakukan kekerasan sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa. Namun tidak semua pelajar yang ingin masuk dapat kekerasan fisik dari para kakak kelasnya.

Berdasarkan keterangan teman anaknya tiap tahun itu yang natar beda. Tergantung keberuntungannya ditatar sama siapa dan angkatan ke berapa.

Sewaktu teman anaknya ditatar, lanjut Widiawati, tidak ada senior sehingga biasa-biasa saja. Model penataran ditanya-tanya dan disuruh becanda, bicara ngegombal.

**Baca Juga: Pengamat Politik Sindir Bawaslu Kota Tangerang, Disebut Cuma Pansos & Carmuk

“Sebenarnya kenakalan remaja itu wajar. Tapi yang ini udah kurang ajar,” tegasnya.

Ia sebenarnya tidak mempersoalkan masalah adanya geng. Sebab di setiap sekolah pasti ada. Di SMA Binus School nama WIG sudah santer dan para anggotanya pasti terkenal di kalangan pelajar.

“Sebenarnya anak muda itu untuk gaya-gayaan aja sih. Oh itu geng WIG famous. Gitu kan. Lebih kalo udah masuk WIG itu udah wow semua orang kayaknya udah minggir deh,” ujar Widiawati.

Baginya kenakalan remaja biasa terjadi. Namun perlakuan pelajar senior Binus School, menurutnya sudah kelewat batas. Anaknya telah menjadi korban secara fisik maupun psikis.

Dampak terberat, Widiawati bilang, anaknya tertekan dengan maraknya komentar hoax di media sosial. Korban merasa kedua orangtuanya telah dirisak.

“Dia (anak korban) enggak terlalu kenal dengan kakak kelasnya. Dia cuma diajak temannya nanti ya ngumpul jam sekian nanti akan ada tatar. Yuk ikut yuk kata temannya gitu,” utaranya.

Korban tidak menyangka bila penataran untuk masuk kelompok ‘Geng Tai‘ berupa kekerasan fisik. Pelajar kelas X SMA itu mendapat pukulan, tendangan, dan bahkan tubuhnya ditempeli korek api yang sudah dipanaskan.

“Kondisi anak saya membaik. Luka-luka sudah mulai kering, memar-memar sudah hampir tidak terlihat sejak hampir satu bulan,” cerita Widiawati.(yud)




Pelajar Binus School Tangsel Korban Perundungan Sebut Dapat Serangan

Kabar6-Anak korban perundungan di Binus School, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku ada ancaman-ancaman yang diduga diterima pelajar itu. Modusnya secara tidak langsung dengan masuk banyaknya telepon melalui aplikasi line korban.

“Jadi ada beberapa kali telepon lewat line. Terus lebih ke pemberitaan- pemberitaan yang beredar di twitter (X),” ungkap tim hukum P2TP2A Kota Tangsel, M Rizki Firdaus, Sabtu (24/2/2024)

Dijelaskan korban kepadanya, di media sosial berseliweran distorsi informasi yang sengaja dihembuskan oleh akun anonim. “Kok di sini ada berita dia yang tidak linear dengan kasusnya,” jelas Rizki.

Keluarga korban dan tim hukumnya beranggapan perlunya untuk memperoleh jaminan perlindungan korban dari lembaga resmi negara.

**Baca Juga: Pelapor Kasus Bullying di Binus School Tangsel Tolak Upaya Damai

“Kalau misalkan anak ini sudah bisa sekolah di kemudian hari, siapa yang bisa jamin engga ada shadow dari pelaku di sekolah makanya kita butuh perlindungan dari LPSK,” ujarnya.

Rizki mengaku kedatangannya bersama keluarga korban ke LPSK telah diterima dengan baik. Berdasarkan aturan dalam 5 hari kerja LPSK akan memberikan assessment terhadap kasus perundungan yang melibatkan 11 anak terduga pelaku l.

