oleh

Pilgub Banten 2024, Andika Hazrumi Disebut Lebih Potensial Ketimbang Airin

Kabar6- Masifnya iklan Airin Rachmi Diany, sebagai Bakal Calon (Balon) Gubernur Banten Tahun 2024 mendatang, memantik spekulasi liar dikalangan masyarakat.

Khususnya, mengenai eksistensi dan nasib Andika Hazrumi, Mantan Wakil Gubernur Banten, yang tak lain merupakan anak dari Ratu Atut Chosiyah.

“Terus, pak Andika Hazrumi nya nyalon apa nanti tuh ya. Masa iya habis wakil gubernur terus mau nyalon walikota Serang,” ujar Dewi, warga Tangerang jebolan Untirta Serang, Jumat (4/11/2022).

Meski begitu, ia senang karena Airin, merupakan salah satu tokoh perempuan tangguh dan memiliki jam terbang serta kepemimpinan yang baik saat menjabat sebagai Walikota Tangerang Selatan.

Sementara, Pengamat Politik asal Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Tangerang, Adib Miftahul menyebutkan, bila dibanding Airin, Andika Hazrumi tentu lebih potensial, sebagai figur petahana.

“Pertama, kalau bicara peluang, tentu malah berpeluang besar andika hazrumy ketimbang Airin. Sebab, kemenangan andika yang duet dengan WH (Wahidin Halim) adalah buktinya. Andika masih dicap petahana, banyak capaian prestasi yang bisa lebih dikapitalisasi,” ungkap Adib.

Menurutnya, basis elektoral Andika di serang dan sekitarnya, merupakan modal utama dan kunci kemenangan saat bersanding dengan WH yang berasal dari Tangerang.

“Untuk Pilgub 2024 nanti, bakal banyak pemilih muda, milenial. Andika juga sosok tokoh muda yang saya kira punya keunggulan untuk ditawarkan pada segmentasi pemilih muda,” tegas dia.

**Baca juga: Pengamat Politik Ungkap Peluang Airin Maju di Pilgub Banten.

Untuk itu, Adib sepertinya sangat menyayangkan adanya downgrade politik kepada Andika Hazrumi yang dilakukan oleh Ratu Tatu Chasanah, sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten.

“Keputusan keluarga ini bisa memantik friksi dalam internal keluarga, kalau tidak bisa dikelola dengan baik. Bisa menjadi resistensi internal yang kuat. Nah kalau ini terjadi, serangan politik berikutnya bukan hanya dari lawan atau eksternal politik, tapi juga dari internal,” pungkasnya. (Tim K6)