oleh

Rumit, Begini Cerita Pengalaman Pengawas TPS di Tangsel

Kabar6-Banyak orang menganggap persoalan pemilu serentak pada 17 April 2019 kemarin dianggap lebih kompleks.

Persoalan utamanya karena harus digelar lima pemilihan sekaligus. Ditambah masalah teknis pengetahuan warga di Kota Tangerang Selayan (Tangsel) yang punya hak pilih.

Banyak warga tak mengerti cara mencoblos yang benar suaranya dapat dihitung sah. Alhasil, durasi kerja panitia penyelenggara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) pun baru selesai hingga dinihari.

“Lumayan rumit, karna beberapa DPT kurang memahami surat suara yang di coblos,” ungkap Andi Rifa’i (30), petugas pengawas TPS 44 di Jalan Kemuning 2, Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang kepada kabar6.com, Sabtu (19/4/2019).

Ia ceritakan, sebelum pemungutan suara dilakukan briefing seluruh petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), saksi dan PTPS. Dilanjutkan denyan pembacaan sumpah KPPS.

Andi menjelaskan, di TPS yang dikawalnya memulai pencoblosan pukul 07.30 WIB. Lalu kertas suara yang dicoblos warga terdaftar resmi punya hak pilih baru mulai dihitung pukul 13.30 WIB.

“Selesai penghitungan suara sampai jam 02:15 pagi,” cerita Anoy, sapaan akrabnya menjelaskan.

Baginya keikutsertaan mengawal proses pencoblosan hingga penghitungan suara pemilu bukan kali pertama baginya.

Meski demikian ia menilai pemilu serentak 2019 ini berbeda dari pelaksaan hajatan pesta demokrasi lima tahunan sebelumnya.

Anoy merasa bisa diberi kepercayaan terlibat sebagai PTPS merupakan kebanggaan buatnya. “Sebab saya karna bisa memastikan pemilu berjalan lancar. Satu lagi yg paling menarik mengawal kotak suara dari TPS ke kelurahan,” ungkapnya.**Baca juga: Pembentukan 54 Kordinator Wilayah, PEPI Tangsel Targetkan Rampung di 2019.

Ditanya apakah honor yang diterima sudah sepadan dengan ritme tugas yang dilakoninya?. “Saya enggak kapok. Alhamdulillah, kawan-kawan termasuk saya gak ada yang komplain soal jumlah honor yang kita terima,” tambah Anoy.(yud)

Berita Terbaru