“LPSK menerima laporan kita dan akan memberikan assessment dalam 5 hari kerja kalau paramater atau indikator bisa diterima sama LPSK itu hal yang sudah masuk semua. Jadi point sudah dapat,” tegasnya.(yud)




Dicekoki Miras, Pengamen di Serang Tega Cabuli Anak Dibawah Umur

Kabar6- Satreskrim Polres Serang melakukan penangkapan terhadap pelaku ED (37) seorang pengamen jalanan nekad mencabuli wanita dibawah umur di Kota Serang.

Ironisnya wanita yang berusia dibawah umur ini dijadikan pelampiasan nafsu birahi setelah dicekoki minuman keras di sekitar taman kota di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang yang sepi dan gelap.

Kapolres Serang AKBP Candra Sasongko melalui Kasatreskrim AKP Andi Kurniady ES menjelaskan tersangka ED diketahui mulai mengamen di sekitaran Taman Kota Ciruas sejak awal 2023. Setiap harinya, pengamen aalan ini beristirahat dan tidur di sekitaran Taman Kota.

“Dari pengakuan ED, sekitar bulan Desember dirinya berkenalan dengan korban yang berusia 14 tahun. Dari perkenalan itu, korban sering mengikuti tersangka mengamen,” kata Andi, Jumat (23/2/2024).

Andi menjelaskan pada Minggu (07/01) sekitar pukul 01.00 WIB, usai mengamen tersangka kemudian membeli minuman keras. Tak mau minum sendirian, tersangka kemudian mengajak korban untuk ikut minum. Korban sempat menolak tapi setelah dipaksa akhirnya minum juga.

“Melihat korban mabuk dan tak sadarkan diri, tersangka kemudian menyetubuhi korban. Setelah melampiaskan nafsunya, tersangka dan korban tidur di taman kota,” terang Andi.

**Baca Juga: Cegah Stunting, Dinkes Kabupaten Tangerang Anjurkan Balita Diberikan Makanan Pendamping Protein Hewani

Keesokan harinya, korban pulang ke rumahnya. Orangtua yang mengetahui anak gadisnya tidak tidur di rumah mencoba menanyakan dan korban kemudian menceritakan peristiwa yang dialaminya.

“Setelah mendengar penuturan dari anak gadisnya, orang tua korban tidak menerima dan kemudian melapor. Berbekal dari laporan, keterangan saksi korban serta visum, personil Unit PPA mengamankan ED di taman kota pada Selasa (20/2) dini hari,” kata Kasat.

Sementara ED mengakui telah menyetubuhi korban usai minum miras. Akibat dari pengaruh miras, tersangka mengaku tidak kuat menahan birahi dan kemudian menyetubuhi korban yang dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Ketika melihat dia (korban, red) mabuk, saya meraba-raba tubuhnya. Lantaran tidak kuat menahan nafsu, korban kemudian saya setubuhi,” akunya.

Tersangka ED juga mengaku dirinya berstatus duda lantaran diceraikan isterinya karena tidak memiliki pekerjaan tetap. “Untuk kebutuhan sehari-hari, saya terpaksa mengamen keliling. Terakhir ngamen di taman kota hingga akhirnya berkenalan dengan dia (korban),” tambahnya.

Akibat dari perbuatannya, tersangka ED dijerat Pasal 81 ayat (1) atau Pasal 81 ayat (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman Ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 Tahun dan denda paling banyak 5 miliar.




Tawuran di Pondok Aren, Dua Orang Kritis Kena Sabetan Sajam

Kabar6-Dua kelompok remaja terlibat tawuran di di Jalan Bonjol RT 003 RW 004 Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Bentrokan pada Sabtu dinihari kemarin itu menimbulkan korban luka-luka akibat sabetan senjata tajam.

“Dua remaja terluka pinggangnya kesabet sajam,” kata Kapolsek Pondok Aren, Komisaris Bambang Askar Sodik, Minggu (18/2/2024).

