1

Bangun Daya Tahan Tubuh dengan 4 Bahan Makanan Penunjang

Kabar6-Daya tahan tubuh menjadi perhatian khusus selama new normal ini, sehingga Anda tetap sehat dan bugar saat beraktivitas sepanjang hari. Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan mengonsumsi nutrisi yang tepat.

Bagaimana caranya? Asupan nutrisi tepat dapat diperoleh melalui pola makan dengan gizi seimbang, perbanyak asupan protein, dan perilaku hidup bersih sehat sejak dini.

Nah, ada beberapa jenis bahan makanan yang dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Melansir Femina, ini empat bahan makanan penunjang yang dapat membantu daya tahan tubuh:

1. Jahe (zingiberaceae)
Jahe mengandung antioksidan yang dapat tingkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Di samping itu, gingerol atau zat bioaktif dalam jahe segar dapat menurunkan risiko infeksi dan menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri.

Jahe dapat dikonsumsi sebagai bumbu makanan atau diolah menjadi minuman, misalnya wedang jahe. Namun, lengkapi pula dengan asupan makanan bergizi seimbang.

2. Temulawak, kunyit, kencur (curcuma sp)
Bahan pangan yang tergolong ke dalam tanaman empon empon ini mengandung curcumin, bahan aktif yang dapat mengurangi inflamasi, menghambat replika virus, dan meningkatkan imunitas tubuh. Dapat dikonsumsi sebagai bumbu dalam makanan.

3. Susu
Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung asam amino esensial. Konsumsi protein dalam jumlah yang cukup termasuk susu dapat membantu tingkatkan daya tahan tubuh. Minumlah segelas susu setiap hari.

4. Madu
Madu kaya akan mikronutrien yang diperlukan tubuh yaitu kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, seng. Selain itu madu kaya akan vitamin seperti B2, B3, B5, B6, B9, dan C. ** Baca juga: Cara Berjalan Bisa Pengaruhi Mood Seseorang?

Enzim glucose oxidase yang terkandung dalam madu berperan untuk menghambat pertumbuhan bakteri, jamur, dan virus. Madu juga mengandung prebiotik fructo oligosaccharide (FOS) yang merangsang produksi bifidobacterial, yaitu bakteri baik di usus.

Selain keempat hal tadi, Anda pun jangan lupa untuk menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat agar hasilnya lebih optimal.(ilj/bbs)




Beberapa Makanan Sehat yang Bantu Atasi Masalah Pencernaan

Kabar6-Pencernaan adalah sebuah proses metabolisme di mana suatu makhluk hidup memproses sebuah zat, dalam rangka untuk mengubah secara kimia atau mekanik sesuatu zat menjadi nutrisi. Pencernaan terjadi pada organisme multi sel, sel, dan tingkat sub-sel, biasanya pada hewan.

Diketahui, pencernaan adalah salah satu faktor vital yang memengaruhi kesehatan kita secara keseluruhan. Masalah umum pencernaan antara lain adalah perut kembung, sakit maag, atau konstipasi (sembelit). Bagaimana menghindari hal tersebut? Dikutip dari Kompas, berikut adalah empat makanan yang bisa membantu atasi masalah pencernaan:

1. Makanan fermentasi
Makanan atau minuman yang pembuatannya memakai metode fermentasuli, merupakan sumber alami probiotik yang menguntungkan pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh dan meningkatkan ketahanan terhadap infeksi. Contoh makanan fermentasi adalah tempe, oncom, kimchi, sauerkraut dan miso. Termasuk juga yoghurt dan kefir yang merupakan termasuk sumber probiotik alami unggulan.

2. Bakteri baik
Selain ada bakteri yang merugikan, di dalam usus juga ada bakteri menguntungkan, yang memerlukan ‘makanan’ agar bisa tetap hidup. Daun bawang, bawang, sawi putih, asparagus dan jenis sayuran lainnya yang mengandung serat yang disebut inulin, yaitu sumber makanan yang disukai bakteri baik. Serat inulin berguna untuk merangsang pertumbuhan bakteri yang menguntungkan dan membuat massa feses lebih solid sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

3. Serat
Menurut Cynthia Yoshida, dokter spesialis gastroenterologis di Charlottesville, Va., dan rekan penulis buku No More Digestive Problems: The Answers Every Woman Need, smua jenis serat sangat penting untuk menjaga usus tetap sehat dan kotoran mudah bergerak ke arah saluran pembuangan. Biji-bijian, kacang-kacangan, sayur dan buah adalah sumber alami serat yang terbaik.

Hindari sayuran seperti kubis, kecambah Brussel dan kol, bagi Anda yang menderita perut kembung atau bergas karena sayur-sayuran ini juga mengandung gas yang dapat memerburuk situasi.

4. Minyak kelapa
Meski tinggi lemak jenuh, minyak kelapa adalah pilihan yang sehat karena sifatnya yang stabil pada suhu tinggi, sehingga ideal digunakan untuk memanggang. Sebagian besar lemak jenuh pada minyak kelapa adalah jenis trigliserida rantai menengah (MCT), yang dapat diproses oleh tubuh dengan lebih efisien, tanpa menempatkan tekanan pada kandung empedu.

Salah satu asam lemak dalam minyak kelapa yaitu asam laurat, juga mampu membantu melawan bakteri jahat di pencernaan dan menjaga usus tetap sehat. ** Baca juga: Memiliki Perasaan Takut Ternyata Sehat

Selamat mencoba.(ilj/bbs)