oleh

Membangun Masyarakat Kota 5.0 Bersama Universitas Pembangunan Jaya

Kabar6-Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) mempunyai caranya sendiri dalam mendidik mahasiswanya untuk menjadi Manusia Jaya.

Rektor UPJ, Leenawaty Limantara mengatakan bahwa dalam membina mahasiswa, pihaknya akan melatih seperti Attitude atau membentuk sikap dan kebiasaan profesional, Skill, dan Knowledge.

“Kami melakukan program JSDP (Jaya Softskill Development Program) yaitu pengajaran tentang pemecahan masalah, critical thinking, kreatif, berbaur dengan masyarakat dalam pemecahan masalah, pengetahuan emosional, intinya kami mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan para pemberi kerja,” ujarnya saat Media Gathering di Gedung Universitas Pembangunan Jaya Bintaro, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (8/8/2019).

Lanjut Leenawaty, dilihat dari sisi pemberi kerja pihaknya meyakinkan bahwa yang dibutuhkan adalah soft skillnya atau kemampuan SDM nya.

“Dalam mendidik itu kalau kita mengajarkan anak anak kita sekarang, kita harus mempersiapkan mereka untuk 4 tahun kedepan karena semua akan berubah seperti teknologi dan pendidikan,” ungkapnya.

Kemudian Leenawaty mengatakan, dalam bersaing tentang skill dan knowledge pihaknya melakukan strategi teori keunggulan komparatif atau nilai tambah yang Universitas lain tidak punya.

“Intinya dalam pengembangan skill dan knowledge disini, kami tidak akan ikut-ikutan trend, bahkan harusnya kami yang menciptakan trend tersebut,” jelasnya.

Karena melakukan pendidikan lebih kepada soft skill, lanjut Leenawaty, pihaknya menjadi lebih keberpihakan dan berkarya bagi negeri.

**Baca juga: Agustusan, Santika Premiere Bintaro Tawarkan Independence Room Package.

“Bersama Pemprov DKI, lulusan UPJ menginisiasi 9 RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) pertama, dan 62 PUPUK (Pusat Pengembangan Usaha Kecil), kembali lagi prioritas kami adalah menjadi manusia jaya yang peduli lingkungan dan pelopor kesejahteraan,” kata Leenawaty.

Leenawaty menjelaskan, manusia jaya adalah manusia yang memiliki Integritas, Profesional, dan memiliki jiwa entrepreneurship.

“Ingat the compound effect, sukses itu bukan hasil dari sesuatu gebrakan hebat atau tindakan heroic, tetapi kerja kecil-kecil yang membosankan, tidak sexy, melelahkan, yang dikerjakan terus menerus dengan benar,” pungkasnya.(eka)

Berita Terbaru