Dijelaskan, saat Satreskrim Polsek Pondok Aren tiba di lokasi dua korban telah terkapar bersimbah darah. Kedua korban juga termasuk dalam pelaku tawuran.

“Sudah kita identifikasi turun tim untuk cek CCTV mudah mudahan dalam waktu dekat kita bisa ungkap karena dalam kasus tawuran ini tidak ada yang namanya korban atau pelaku. Semua yaitu berperan sebagai pelaku kejahatan,” jelasnya.

**Baca Juga: Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara di Kecamatan Ditunda, Ini Kata KPU Lebak

Bambang menjelaskan, untuk memberikan efek jera pihaknya terus melakukan pencegahan secara langsung turun ke setiap wilayah. Ia juga mengklaim, peserta aksi tawuran kebanyakan dari luar wilayah Tangsel termasuk kelompok BB.

“Dari keterangan yang sudah kita amankan ini pelaku banyak dari luar (Tangsel) yang menang berkumpulnya disini. Makanya salah satu indikasinya bagaimana kita mengedepankan konsep pencegahan. Jadi yang sebelumnya polisi menangkap menangkap, kita balik kita rubah terus mencegah mencegah,” ucapnya.

“Seperti kemarin kita amankan 44 pelajar dengan 39 kendaraan itu untuk mencegah. Dari mereka berkerumun nanti mereka bisa merencanakan sesuatu untuk melakukan tawuran. Jadi berkumpulnya pelajar pelajar pada saat jam sekolah itu menjadi pemicu terjadinya tawuran,” lanjutnya.(yud)




Korban Pejabat Satpol PP Banten Calo PPPK Banyak Melapor

Kabar6-Kepala Satpol PP Pemerintah Provinsi Banten, Agus Supriyadi mengungkapkan, oknum anak buahnya yang diduga kuat menjadi calo Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) berinisial RSD. Banyak korban pelapor telah mengaku sudah setor sejumlah uang.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari pelapor, RSD menjanjikan bisa menjadikan PPPK di seluruh organisasi perangkat daerah di lingkup Pemrov Banten.

“Tidak hanya di Pol PP tapi di semua perangkat daerah,” ungkapnya kepada kabar6.com ditemui di Pondok Kacang Timur, Kota Tangerang Selatan dikutip Kamis (8/1/2024).

Agus menjelaskan, RSD salah satu pejabat fungsional di Satpol PP Pemprov Banten. Hingga kini yang bersangkutan sudah tidak masuk bekerja lagi.

**Baca Juga: Korban Penipuan Kerja di Satpol PP Tangsel Datangi Polres Metro Tangerang, Minta Pelaku Ditetapkan Tersangka

Ia telah mendatangi langsung kediaman RSD. Anak buahnya itu tidak berada di rumahnya. Agus pastikan kasusnya sudah ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah berwenang.

“Dan yang bersangkutan secara kepegawaian sekarang sedang kita proses ya. Dan secara etis sudah dibentuk tim kode etik di Satpol PP untuk ditindaklanjuti,” tegas Agus.

Menurutnya, berkas pecaloan PPPK yang dilakukan oleh RSD oknum pejabat Satpol PP Banten telah diproses oleh ditindaklanjuti oleh badan kepegawaian Daerah dan inspektorat setempat. “Berkas sudah masuk,” singkat Agus.

Terpisah di lokasi yang sama, penjabat Gubernur Banten Al Muktabar berjanji pihaknya bakal menindak tegas RSD yang terindikasi menjadi calo perekrutan PPPK.(yud)




Ribuan Korban Gas Pabrik Es Batu Bocor di Karawaci, Ada Muntah Darah dan Sesak Nafas

Kabar6-Ribuan warga di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang terdampak gas amonia akibat kebocoran pabrik es batu. Mayoritas warga yang sedang terlelap tidur dinihari tadi panik hingga ada yang terpaksa menjebol atap rumah.

Asap putih pekat baunya menyengat. Jarak pandang menyulitkan warga akibat tertutup kabut asap gas. Asap gas amonia membuat nafas sesak dan tidak sedikit warga yang jatuh bertumbangan.

“Ada yang muntah darah di Hermina,” kata Syaiful, warga RT 04, RW 03, Selasa (6/2/2024).

Menurutnya, sekitar 1500 warga tiga RW panik menyelamatkan diri. Mereka langsung dievakuasi ke Taman Nobar.

Syaiful mengakui belum mengetahui jumlah pasti warga korban gas amonia yang dirawat di RSUD Tangerang. “Paling yang punya penyakit asma yang bahaya. Muntah darah. Sekarang ini warga tetep waspada,” jelasnya.

Sementara itu terpisah, Purwanto, warga korban gas amonia mengaku jarak rumahnya dengan pabrik es batu sekitar 150 meter. Warga mengendus bau gas menyengat ketakutan lari berhamburan dari kediaman masing-masing.

**Baca Juga: 27 Warga Terkapar Endus Amonia Pabrik Es Batu di Karawaci Bocor

“Ada tetangga yang teriak-teriakan terus. ‘gas bocor gas bocor’,” ceritanya. Purwanto kembali menutup pintu rumah sambil membangunkan istri dan anaknya yang sedang tertidur pulas.

Kepulan asap semakin terasa menyengat. “Akhirnya atap rumah saya jebolin biar ada udara,” lirihnya mengingat kejadian dinihari tadi.

Purwanto akhirnya pilih keluar rumah bersama seluruh anggota keluarganya. Di pemukiman sekitar suasana warga panik. Warga berhamburan menyelamatkan diri.

Pria itu merasakan matanya perih. Meski demikian Purwanto tetap harus ikut membantu selamatkan warga sekitar menuju rumah sakit.

“Kasihan yang lansia. Sampe ada yang muntah-muntah. Nafas juga terasa sesak banget,” ujar Purwanto.(yud)




Banjir di Pamulang, Warga Korban: Pejabat Mending Gak Usah Datang

Kabar6-Memasuki hari ketiga dua perumahan di Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih terendam banjir. Warga penghuni yang terdampak mulai dirundung rasa kesal lantaran menganggap belum ada solusi konkret.

Alchi, warga perumahan Orchid Garden mengatakan dari terendam banjir sejak Sabtu sudah banyak pejabat daerah datang ke lokasi perumahan. Rombongan mereka datang foto-foto lalu memposting ke sosial media.

“Jadi besok-besok kalau ada yang datang dari pihak manapun terutama pemerintahan mending gak usah,” ungkapnya di lokasi, Senin (8/1/2023).

**Baca Juga: Hujan Ekstrem, Banyak Pemukiman di Tangsel Terendam Banjir

Archi bilang, warga sudah bosan melihat kedatangan aparatur daerah tanpa solusi. “Jangan cuma kasih janji-janji tapi gak aksi,” terangnya.

Ia mengaku pada Desember 2023 lalu saat perumahan kebanjiran pernah didatangi oleh camat Pamulang dan lurah Benda Baru bersama jajaran dinas sumber daya air Kota Tangsel.

Archi sebut bahwa rumahnya di blok D 12 A terendam banjir mencapai 80 sentimeter. Ia mengaku sejak delapan tahun menghuni baru kali ini terjadi.

“Ini hari ketiga, ini surut nanti nih, hujan lagi pasti naik,” ujarnya. Di perumahan ini ada sebanyak 63 rumah, dan 59 di antaranya telah dihuni.

Sementara itu, kabar6.com coba mengkonfirmasi Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Tangsel, Eka Pribawa.

Sambungan telepon tidak diangkat dan pesan singkat yang dikirim pun tidak direspon.(yud)

 




Trauma, Bocah Korban Kekerasan Ibu Tiri di Tangerang Ogah Pulang ke Rumah

Kabar6-Ketua Komisi Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak (Komnas PA) Lia menengok IR, 4 tahun, korban kekerasan ibu tirinya. Ia menyebutkan korban mengalami trauma berat akibat dianiaya RE, 38 tahun.

“Mau pulang ke rumah mami?,” ungkap Lia kepada korban, Senin (20/11/2023).

Pertanyaan Lia langsung dijawab tangisan IR. Bocah itu menggelengkan kepala. “Engga mau. Maunya ke rumah tante Novi,” sahut IR.

Bocah itu duduk di pangkuan youtuber Pratiwi Noviyanthi. IR kemudian dibawa ke kediaman ketua RT setempat sambil menunggu ibu tirinya pulang kerja.

Lia mengatakan tujuannya mendatangi rumah korban untuk mendengarkan keterangan dari terduga pelaku terkait kekerasan yang dilakukannya.

**Baca Juga: Ibu Tiri di Babakan Tangerang Aniaya Bocah hingga Pendarahan

“Jadi hari ini agendanya untuk melakukan mediasi terhadap ibunya. kemudian, mengambil keterangan ibunya,” katanya.

Lia juga menyebut bila korban mengalami trauma berat akibat tindakan yang dilakukan ibu tirinya hingga sang anak menolak kembali ke rumahnya.

“Kemudian, karena anaknya kami evakuasi di rumah aman tadi awalnya kami ingin mengantarkan anaknya ini untuk kembali ke rumah. Nah, pas kami antar ke rumah ternyata anaknya enggak mau mungkin karena masih ada rasa trauma,” ujarnya.(yud)




Jambret Beraksi Dekat Polda Banten, 2 Gadis Muda Jadi Korban

Kabar6 – Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, tanpa mengenal tempat dan waktu. Seperti yang dialami dua gadis cantik, Karin Candra (21) dan Sukma (22).

Keduanya jadi korban jambret di hutan kota serang, dekat dengan Polda Banten. Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis siang, 02 November 2023, sekitar pukul 14.00 wib. Akibatnya, handphone serta kartu ATM hilang di curi penjahat itu.

“Berdua dari arah Ciruas mau ke arah polda sini, lewat nya hutan kota, terus di jalan itu tiba-tiba, dia kayak nya udah ngincer tas saya, cuma karena saya nya kenceng megang tas nya, jadi dia ngambil hp saya,” ujar Karina Candra (22), Jumat (03/11/2023).

Pada Kamis siang itu, 02 November 2023, Karin dan Sukma berangkat dari rumahnya di Ciruas, Kabupaten Serang, menuju Benggala di Kota Serang, Banten, karena mendapatkan pelanggan untuk layanan salon home service.

Karin bertugas melihat arah jalan dari aplikasi google map. Sedangkan temannya, Sukma, mengendarai sepeda motor dibawah instruksi Karin.

**Baca Juga: Laporan Korban Jambret Tidak Diterima Polda Banten

Saat melintasi sekitar hutan Kota Serang yang jaraknya tak begitu jauh dari Polda Banten, mereka dijambret. Pelaku yang berjumlah dua orang itu awalnya berusaha mengambil tas yang dibawa Karin, karena tidak berhasil, kemudian mengambil handphone yang dipegang korban. Nahas, kartu ATM juga ada dibalik handphone ikut digondol maling.

Tak mau barang berharganya hilang, Karin dan Sukma tancap gas mengejar pelaku. Saat berhasil memepet pelaku, sepeda motor yang dinaiki korban di dorong hingga terpental di dekat perempatan Polda Banten, layaknya film aksi di layar televisi.

Korban yang terjatuh dan barang berharganya hilang karena dijambret orang kemudian berteriak meminta tolong, kemudian ditolong oleh warga terdekat.

“Kita kan kejar-kejaran itu, kita udah teriak maling-maling kayaknya dia (jambret) panik kan, udah deket, udah mau ketangkep, dianya ngedorong, jadinya jatoh. Ada bapak yang nolongin, abis jatoh itu langsung bangun, saya nyuruh bapak-bapak itu kejar aja maling nya,” terangnya.(Dhi)